Penggunaan cadaver pada praktikum anatomi mahasiswa Fakultas Kedokteran

Penggunaan cadaver pada praktikum anatomi mahasiswa Fakultas Kedokteran

Penggunaan cadaver pada praktikum anatomi adalah hal yang harus diperhatikan.

Pengetahuan menyeluruh tentang anatomi memainkan peran penting dalam pemahaman yang tepat tentang cabang-cabang ilmu kedokteran lainnya serta membantu  memastikan mahasiswa dalam melakukan praktik medis yang aman.

Ada banyak perdebatan tentang metode yang sesuai untuk memberikan pengetahuan anatomi yang memadai untuk mahasiswa fakultas kedokteran. Para dokter yang terkait dengan pembedahan membutuhkan pemahaman yang mendalam tentang anatomi untuk prosedur klinis yang aman. Apabila para mahasiswa kedokteran mendapatkan paparan yang sangat terbatas pada saat belajar tentang anatomi, ada kekhawatiran bahwa mahasiswa kedokteran tidak siap dalam bidang anatomi ketika memasuki program clerkships dan residensi.  Sehingga mereka berpendapat praktikum anatomi terbaik adalah dengan menggunakan cadaver, oleh karena dengan praktikum memakai cadaver memberikan sentuhan perasaan nyata (a real touch feeling )dan para mahasiwa memahami persepsi kedalaman dan struktur tiga dimensi yang kompleks dari struktur tubuh manusia (Stereopsis) serta kemampuan untuk mengidentifikasi hubungan visual & spasial antar objek (Visuospatial).

Praktikum anatomi  dengan menggunakan  cadaver telah bertahan sebagai alat instruksional utama selama ratusan tahun, namun, ada pandangan yang berbeda tentang apakah diseksi cadaver secara penuh masih sesuai untuk pelatihan sarjana modern. Keterbatasan waktu pada kurikulum yang baru, keterbatasan dosen terlatih dan ketersediaan cadaver , kurikulum terintegrasi dan / berbasis sistem, perubahan orientasi proses pendidikan dari teacher center menjadi student center, telah menyebabkan beberapa fakultas kedokteran  meninggalkan pendidikan anatomi  berbasis diseksi penuh pada cadaver yang memakan waktu dan beralih menggunakan metode alternatif termasuk prosection , manekin, pencitraan medis, anatomi hidup dan sumber daya lain. Hal ini didukung pula oleh adanya kemajuan tehnologi sehingga terjadi pergeseran pendidikan anatomi dari sistem manual menjadi sistem digital , demikian juga praktikum anatomi yang semula dilakukan secara manual memakai cadaver bergeser menjadi secara digital menggunakan peralatan multimedia (virtual anatomy). Keuntungan dengan praktikum menggunakan multimedia atau yang biasa kita sebut “praktikum kering” adalah dapat menghilangkan berbagai keluhan mahasiswa saat praktikum anatomi, seperti : mual, pusing, lemah, takut, gelisah dan kurang konsentrasi. Namun demikian dari beberapa penelitian di berbagai negara terhadap persepsi para mahasiswa fakultas kedokteran dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan cadaver tidak dapat digantikan dengan media lain, karena akan kehilangan sentuhan perasaan nyata (a real touch feeling ), persepsi kedalaman dan struktur tiga dimensi yang kompleks dari struktur tubuh manusia (Stereopsis) serta kemampuan untuk mengidentifikasi hubungan visual & spasial antar objek (Visuospatial). Penggunaan multimedia hanya sebagai suplemen untuk membantu pemahaman, bukan pengganti untuk cadaver.

Pada saat ini kami di Laboratorium Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra menggunakan berbagai media untuk praktikum anatomi, seperti cadaver, manekindan peralatan multimedia (masih direncanakan) agar para mahasiswa mendapatkan pengetahuan yang memadai dibidang anatomi sesuai waktu yang tersedia.

Penulis: dr. Sudibjo,MS.,PA (K)

Kepala Laboratorium Anatomi

Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra.