HARI GINI KORUPSI?!!!

Tangkapan layar peserta kuliah umum Civics

 

UC|SEH|Suryadi Kusniawan- School of Entrepreneurship and Humaniora (SEH) Universitas Ciputra kembali menyelanggarakan Kuliah umum untuk mata kuliah Kewarganegaraan (Civics) pada 20 Oktober 2022. Kuliah umum kali ini menghadirkan topik pendidikan anti korupsi, yang dibungkus dengan judul “Hari Gini Korupsi?!!! Judul yang cukup provokatif, menampilkan ironi antara pertanyaan dan perintah.  Pertanyaan tersebut identik dengan nuansa keheranan, bertanya-tanya tentang praktek korupsi yang masih berlangsung hingga saat ini. Sedangkan perintah memunculkan nuansa dorongan untuk melakukan tindak korupsi, dorongan yang terkonfirmasi oleh pemakluman dan pembenaran. Setidaknya ironi tersebut terkonfirmasi melalui pemaparan Gandjar Laksmana Bonaprapta, S.H., M.H selaku narasumber, menggambarkan korupsi sebagai satu-satunya kejahatan yang korbannya tidak merasakan menjadi korban dan satu satunya kejahatan yang pelakunya sekaligus menjadi korban. Lebih lanjut dijelaskan bahwa pertanyaan yang ditujukan kepada seseorang tentang siapa korban dari tindakan korupsi, maka orang tersebut akan menunjuk pihak-pihak lain dan tidak pernah menunjuk dirinya sendiri sebagai korban. Sedangkan sebagai pelaku, anggap saja seorang pejabat, dia juga sekaligus sebagai masyarakat yang akan merasakan dampak sistemik dari korupsi. 
Dosen Fakultas Hukum UI tersebut juga menjelaskan perlunya perubahan sudut pandang atau paradigma di masyarakat yang menempatkan korupsi sebagai bagian dari budaya, sebab anggapan tersebut akan merendahkan nilai budaya dan meninggikan nilai korupsi, sehingga dengan perubahan sudut pandang tersebut lama-kelamaan akan mendorong munculnya kesadaran individu sebagai pribadi antikorupsi. Kesadaran menjadi pribadi antikorupsi harus diikuti dengan kesadaran untuk berjejaring, membentuk lingkaran-lingkaran dan bergerak terus meluas hingga ruang gerak korupsi menjadi sempit. Suatu cara pandang yang lebih menekankan perlunya kesadaran dan pergerakan dari tatanan masayarakat, tanpa mengecilkan pentingnya penegakan hukum untuk menimbulkan efek gentar dan jera. Lebih lanjut Gandjar menantang para mahasiswa untuk berani menyatakan diri sebagai pribadi antikorupsi, sesuatu yang tidak perlu ditakuti dan sangat bisa untuk dilakukan. Setelah pribadi antikorupsi dideklarasikan, berjejaringlah, kita kepung korupsi bersama-sama agar tidak bisa bergerak dan kehilangan ruang gerak, pungkas Gandjar mengakhiri sesi kuliah umum.
Sebagai tambahan informasi, pendidikan antikorupsi menjadi salah satu materi pembelajaran dalam mata kuliah Civics di Universitas Ciputra. Pembelajaran tersebut ditujukan untuk memberikan penguatan cara pandang mahasiswa terhadap korupsi, sekaligus penanaman kesadaran bagi mahasiswa untuk menjadi bagian dari pribadi-pribadi antikorupsi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *