Peran Fakultas Kedokteran dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19

Peran Fakultas Kedokteran dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19

Sejak awal 2020, WHO telah mengumumkan bahwa pandemi Covid-19 ini adalah public health emergency. Intervensi permasalahan Covid-19 harus berorientasi pada pra-rumah sakit atau masyarakat. Hal ini bisa dilihat dari keberhasilan Jepang dan Vietnam dalam menangani Pandemi Covid-19 ini.

Di Indonesia sendiri, penyebaran virus Covid-19 telah merata di hampir semua propinsi. Pergerakan dari hari ke hari menunjukkan angka semakin bertambah dan terus bertambah. Dokter Ahmad Yurianto, yang merupakan Juru Bicara Pemerintah Pada Lembaga Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menuturkan bahwa faktor pembawa penyakit dari virus ini adalah manusia. Mobilitas manusia menjadi penentu menyebarnya virus covid-19 terutama pada kisaran umur produktif yang memiliki aktivitas di luar rumah paling banyak. Ditambah lagi dengan maraknya atau munculnya rumor-rumor yang dapat memengaruhi masyarakat sehingga sulit untuk mengendalikan virus dengan baik karena faktor pembawanya adalah manusia.

Bentuk pencegahan Covid-19 ini dimulai dengan melindungi orang yang sehat, mencegah orang sehat ini agar tidak sakit dan meyakinkan yang sehat untuk tetap sehat dengan memberi edukasi kepada mereka. Protokol kesehatan yang telah ditetapkan ditujukan untuk melindungi orang yang sehat supaya tetap sehat. Selain itu, memperdalam pergerakan orang-orang positif tanpa gejala serta melakukan tindakan ekstra untuk melakukan Testing dan Tracing. Disini masyarakat dari seluruh sektor harus bersinergi dengan pemerintah.

Selanjutnya, dr. Yuri menjelaskan bahwa dalam pencegahan dan pengendalian ini juga diperlukan peran dari fakultas kedokteran dengan mengikuti perkembangan Covid-19, aktif dalam melakukan kajian ataupun penelitian tentang Covid-19, melakukan komunikasi risiko kepada pasien atau keluarga pasien untuk meningkatkan kesadaran dalam penerapan protokol kesehatan dan menurunkan stigma, serta menjadikan masyarakat sebagai subjek. Dari sini, dr. Yuri juga menekankan bahwa insan kesehatan itu “born to be a health promoter” dan mahasiswa kedokteran baik tingkat 1 sampai akhir harus menjadi “agent of change” yang menjadi jati diri kita.

Di akhir presentasi, dr. Yuri mengajak seluruh masyakat agar bersinergi dengan pemerintah dalam mencegah penyebaran virus Covid-19 ini, karena keterlibatan aktif masyarakat adalah kunci dari semua upaya yang dilakukan.

 

Penulis : Permata Ayu Sofyan

(0606011910033)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *