Mencatat Efisien Dengan Cornell Writing

[Ditulis oleh Hadjar Channisa Nur Malika, FIKOM 2020]

Ilustrasi: Mencatat Efisien dengan Cornell Writing | Sumber: Karolina Grabowska/Pexels

Pernah merasa kesulitan saat mencatat materi rapat, perkuliahan, hingga seminar?

Mencatat merupakan suatu hal yang sangat penting yang harus dimiliki oleh semua orang. Tidak terbatas hanya untuk pelajar atau mahasiswa, namun juga para pekerja. Mencatat bukan hanya kegiatan tulis menulis biasa. Lebih jauh dari itu, mencatat juga mampu membuat kita lebih memahami dan menghafal materi yang disampaikan. Dengan mencatat, otak kita menjadi lebih terlatih untuk menerima informasi baru. Ada berbagai metode untuk mencatat. Setiap orang juga bisa berbeda-beda dalam melakukan pencatatannya, ada yang cukup dengan menggunakan tulisan, ada juga yang memerlukan bantuan visual dan membuat mind map. Namun, ada salah satu metode mencatat yang efektif, yakni metode Cornell Writing. Metode Cornell dirancang oleh Profesor Walter Paul dari Cornell University pada 1950-an. Metode ini tidak hanya memudahkan dalam membuat catatan, tapi juga memudahkan untuk mengingat kembali materi yang telah disampaikan. Metode Cornell berisi sistem untuk mengambil, mengatur, dan meninjau kembali catatan yang telah ditulis. Secara garis besar, strategi ini mengharuskan si penulis untuk membuat kolom di kertas catatannya. Maka dari itu, sebelum mencatat, penulis harus menyiapkan catatan dengan kolom yang sudah dibuat agar nanti ketika materi disampaikan langsung mencatat tanpa perlu membuat kolom lagi. 

Langkah Membuat Catatan Dengan Metode Cornell

1) Membuat Layout 

Ilustrasi: Langkah-langkah Metode Cornell | Sumber: https://thinkinsights.net/

Metode ini berfokus pada tata letak dalam setiap catatan. Dalam catatan biasa, biasanya kita akan menuliskan judul di bagian paling atas catatan. Lalu setelahnya akan ditulis catatan sesuai materi yang disampaikan di bawahnya. Umunya, orang akan mencatat semua yang ia dengar dan poin penting dalam satu bagian. Hal ini tidak akan efektif karena ketika kita membaca ulang catatan kita, maka kita harus membaca satu persatu untuk menemukan poin penting dari catatan kita.

Pada bagian atas kita bisa menuliskan nama mata materi, kursus, atau lainnya bersamaan dengan tanggalnya. Pada bagian kiri, beri jarak sekitar 7 cm di kertas catatan, atau bisa disesuaikan dengan lebar kertas untuk membuat kolom petunjuk, seperti kata kunci atau pertanyaan dari materi yang disampaikan. Di bagian kanan, ini adalah bagian paling lebar dalam metode ini, kita bisa menuliskan untuk catatan kita seperti biasa. Terakhir, di kolom paling bawah ada kolom untuk merangkum.

2) Mempersiapkan Peralatan 

Ilustrasi: Mempersiapkan Peralatan | Sumber: Tim Gouw/Pexels

Setelah membuat kolom layout pada catatan. Selanjutnya kita bisa mempersiapkan beberapa alat untuk membantu memaksimalkan catatan kita, seperti alat untuk merekam materi dan spidol atau highlighter warna-warni untuk memberikan warna yang berbeda di tiap bagian catatan. Bisa juga menyiapkan kertas tambahan untuk corat-coretan jika tidak ingin langsung mencatat di kolom yang sudah tersedia. 

4) Review Ulang 

Ilustrasi: Melakukan Review | Sumber: Markus Winkler/Pexels

Setelah mencatat sesuai dengan kolom yang tersedia. Maka kita akan lebih mudah untuk membaca ulang catatan yang sudah ditulis. Jika ternyata catatan ingin ditambahkan agar lebih sempurna, maka kita bisa menambahkan poin-poin dari rekaman materi ke dalam kolom tiap catatan. Selain menyempurnakan materi, kita jadi mudah mengingat kembali materi yang sudah disampaikan.

Setelah catatan yang dibuat sudah lengkap, kita bisa memberi tanda untuk kata kunci dan poin penting yang ada di catatan. Lalu, refleksikan dan renungkan materi yang telah dipelajari. Apakah poin ini penting dan berguna? Bagaimana cara menerapkan poin ini? Atau, kritik apa yang ada di dalam materi ini?

Itulah cara memaksimalkan dengan efektif catatan kita melalui metode Cornell. Metode pencatatan seperti ini memang ditujukan untuk membuat catatan dengan cepat dan singkat, namun dapat mencakup seluruh gambaran dan poin penting dari materi. Dengan begini, selain hemat di waktu, tentu memudahkan pencatat untuk meninjau ulang dan mempelajari materi yang ada.

Leave a Reply

Your email address will not be published.