Sajian Mantap dan Menyegarkan dari Air Kelapa yang Bermanfaat Terhadap Pencegahan Prediabetes dan Diabetes Melitus Tipe 2 Tahap Lanjut

Sajian Mantap dan Menyegarkan dari Air Kelapa yang Bermanfaat Terhadap Pencegahan Prediabetes dan Diabetes Melitus Tipe 2 Tahap Lanjut

Diabetes Melitus adalah suatu penyakit yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah di dalam tubuh manusia atau biasa disebut dengan “hiperglikemia” yang berhubungan dengan permasalahan pada pengeluaran dari insulin baik secara absolut maupun relatif[1] . Menurut organisasi kesehatan dunia WHO dan NDDG (National Diabetes Data Group), sampai saat ini terdapat 2 tipe diabetes melitus, yaitu diabetes melitus tipe 1 dan tipe 2. Diabetes Melitus tipe 1 disebut dengan  istilah IDDM (Insulin Dependent Diabetes Melitus), sedangkan Diabetes Melitus tipe 2 disebut dengan istilah NIDDM (Non Insulin Dependent Diabetes Melitus). Secara mudahnya Diabetes Melitus tipe 1 adalah diabetes yang terjadi sejak baru lahir disebabkan oleh tidak adanya kadar kandungan insulin di dalam beta pankreas seseorang, sehingga orang tersebut harus mendapatkan terapi insulin secara kontinu seumur hidupnya [2]. Sedangkan pada Diabetes Melitus tipe 2 merupakan diabetes yang terjadi akibat multifaktoral, namun yang paling banyak disebabkan akibat gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat[3]. Seseorang dikatakan diabetes melitus, apabila kadar gula darah sewaktu lebih dari atau sama dengan 200 mg/dl, kadar gula darah puasa lebih dari atau sama dengan 126 mg/dl [4], dan pada pemeriksaan HbA1C didapatkan kadar gula diatas rata-rata selama 2-3 bulan terakhir[5]. Beberapa tanda dan gejala dari diabetes meliputi polidipsi, poliuria, polifagia, berat badan turun, dan kesemutan [6].

Buah kelapa merupakan salah satu tanaman tropis, hal yang membuat unik buah ini adalah selain airnya yang langsung dapat diminum, namun juga daging buahnya juga dapat dikonsumsi. Ditinjau dari wilayah penyebaranya tanaman kelapa menyebar hampir di seluruh pelosok tanah air. Buah kelapa memiliki nama ilmiah Coccus nucifera L.[7]. Air kelapa merupakan salah satu hasil alam yang  memiliki banyak manfaat, didalamnya terdapat beberapa kandungan seperti kalium, natrium, klorida, dan karbonat [8]. Kandungan pada kelapa terutama air kelapa memiliki manfaat untuk menurunkan dan menstabilkan kadar gula darah didalam tubuh. Proses biologis sejauh ini yang sudah diamati hanya sebatas pada hewan coba. Pada sebuah penelitian dengan menggunakan hewan coba tikus yang sudah diberikan injeksi aloksan untuk membuat tikus tersebut menjadi diabetes, setelah itu diberikan lypolized mature coconut water (LMCW) ditambah dengan pemberian salah satu obat diabetes glibenclamide, pada akhir penelitian didapatkan peningkatan kadar plasma insulin, didapatkan juga penurunan dari kadar urea dalam darah, serum kreatinin, nitrit urin, ALP, SGOT, SGPT yang sebelumnya meningkat akibat pemberian dari aloksan. Jadi pada penelitian ini selain bermanfaat sebagai pencegahan penyakit diabetes melitus tipe 2, pemberian air kelapa memiliki efek cardiprotective, hepatoprotective, hyperlipidemic, dan antihypertensive. Mekanisme biologis yang sejauh ini sudah diteliti dan dipahami oleh para pakar peneliti adalah karena air kelapa bekerja sebagai antiradikal bebas dan memiliki efek mencegah kerusakan radikal dari sel pankreas akibat induksi dari aloksan[9]. Mekanisme patofisiologi yang mendasari terjadinya Diabetes Melitus tipe 2 adalah adanya resistensi insulin dan defek fungsi sel beta pankreas. Mekanisme kerusakan ini terjadi karena adanya resistensi insulin menyebabkan pankreas mengkompensasi dengan memproduksi insulin lebih banyak karena merasa gula darah di dalam tubuh masih tinggi, karena terlalu overproduksi dari insulin menyebabkan kedepanya akan terjadi kerusakan pada sel beta pankreas karena adanya proses radikal bebas yang menyebabkan sel beta pankreas diganti dengan jarigan amiloid [10]. Karena air kelapa memiliki efek radikal bebas yang dapat mencegah terjadinya kerusakan dari sel beta pankreas insulin sehingga kadar insulin dalam darah tetap stabil dan tidak rendah ataupun tidak terlalu tinggi, membuat air kelapa dapat dikatakan mencegah dan menstabilkan lonjakan dari glukosa di dalam darah.

Penelitian lain yang dilakukan pada tahun 2014 dengan judul Hypoglycemic Potential of Tender Cocounut Water in Euglycemic Human Subject. Subjek penelitian ini adalah menggunakan manusia yang diberikan 75 grams glukosa yang dilarutkan di dalam air, kemudian diteliti kadar glukosanya post pemberian dari air kelapa dengan interval 60 menit, 90 menit dan 120 menit. Dari ketiga interval tadi di didapatkan penurunan kadar glukosa dalam darah secara signifikan pada 60 dan 90 menit post pemberian Coconut Water, hal ini disebabkan oleh mekanisme biologis Coconut Water yang mempercepat dan membantu masuknya glukosa kedalam sel, dan menurunkan kadar gula darah di dalam darah. Mekanisme biologis dari peran Coconut Water dapat mempercepat dan membentuk masuknya glukosa ke dalam sel masih belum diketahui sepenuhnya, dan diperlukan penelitian lebih lanjut [11] .

Cara penyajian air kelapa pada penderita diabetes yang paling baik adalah diminum pada langsung tanpa diberikan bahan tambahan apapun, penderita diabetes dapat mengkonsumsi 1 buah kelapa dalam sehari, dengan waktu konsumsi yang terbaik adalah pada saat perut kosong dan pada saat paruh hari setelah melakukan aktivitas fisik. Dari beberapa jenis kelapa, kelapa hijau merupakan pilihan yang paling baik karena memiliki kandungan gula yang lebih sedikit dari pada jenis kelapa lain. Konsumsi air kelapa lebih baik dari pada konsumsi minum-minuman manis seperti jus buah yang manis yang dapat menyebabkan lonjakan dari kadar gula darah. Untuk konsumsinya tidak boleh terlalu berlebihan karena dapat mengakibatkan beberapa efek samping seperti kembung, buang air kecil berlebihan dan pilek, karena air kelapa memiliki efek seperti pendingin di dalam tubuh [12].

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa air kelapa selain memiliki efek menyegarkan karena dapat menggantikan cairan elektrolit tubuh yang hilang setelah aktivitas, juga dapat dikonsumsi oleh penderita pre-Diabetes Melitus untuk mencegah dan menstabilkan agar  glukosa dalam darah agar tidak terjadi sekresi insulin yang berlebihan yang dapat menyebabkan resistensi dan kerusakan dari sel beta pankreas. Sedangkan pada penderita Diabetes Melitus tipe 2 tahap lanjut memiliki manfaat untuk mengatasi lonjakan kadar glukosa dan menjaga agar tidak terjadi kerusakan pankreas yang lebih parah karena terdapat mekanisme antiradikal bebas dapat mencegah kerusakan lebih lanjut dari sel pankreas yang sudah bekerja lebih keras akibat lonjakan dari sekresi insulin, dan dapat membantu memasukkan kadar glukosa dalam dari darah ke dalam sel tubuh. Namun masih dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui mekanisme secara biologi molekuler bagaimana mekanisme kerja dari air kelapa sehingga dapat menghambat kerja radikal bebas dari zat aloksan dan mekanisme air kelapa membantu mempercepat masuknya glukosa dari dalam darah ke sel tubuh manusia.

Kata Kunci : Diabetes Melitus, Air Kelapa untuk diabetes, hiperglikemia.

Daftar Pustaka

(urut sesuai penomeran di teks artikel)

  1. Restyana Noor Fatimah. (2015). Diabetes Melitus Tipe 2. Jurnal MAJORITY, vol 4(5), 93 Fakultas Kedokteran Universitas Lampung.
  2. Irvan L, dkk. (2015). Akibat Aplikasi Simvastatin Pada Proses Penyembuhan Tulang Terhadap Ekspresi Kolagen Tipe 1 (Pada Binatang Coba Tikus Diabetes Melitus Tipe 1). Jurnal Kedokteran Gigi, vol 6(4). Program Studi Ilmu Bedah Mulu dan Maksilofasial Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis FKG UGM.
  3. Hamdan H, Akhmad F, Dewi P. (2019). Hubungan Gaya Hidup (Pola Makan Dan Aktivitas Fisik) Dengan Kejadian Diabetes Melitus Di Rumah Sakit Umum Provinsi NTB. Jurnal Keperawatan Terpadu, Vol 1(1). Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Maluku, Indonesia. Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Mataram, Indonesia.
  4. Dita Wahyu H. (2017). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Dalam Pengelolahan Diet Pada Pasie Rawat Jalan Diabetes Melitus Tipe 2 Di Kota Semarang. Jurnal of Health Education Vol 2(2). Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang.
  5. Hurin Nuril K. dkk. (2018). Gambaran Kadar HbA1C Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di RSUD WANGAYA. ejournal.poltekkes-denpasar.ac.id. Vol 6(2). Jurusan Analisis Kesehatan Poltekkes Denpasar.
  6. Restyana Noor Fatimah. (2015). Diabetes Melitus Tipe 2. Jurnal MAJORITY, vol 4(5), 93 Fakultas Kedokteran Universitas Lampung.
  7. Rindegan Barlina. (2004). Potensi Buah Kelapa Muda Untuk Kesehatan dan Pengelolahanya. Jurnal Pespektif, vol 3(2). Balai Penelitian Tanaman kelapa dan Palma Lain.
  8. Fen Tih, Harijadi P. dkk. (2017). Efek Konsumsi Air Kelapa (Coccus nucifera) terhadap Ketahanan Berolahraga Selama Latihan Lari pada Laki-laki Dewasa Bukan Atlet. Journal Global Medical and Health Communication, vol. 5(1). Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha Bandung.
  9. P. P. Preetha. dkk. (2013). Comparative Effects of Mature Coconut Water(Coccus Nuccfera) and Glibenclamide On Some Biochemical Parameters In Alloxan Induced Diabetic Rats. Revista Brasileira de Farmacognosia Brazilian Journal of Pharmacognosy, vol 23(3). Departement of Biochemistry, University of Kerala, Kariavattom campus, Thiruvananthapuram, India. Departement of Hom Science, Govt. College for Women, Thiruvananthapuram, India.
  10. Eva Decroli. (2019). Diabetes Melitus Tipe 2 volume 1. Padang: Pusat Penerbitan Bagian Imu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
  11. Satapathy S, Bandopadhyay D. (2015). Hypoglycemic Potential of Tender Coconut Water in Euglycemic Human Subjects. International Journal Of Helath Sciences and Research., vol 5(1).
  12. Hindustantimes.com (2018, 17 juni). Is Coconut Water Safe For Diabetic, When To Drink It To Avoid Sugar Spike. Diakses pada 10 Februari 2021, dari https://www.hindustantimes.com/fitness/is-coconut-water-safe-for-diabetics-when-to-drink-it-to-avoid-sugar-spike/story-AfL43aC6sGOCoYWClDyt3M.html.

Penulis :

  1. Deviani Handita
  2. Nuridho Akbar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *