Herd Immunity dan Covid-19

Herd Immunity dan Covid-19

Sejarah Singkat dari Covid yaitu pada 1950. Lalu pada tahun 2000 dilakukan study dari specimen dan 17-18 kasus teridentifikasi virus corona. Setelah itu tahun 2002-2003, dikenal dengan penyakit saluran napas yang ringan yang mengakibatkan terjadinya outbreak ke Amerika, Taiwan, sumber nya berasal dari China. Pada tahun 2012 terjadi outbreak pneumoni di Jeddah yang mirip dengan corona virus yaitu Mers-COV, lalu menyebar ke berbagai negara.

Covid sendiri dikenal dengan Novel Corona Virus-19 lalu pemerintah china mengadakan tracing kepada pasien dan ternyata pasien memiliki riwayat yang berhubungan dengan market hewan  (kelelawar, ular, tringgiling, serigala, anjing). 10 januari 2020, china mulai mempublikasikan N-COVID 19 dan  memiliki kemiripan dengan corona virus di kelelawar (genus B-Corona virus) dan menyebar ke berbagai negara. Pada tanggal 14 Februari 2020, jepang mulai menginformasikan kematian setelah china, namun setelah diteliti pasien tidak memiliki riwayat berpergian ke China.

Taksonomi dari COVID-19 : Covid memiliki orde nidovirales dan merupakan family dari coronaviridae. Untuk genus dibagi menjadi alpha, beta, gamma dan delta. Covid 19 memiliki struktur sebagai berikut : spike, envelope, nucleocapsid, hemagglutinin esterase, membrane dan lipid bilayer. Transmisi COVID-19 awalnya berasal dari hewan seperti kelelawar lalu ke manusia melewati foodborne. Lalu untuk manusia ke manusia melalui droplets, kontak fisik dan kontaminasi.

Skema Herd Immunity (4 Kondisi) :

  1. Infeksi ditemukan dan terfokus pada 1 single host.
  2. Transmisi primer dari kontak langsung
  3. Setelah terinfeksi maka harus ada solid & longlasting immunity
  4. Terbentuknya random mixing pattern di sebuah populasi

 

 

Penulis : Ayu Balgis Salsabilah

(0606011810020)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *