GAGAS PUSAT EKONOMI DESA DI DESA KESAMBEN WETAN-GRESIK

GAGAS PUSAT EKONOMI DESA DI DESA KESAMBEN WETAN-GRESIK

(Surabaya/26 April 2019) Menjadi desa mandiri dan mumpuni secara ekonomi adalah mimpi dari desa tersebut yang disampaikan oleh Bpk Drs. H. Munasim Syafi’I. M.Mpd., Kepala Desa, kepada Dr. Christina whidya Utami, M.M. CPM (Asia) Dekan. Fakultas Management & Bisnis (FMB) Universitas Ciputra bekerjasama dengan Desa Kesamben Wetan Gresik mengadakan program Omah Entrepreneurship yang merupakan program pelatihan dan pengembangan bagi ibu-ibu setempat guna membangun jiwa entrepreneurship sehingga mampu menggali potensi diri dan mengembangkan usaha dengan memaksimalkan potensi lokal yang ada.

Kegiatan diawali dengan pembekalan yang ditujukan untuk warga mengenali potensi yang dimiliki. Setelah itu dilanjutkan dengan menggali ide bisnis dan melakukan kegitan benchmark ke pasar-pasar besar di Surabaya guna membuka wawasan dan mendapatkan inspirasi ide bisnis. “Melakukan benchmark ini sangat penting dalam membuka wawasan. Wawasan luas, ide pun bisa muncul”, tutur Dr. Christina whidya Utami. “Kami juga berikan berbagai pelatikan juga mentoring/pendampingan sampai pada bagaimana cara pemasarannya. Saat ini unit bisnis yang dikembangkan ibu-ibu peserta omah entrepreneurship antara lain sambal, sinom, kue kering, handycraft dari kertas dan kain flannel, rias wajah. Hal ini juga sebagai salah satu bagian dari BUMDES”, imbuhnya. Dr. Utami memaparkan bahwa kegiatan ini seiring dengan program pemerintahan dalam mengembangkan desa menjadi mandiri.

Puncak dari program Omah Entrepreneurship adalah pelaksanaan KIRAB BUDAYA pada hari Minggu tanggal 28 April 2019 mulai pukul 13.00-18.00 yang akan dihadiri oleh wakil bupati Gresik Dr. H. MOH. QOSIM, M.Si. Dalam acara Kirab Budaya Kesamben Wetan ini, para peserta program Omah Entrepreneurship menampilkan produk bisnisnya. “Acara ini sekaligus market test bagi produk dan jasa yang dibuat oleh warga”, terang Dr. Christina whidya Utami. Dr. Utami juga memaparkan bahwa mahasiswa FMB akan ikut serta dalam Kirab Budaya ini. “Mahasiswa ikut dalam buka pameran juga untuk memberikan contoh bagaimana cara membuat layout pameran, memberi wawasan tentang ide-ide bisnis, bahkan bisa sharing pengalaman dengan warga”, jelasnya.