Role of D-Dimer in Covid-19

Role of D-Dimer in Covid-19

Pada webinar keempat yang diadakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra, sesi pertama dibawakan oleh Dr. Sherly Intanwati, SpPK, M. Biomed. Materi yang dibawakan adalah “Role of D-Dimer in Covid-19” pada penjelasannya, Dr. Sherly menjelaskan mengenai prognosis yang disebabkan oleh Covid-19, clinical presentation dari Covid-19, kaitan Covid-19 dan tingginya kejadian thrombosis, parameter laboratorium, dan apa itu D- Dimer.

Di poin yang pertama mengenai prognosis yang disebabkan oleh Covid-19, dr. Sherly menjelaskan pada pasien yang DM dan COPD cenderung memiliki prognosis yang lebih buruk dibandingkan pasien yang tidak mengidap DM maupun COPD, pasien dengan COPD memiliki tingkat kematian 4 kali lebih tinggi dibandingkan pasien tanpa riwayat COPD sebelumnya, dan di pasien dengan riwayat DM tipe II gula daarahyang tidak terkontrol memiliki prognosis yang lebih buruk dibandingkan dengan yang terkontrol . Lalu di poin selanjutnya mengenai clinical presentation dari Covid-19 dijelaskan apa saja kemungkinan yang dapat memperburuk prognosis yang salah satunya menjadi emboli paru.

Di poin mengenai kaitan Covid-19 dan tingginya kejadian thrombosis dijelaskan bahwa 25 % VTE yang terjadi di pasien pneumonia disebabkan oleh Covid-19 dan berhubungan dengan prognosis yang buruk, tingginya komplikasi pada pasien ICU disebabkan infeksi dari Covid-19, dan 18% dari jumlah pasien Covid-19 menunjukan terjadinya VTE dengan kejadian paling sering adalah emboli paru. Pada bagian parameter laboratorium yang berhubungan dengan infeksi Covid-19 dijelaskan bahwa hypercoagulable karena Covid-19 ditandai dengan peningkatan marker system koagulasi atau peningkaan parameter lain (ex: fobrinogen).

Lalu di bagian pemeriksaan D- Dimer dipaparkan bahwa D- Dimer adalah hasil dari pemecahan fibrin oleh plasmin yang juga memiliki perana penting dalam pemerikasaan Covid-19. Biasanya digunakan untuk diagnosis eksklusi untuk kelainan thrombosis. Pemeriksaan ini bersifat sensitive namun tidak spesifik. Tingginya angka infeksi menyebabkan beban tenaga kesehatan meningkat dan overload untuk kapasitasnya sehingga dapat disimpulkan bahwa orang dengan D-Dimer yang meningkat perlu diprioritaskan karena pasien dengan kemungkian ini rentan terhadap kematian (ex: usia tua).

 

Penulis : Permata Ayu Sofyan
(0606011910033)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *