Branding for Hospitality Industry

By: Hengki Setiawan (CEO of Chiking Indonesia)

Pada tanggal 17 Oktober, mahasiswa UC jurusan HTB didatangi oleh seorang pembicara bernama Hengki Setiawan yang merupakan CEO dari Chiking Indonesia. Bapak Hengki menyampaikan seminar yang berjudul Branding for Hospitality Industry terkait dengan mata pelajaran mata pelajaran HMM yang sedang dipelajari oleh mereka. Menurut Bapak Hengky, ada beberapa poin sebagai berikut

  • Branding bukanlah sekedar logo yang menunjukkan nama produk, tetapi juga strategi dalam pemasarannya.
  • Produk yang kuat dan megah belum tentu sukses di semua tempat. Produk lokal yang tidak terlalu besar justru terkadang lebih menang dibandingkan produk besar yang tidak memperhatikan customer behaviour
  • Untuk membuat brand sukses dan membekas diperlukan positioning yang kuat dan arah penujuan yang jelas.
  • Beberapa contoh kegagalan yang dialami beberapa brand yang besar
  • Starbuck gagal di daerah seperti Australia. Australia lebih menyukai kopi yang asli dan memiliki taste yang sesuai dengan rasa kopinya yang asli. Di Australia, Starbuck dianggap sebagai kopi murahan, dan hanya sedikit dari penduduk Australia yang mau datang ke Starbuck.
  • Pizza Hut juga mengalami kegagalan di Australia. Australia suka memesan makanan secara online sehingga tidak ribet. Tetapi Pizza Hut tidak memiliki pelayanan tersebut sehingga Pizza Hut menjadi kurang diminati oleh penduduk Australia.
  • Donkin Donuts juga mengalami kegagalan di India. Kegagalan tersebut dikarenakan Donkin Donuts tidak memahami kebiasaan masyarakat India. Kebiasaan yang diterapkan oleh Donkin Donuts adalah makan pagi sambal berdiri, sedangkan masyarakat India memiliki kebiasaan untuk makan pagi sambal duduk bersama. Hal ini membuat Donkin Donuts kurang diminati oleh masyarakat India.
  • Mc Donald, produk cepat saji yang sudah terkenal di seluruh dunia ini pun juga mengalami kegagalan, di Filipina, Mc Donald tidak dapat bersaing dengan Jolly Bee, Jolly Bee juga merupakan suatu produk cepat saji tetapi memiliki taste yang sesuai dengan masyarakat Filipina sehingga mereka sangat diminati oleh masyarakat Filipina. Taste yang disukai oleh masyarakat Filipina adalah
  • Produk yang dibawa oleh Pak Hengki di seminar adalah Chiking. Chiking adalah produk Dubai. Chiking adalah makanan cepat saji pertama yang merupakan makanan cepat saji yang halal.
  • Obsesi yang dimiliki oleh Chiking adalah
  • High Quality Product: Produk yang dibuat dengan peralatan yang canggih dan kualitas tinggi
  • Halal Product: Produk yang terjamin kebersihan, kualitasnya
  • Chiking Experience: Chiking menawarkan suasana dan nuansa seperti layaknya di Arab
  • Produk unggulan Chiking
  • Grill Chicken (dibuat dengan mencampurkan bumbu-bumbu asli dari Arab)
  • Nasi Kuning Arab (dibuat dengan beras khusus dari Arab)
  • Tandori Fries (Tandori adalah rempah-rempah asli yang hanya ada di Arab)
  • Tandori Nugget
  • Tandori Burger
  • Royal Wrap
  • Why Chiking?
  • Dubai`s Image yang tidak dimiliki oleh restoran lain
  • Halal International Quick Service Restaurant
  • Good System (bukan focus pada SDM tetapi pada peralatan)
  • Unique Restaurant
  • How Chiking Survive
  • Understanding Customer = B to B dan B to C
  • Postitioning = Ayam Dubai dari Arab, positioning ini harus ditunjukkan secara jelas
  • Brand Personality = Chiking tidak akan menjual produk yang menyimpang dari brand personality Dubai, mereka tidak akan menjual prduk yang berasal dari China ataupun Korea dan sebagainya
  • Pendekatan brand di setiap negara akan berbeda satu sama lain. Salah satu contoh pendekatan yang dilakukan Coca-Cola di India adalah dengan cara membuat tutup botol Coca-Cola menjadi alat tukar untuk telepon umum sehingga setiap membeli boto Coca-Cola maka orang akan dapat menelepon dengan telepon umum. Cara ini terbukti efektif di India.
  • Selain mengetahui positioning, customer behaviour juga perlu diperhatikan. Tanpa mengetahui customer behavior produk kita akan sulit untuk diterima masyarakat.
  • Tips yang diberikan oleh Pak Hengki adalah jangan mencari bisnis yang bergantung terhadap SDM, tetapi carilah bisnis yang berfokus pada teknologi dan peralatan, mengapa harus begitu? Karena bilamana ada pegawai yang keluar, apabila kita berfokus pada peralatan maka mencari pengganti adalah hal yang mudah.
  • Logo pun juga harus dibuat dengan bagus dan simbolik. Sebagai contohnya adalah pengalaman Pak Hengki sendiri yang berkata bahwa tulisan Arab yang ada di logo Chiking berhasil menarik beberapa tamu yang gelisah akan halal tidaknya suatu restoran cepat saji.