Pertemanan mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Ciputra, Surabaya | Dokumentasi Pribadi

Saat memasuki dunia perkuliahan, maka kehidupan bersosialisasi kita akan berubah dari yang ada di masa SMA. Pada saat SMA, kita bisa merasa lebih dekat dengan teman-teman yang ada di kelas karena selama tiga tahun, umumnya tidak akan ada perpindahan kelas. Walau dalam beberapa kasus, ada SMA yang tahun pertamanya belum melakukan penjurusan sehingga baru menetapkan kelas di tahun kedua. Meski begitu, ada beberapa anggapan bahwa pertemanan di dunia kuliah tidak akan seindah pertemanan di SMA. Namun, tetap saja sebagai makhluk sosial, kita tentu perlu berteman dan bersosialisasi. Selain dapat berdiskusi dan bertukar pikiran, berteman juga dapat membantu memperluas relasi. Berikut beberapa hal yang perlu kamu ketahui cara berkawan di dunia kuliah: 

Menjadi Ramah 

Saat pertama kali berkuliah, jadikan dirimu menjadi orang yang ramah. Mulailah menyapa temanmu terlebih dahulu, tersenyum jika bertemu, dan bersikap ramah. Di dunia kuliah, orang-orang datang dari berbagai penjuru daerah sehingga akan ada banyak orang dengan karakter yang berbeda. Bisa jadi, kamu belum kenal dari orang-orang tersebut, maka dari itu usahakan untuk terlihat ramah agar orang nyaman untuk berkenalan denganmu. Beberapa daerah memiliki logat atau bahasa yang mungkin terdengar kasar bagi daerah lain, misalnya Batak yang memiliki intonasi suara yang tinggi dan tegas atau bahasa Arekan dari Surabaya yang terdengar kasar. Jika beberapa teman kuliahmu berasal dari daerah dengan bahasa yang memiliki nada tinggi, maka jangan tersinggung terlebih dahulu karena bisa jadi, memang bawaan dari logat asalnya. 

Ajak Ngobrol Secara Intens

Setelah mulai berkenalan dan berbasa-basi, kamu bisa mengajak temanmu untuk mengobrol Panjang lebar jika ada waktu. Kamu bisa mengobrol berdua atau beramai-ramai dengan teman lainnya. Pada obrolan ini, pilih topik secara umum seperti bagaimana kabar perkuliahan atau informasi seputar kulinar. Hindari topik-topik sensitif dan privasi seperti pertanyaan pekerjaan orang tua, gaji orang tua, dan lainnya. Dengan mengobrol secara intens, kamu bisa menganalisa secara mendalam minat dan ketertarikannya, caranya mengkomunikasikan sesuatu, hingga kebiasaannya. Di tahap inilah, kamu bisa mulai memilah mana teman yang asik untuk diajak mengobrol lebih lanjut dan bekerja sama atau menjadi seorang yang cukup kamu kenal saja. 

Ajak Melakukan Sesuatu 

Jika kamu sudah bisa asik dan ‘tersambung’ dengan temanmu, maka tahap selanjutnya yang bisa kamu lakukan adalah mengajaknya untuk melakukan sesuatu. Kamu bisa mengajaknya untuk makan siang, belajar ke perpustakan, mengerjakan tugas bersama, atau menonton film. Dengan melakukan sesuatu, kamu bisa belajar lebih dalam mengenai caranya mengerjakan sesuatu. Apakah dia orang yang mudah terdistraksi, apakah dia orang yang fokus, dan yang lainnya. Kebiasan-kebiasaan kecil yang kamu lakukan dengan temanmu dapat menjadi alat bounding satu sama lain. Dalam beberapa kasus, ada kebiasaan-kebiasaan kecil yang bagi sebagian orang cukup menganggu, misalnya selalu melihat handphone ketika sedang mengobrol, makan dengan suara yang keras, atau kebiasaan memotong pembicaraan. Jika kamu merasa tidak nyaman dengan salah satu kebiasaan temanmu di kuliah, kamu bisa memutuskan untuk tetap mencoba berteman lebih dekat dengannya atau cukup sekedar teman dan tidak terlalu dekat. 

Ambil Resiko ke Dalam Satu Project 

Mahasiswa berkumpul mengerjakan tugas di FIKOM HUB. | Dokumentasi pribadi

 

Kamu bisa saja tidak terlalu suka dengan teman-teman di perkuliahanmu, namun yang kamu tentu juga masih membutuhkan mereka dalam penggarapan tugas proses perkuliahanmu. Di dalam kuliah, tentu ada beberapa penugasan yang mengharuskan mahasiswa berkelompok. Kelompok ini bisa ditentukan oleh dosen, undian, atau mencari sendiri. Di tahun pertama perkuliahan, kamu bisa mencoba mengambil sedikit resiko dengan mengajak teman-temanmu ke dalam satu group project. Group project  tersbut bisa berupa kelompok penugasan, membuat bisnis, atau project lainnya seperti penelitian dan lomba.  Di dalam satu group project  kamu bisa melihat bagaimana temanmu mengatur waktunya, mengerjakan tugasnya, dan juga caranya dalam menyampaikan pendapat. 

Jika kamu merasa nyaman dengan temanmu ketika berada di dalam group project maka kamu bisa mengajaknya kembali untuk project-project selanjutnya. Namun, jika kamu tidak nyaman dengan caranya bekerja ke dalam group project  namun temanmu adalah orang yang asik diajak mengobrol dan hang out, maka kamu tetap bisa berteman namun hanya untuk urusan hang out. Tak hanya soal tugas, kamu juga bisa mengajak teman yang memiliki kesamaan minat denganmu ke dalam suatu komunitas, misalnya organisasi atau UKM. 

Menjaga Pertemanan 

Berkenalan dengan teman baru memang mudah, namun yang sulit adalah menjaganya. Maka dari itu, ketika kamu sudah memiliki teman yang nyaman dan cocok di dunia perkuliahan, kamu harus bisa menjaganya terutama jika kalian tergabung ke dalam suatu group project. Sebisa mungkin, hindari konflik dengan melakukan komunikasi yang baik satu sama lain. 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu