Global Human Resource Management

By: I Bagus Okta Viandra

Pada hari Kamis, 17 Oktober 2019, anak-anak HTB yang sedang melakukan penjurusan HRM mendapat kesempatan untuk mendengarkan dan berbicaran secara langsung dengan Bapak I Bagus Okta Viandra yang merupakan Assistant Director of Human Resource The Ritz-Carlton Bali. Bapak Okta membawakan seminar yang berjudul Global Human Resource Management. Inilah poin-poin penting yang disampaikan oleh Pak Okta

  1. Dalam dunia Human Resource, sekarang ada tantangan baru yang muncul. Salah satunya adalah bagaimana menciptakan lingkungan kerja yang cocok untuk mengakomodir Multi Generation. Beberapa generasi tersebut adalah
  • Traditionalist: Generasi ini adalah generasi yang dalam pekerjaannya akan selalu *By Textbook* artinya generasi ini akan bekerja sesuai dengan apa yang ada didalam peraturannya, dan cenderung kaku.
  • Baby Boomers: Generasi ini adalah generasi yang ingin mencari dan mempromosikan diri dengan bekerja dengan keras, salah satu karakteristik yang dimilikinya adalah karir adalah segalanya
  • X Generation: Generasi ini juga sama ingin mempromosikan diri dengan bekerja dengan keras. Generasi ini cenderung memiliki pendidikan yang tinggi dan fleksibel sehingga mereka mudah menempatkan dirinya dalam suatu pekerjaan
  • Millenial: Generasi ini merupakan pokok dan inti dari pembahasan. Generasi millenial merupakan generasi yang kedepannya akan mendominasi di berbagai sektor. Generasi millenial dikenal dengan prilakunya yang cukup individual, ingin tantangan yang lebih dan sebelumnya.
  1. Nah apa yang menjadi tantangan bagi Human Resource? Berikut adalah beberapa tantangan yang harus dihadapi
  • Employees Engagement: Bukan hanya kepuasan tamu yang harus dijaga, tetapi kepuasan pekerja juga harus dijaga di Marriott Group, kepuasan yang harus dijaga adalah minimal 80%. Bila mana hasilnya dibawah 80% maka akan diadakan evaluasi dalam kinerjanya. Juga harus memperhatikan keuntungan apa yang diterima oleh pekerja apabila dia bekerja ditempat yang ia tuju. Perusahaan juga harus melakukan paket yang kompetitif untuk menarik pekerja yang akan menjadi anggota perusahaan. Juga melakukan survei untuk mengetahui gaji kompetitor sehingga dapat menarik pekerja untuk bekerja di perusahaan tersebut
  • Focus Complience: Memberikan penghargaan pekerja sertifikasi Dan juga kesehatan sosial para pekerja
  • Diversity Inclusion: Menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan cocok untuk segala generasi yang ada. Karena penting untuk untuk mempersatukan pekerja dari setiap generasi guna keberlangsungan lingkungan pekerjaan yang nyaman sehingga semua anggota dapat bekerja sama untuk mencapai tujuan perusahaan
  1. Nah apa yang menjadi karakteristik generasi millenial?
  • Savvy Individualist: Mereka memiliki kecenderungan untuk berpikiran sesuai dengan keinginan masing-masing. Kebanyakan dari Generasi Millenial berteman dengan menggunakan media sosial dan bukan face to face atau secara langsung.
  • New Challenger: Generasi Millenial cenderung untuk mencari tantangan yang lebih dan ingin mendapat tantangan yang baru sehingga mereka kurang menyukai pekerjaan yang membosankan
  • Optimistic Realist: Generasi Millenial cenderung untuk mengkalkulasi segala sesuatu dengan membayangkan bagaimana kondisi mereka beberapa tahun ke depan dan langkah apa saja yang akan diambilnya
  • Access Seekers: Generasi Millenial cenderung untuk mencari pekerjaan yang dimana Ia mendapat banyak akses, dan mereka kerap untuk mencari promosi yang cepat dalam pekerjaannya
  • Spirirted Entrepreneurs: Generasi Millenial cenderung untuk ingin bekerja sebagai entrepreneur dengan beberapa faktor seperti mereka ingin lingkungan kerja mereka yang bebas dan sesuai dengan apa yang Dia inginkan.
  1. Nah, mengapa Human Resource harus mempersiapkan dan memperhitungkan Generasi Millenial? Hal tersebut dikarenakan generasi lampau akan makin lama makin berkurang, pada tahun 2025 75% Sumber Daya Manusia akan dipegang oleh generasi Millenial. Untuk itu Human Resource harus mempersiapkannya.
  2. Apakah dengan tersebut maka Human Resource harus selalu memenuhi kebutuhan si Millenial? Tidak. Ada beberapa cara untuk menjadikan Multi Generation itu dapat dilakukan
  • Menemukan jalan tengah, hal ini dilakukan agar seluruh generasi, dari generasi Traditional, Generasi X, Baby Boomer, Millenial dan lainnya dapat memastikan kerja sama yang efisien dengan cara mencari jalan tengah dimana mereka dapat menerima dan menghormati keinginan tiap-tiap generasi yang berbeda-beda
  • Menerima perbedaan. Dari tiap-tiap generasi, tentunya mereka memiliki berbagai perbedaan. Contohnya generasi Traditional yang ingin semuanya sesuai dengan apa yang dijanjikan awalnya, dan sulit untuk diubah-ubah, sedangkan generasi Millenial ingin semuanya sesuai kebutuhannya. Hal tersebut sangat berbanding terbalik. Tetapi tiap generasi harus saling menghormati dan menerima perbedaan tersebut, karena mereka juga dapat belajar dari perbedaan yang ada agar dapat menjadi lebih baik
  • Tiap generasi juga harus saling melengkapi satu sama lain. Masing-masing generasi memiliki keunikan tersendiri yang dapat dipelajari dan melengkapi satu sama lain.
  • Share and let it grow. Yang dimaksud adalah bagilah pengalaman-pengalaman yang Anda miliki dan biarlah orang lain mengambil pelajaran dari pengalaman tersebut agar menjadi orang yang lebih baik
  1. Bagaimana cara mengatasi pembajakan employee? Ada banyak cara yang dapat digunakan untuk hal tersebut. Salah satu caranya adalah dengan menghadapkan si employee terhadap benefit, gaji dan hal lainnya yang dapat menjadikan perusahaan Anda kuat dan berkompetetif dibandingkan lowongan-lowongan yang baru saja dibuka ataupun lowongan-lowongan yang ditawarkan oleh perusahaan lain.