Ilustrasi: Power Nap | Sumber: Monstera/Pexels.com

 

Bagaimana jika rasa kantuk menyerang di jam-jam produktif, terutama pada saat siang hari? Minum kopi? Mengunyah permen karet? Atau mencoba makan keripik pedas? Daripada mencoba mengusir rasa kantuk, lebih baik coba atasi dengan power nap

Rasa kantuk yang timbul ketika jam-jam kerja memang membuat konsentrasi hilang bahkan membuat mood untuk mengerjakan pekerjaan menjadi hilang. Power nap adalah tidur singkat di siang hari selama kurang lebih 20-30 menit. Meski sebentar, power nap memiliki manfaat yang setara dengan tidur di malam hari, yakni meningkatkan kekuatan otak dan stamina tubuh. Tubuh yang rileks saat tidur siang dapat meningkatkan daya ingat, energi, perbaikan otot dan jaringan, hingga pelepasan hormon. 

Dr. Michael Grandner, Direktur dari Sleep and Health Research Program di University of Arizona, Tucson menyatakan bahwa “Power Nap, yang berlangsung antara 15-45 menit, dapat meningkatkan daya ingat dan mengurangi kelelahan sepanjang hari”. Budaya power nap sebetulnya sudah banyak dilakukan oleh berbagai perusahaan di dunia, seperti Google, Nike, bahkan Nasa. Di kota-kota besar Jepang mempunyai istilah Inemuri. Tentu perlu diingat, power nap tidak boleh dilakukan lebih dari 1 jam. Jika power nap dilakukan lebih dari 1 jam atau bahkan lebih lama, maka badan akan lelah, kebingungan, dan kepala akan pusing. 

Dalam bukunya “Take a Nap! Change Your Life”, Sara C. Mednick  menyatakan bahwa tidur siang jauh lebih bermanfaat daripada minum kopi. Hal ini dikarenakan kopi mengandung kafein di dalamnya yang dapet menurunkan kinerja memori. Hal ini menyebabkan kita menjadi lebih bersemangat, namun akhirnya membuat jauh lebih lelah. Untuk melakukan power nap untuk mahasiswa ada beberapa tips yang bisa dilakukan: 

Tentukan Jadwal

Hal yang paling penting dalam melakukan power nap adalah menentukan waktu yang tepat untuk tidur siang. Untuk mahasiswa pastikan jadwal kuliah tidak berada di jangka waktu jam 12 hingga 3 siang. Jika ada jadwal kuliah yang berada pada rentang jam tersebut, maka dipastikan sudah tidak bisa melakukan power nap, maka dari itu pastikan asupan tidur di malam hari sudah tercukupi. Jika memiliki waktu luang atau jeda kuliah di rentang jadwal tersebut, maka pergunakan waktu itu untuk melakukan power nap secara maksimal. 

Tentukan tempat 

Setelah mengetahui jadwal waktu yang diinginkan, maka tentukan juga lokasi yang cocok untuk digunakan power nap. Jika perkuliahan dilakukan secara daring, maka power nap bisa dilakukan di kamar tidur atau tempat yang nyaman lainnya di rumah. Namun, jika perkuliahan dilakukan secara luring, maka bisa mencari tempat yang nyaman, seperti di ruang kelas yang tidak terpakai, atau di manapun yang dapat memberikan ketenangan dan kenyamanan. Gunakan tas, jaket, atau hoodie sebagai bantal penyangga kepala agar membuat tidur lebih nyenyak. 

Teratur 

Setelah dapat menentukan jadwal dan tempat yang cocok untuk power nap. Maka hal selanjutnya yang bisa dilakukan adalah terbiasa dengan power nap. Para ahli banyak menyarankan untuk melakukan power nap secara teratur agar tubuh menjadi terbiasa dan tidur yang dilakukan menjadi lebih optimal. Umumnya, power nap akan susah dilakukan jika hanya sekali dilakukan. Agar terbiasa, maka perlu 2 hingga 3 kali power nap secara berturut-turut agar tubuh bisa men-setting kapan power nap bisa dilakukan. Itulah hal kecil yang bisa dilakukan secara teratur setiap harinya agar otak menjadi lebih fokus dan produktif. Dengan power nap kualitas fokus akan meningkat dan membuat pekerjaan menjadi tidak berat untuk dilakukan. 

Sumber: 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu