Strategi Komunikasi untuk Public Relations | Sumber: Pexels

[Ditulis oleh Hadjar Chanissa Nur Malika, FIKOM 2020]

Menjadi seorang humas atau public relations tidak hanya dituntut untuk cakap dalam bercuap-cuap di media. Seorang humas tentunya harus memiliki kekuatan untuk menganalisa situasi yang terjadi yang menyangkut identitas dan citra perusahaan. Hal ini bukan hanya digunakan untuk merancang program dari humas saja, namun humas juga dapat mengatur strategi komunikasi yang baik agar tujuan perusahaan tercapai lebih baik. Komunikasi yang dilakukan oleh humas dilakukan dengan strategi yang terencana tentunya akan membuat citra perusahaan di mata masyarakat semakin baik. 

Adapun ciri komunikasi dari humas haruslah dilakukan dengan pendekatan secara pribadi kepada targetnya, misalnya seperti kepada masyarakat sekitar perusahaan, warganet, atau mitra bisnis. Setelah itu, komunikasi harus dilakukan secara bertahap dan rutin. Hal ini dilakukan agar komunikasi terjalin dengan baik dan lancar, tidak menunjukkan seolah-olah perusahaan menghubungi hanya karena ‘ada maunya’. Setelah itu, barulah humas melakukan riset mengenai fakta lapangan, perencanaan, mengkomunikasikan, mengontrol, hingga melakukan evaluasi. Strategi komunikasi menurut Effendy (2002) adalah sebuah panduan dari perencanaan komunikasi dan manajemen untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Tujuan tersebut dibuat dalam bentuk perancangan atau strategi. Terdapat 3 pendekatan strategi komunikasi yang dikemukakan oleh Berger dalam buku milik Griffin ‘A First Look At Communication Theory’ (2006): 

  1. Pendekatan pasif
  2. Pendekatan aktif 
  3. Pendekatan interaktif 

Sementara, dalam buku Techniques for Effective Communication oleh Wayne Pace, et. al. (1979) menyebutkan ada beberapa tujuan dan strategi komunikasi, yakni:

  1. To secure understanding: bertujuan untuk memastikan bahwa terjadi pengertian dan pemahaman dalam berkomunikasi
  2. To establish acceptance: bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara publik menerima dan membina penerimaan dari publik dengan baik
  3. To motive action: bertujuan untuk mendorong publik  agar bertindak sesuai dengan keinginan perusahaan
  4. The goals which the communicator sought to achieve: untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai melalui strategi yang digunakan.

Paul Smith, et. al. (1999) menuliskan langkah taktis dalam melakukan perencanaan komunikasi, yaitu:

  1. Situation: Dimana kita sekarang? 
  2. Objective:  Di mana kita ingin berada?
  3. Strategy: Bagaimana kita berada di sana?
  4. Tactics: Detail dari strategi yang akan dilakukan 
  5. Action: Detail dari taktik yang telah direncanakan 
  6. Control: Bagaimana kita tahu ketika kita telah tiba (telah sampai di tujuan)?

Adapun beberapa hal yang bisa dilakukan selaku humas dalam menjalankan praktik strategi komunikasi terutama dalam berkomunikasi dengan media yang mana adalah pihak eksternal perusahaan yang sangat berpengaruh dalam keberhasilan strategi komunikasi dari humas. 

1) Rencanakan dengan Segmen 

Sebelum memulai strategi komunikasi, humas harus menentukan siapakah segmen yang akan diajak berkomunikasi. Apakah masyarakat sekitar, media, atau mitra kerjasama perusahaan? Merencanakan dengan segmen adalah hal yang sangat penting karena trik dan cara pendekatan tiap segmen tentu akan berbeda. 

2) Tentukan Tujuan 

Setelah menentukan siapa yang akan kita ajak berkomunikasi. Hal selanjutnya yang dilakukan adalah tentukan tujuan dalam berkomunikasi. Misal memberikan wawasan seputar perusahaan, memberi kabar produk terbaru, atau tujuan dengan hasil akhir tindakan seperti membeli, turut memelihara lingkungan dan lain sebagainya. 

3) Menyusun Isi Pesan 

Strategi yang harus dilakukan yang tidak kalah penting adalah menyusun pesan. Humas harus cakap dalam menyusun pesan yang akan disampaikan kepada segmennya. Entah itu berupa rilis atau pemberitaan secara lisan. Semua bentuk komunikasi harus benar-benar disiapkan dengan baik oleh humas. Isi dalam pesan juga harus sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan. Apakah pesan berisi advokasi, menggerakkan massa, atau yang lainnya? 

4) Pilih Media dan Sumber Pendukung Lain yang Sesuai 

Setelah semua strategi dari penyusunan komunikasi sudah sesuai, yang perlu diperhatikan adalah media seperti apa yang harus digunakan. Jika diperlukan, perusahaan juga bisa memberi sumber pendukung lain seperti narasumber, pakar ahli, hingga selebriti agar strategi yang disusun bisa lebih baik. 

Humas tentunya juga sangat erat berhubungan dengan media. Entah untuk memberitakan perusahaan atau sekadar memberi klarifikasi atas beredarnya isu yang menyerang perusahaan, humas harus bertugas dengan baik kepada media. Dalam melakukan pelayanan kepada media, humas harus memperhatikan hal-hal berikut: 

  1. Bangun citra yang baik dengan media, hal ini sangat berguna agar citra perusahaan positif dan media akan bersedia untuk menunjukkan perusahaan kepada publik dengan baik. 
  2. Memberikan fakta atas informasi yang diberikan dengan akurat yang baik. Meskipun perusahaan bisa saja memberikan berita bohong kepada media, tentu hal ini akan berdampak tidak baik kedepannya untuk perusahaan. 
  3. Selalu memberikan yang terbaik kepada media. Humas perusahaan juga harus memperhatikan hal yang kerap dianggap sepele seperti menghargai waktu untuk tidak telat dalam pertemuan, menyediakan fasilitas terbaik kepada media seperti ruangan yang bersih, koneksi internet, atau makan siang jika diperlukan. 
  4. Melakukan pendekatan secara personal. Meskipun bekerja secara profesional, tidak ada salahnya seorang humas melakukan pendekatan secara personal dengan pihak media. Tentunya tidak lupa untuk selalu menjaga sikap dan selalu bersikap hormat agar tidak terjadi perselisihan yang mengakibatkan hal buruk terhadap kedua belah pihak. 

Maka dari itu FIKOMRADE, pastikan sebelum bekerja menjadi seorang humas. Pahami tugas-tugas apa yang harus diemban oleh seorang humas yang tentunya sesuai dengan kode etik yang berlaku. 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu