[Ditulis oleh Hadjar Chanissa Nur Malika, FIKOM 2020]
Mengenali Konsep Indie | Sumber: indiemarket.news

Apa yang pertama kali terlintas ketike mendengar kata ‘indie’?

“Kopi dan Senja”

“Totebag canvas”

“Goodnight Electric, Payung Teduh, Stars and Rabbit? 

Saat ini, kata ‘indie’ rasanya bukanlah sesuatu yang asing lagi di telinga. Terutama di wilayah kota urban dengan berbagai macam latar belakang penduduk, ‘indie’ sudah seperti menjadi salah satu ukuran untuk menilai seseorang. Mulai dari selera musik, fashion, hingga cara berperilaku, semuanya seolah ada bagian yang bernama ‘indie’. Tidak hanya sekadar basa-basi internet, ‘indie’ pun menjadi tren dimana-mana.

Memangnya indie itu apa?

Indie adalah istilah yang berasal dari kata independent alias memiliki makna mandiri, bebas, dan merdeka. Dari istilah ini sudah jelas, bahwa indie bisa diartikan bahwa si seniman membuat karyanya dengan bebas tanpa terikat aturan. Dalam dunia musik, musisi indie melakukan  Do-It-Yourself approach saat memproduksi musik, mulai dari melakukan rekaman sampai publishing dan distribusi lagunya. Beberapa musisi juga ada yang mendirikan label rekaman milik mereka. Inilah yang membuat komposisi dan ‘rasa’ musik mereka sedikit berbeda dengan musisi di jalur mainstream lainnya. Para musisi indie banyak melakukan self-producing sehingga menciptakan pasar mereka sendiri. Inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa orang-orang penggemar musisi indie kadang merasa ‘spesial’. Tentunya karena sebagian dari mereka memiliki selera yang berbeda dari kebanyakan orang. 

Hal ini tentu tidak hanya ada dalam dunia musik. Indie sebetulnya bisa ada di manapun, seperti penerbitan buku, game developer, dan lainnya. Indie banyak dipahami menjadi sebuah ‘genre’, tren fashion, bahkan menjadi sebuah perilaku atau kegiatan. Misalnya, orang-orang dengan style indie seolah punya cara berpakaian hingga berperilaku tersendiri. Seseorang yang memakai canvas tote bag, sepatu merek Converse atau Compass, hingga memakai jaket denim atau kemeja flanel dianggap sebagai fashion indie. Kegiatan minum kopi di kala senja hingga naik gunung juga kerap dihubung-hubungkan dengan kegiatan indie. 

Genre indie dalam musik atau fashion  sebenarnya hanyalah gabungan dari tren yang umum atau modern mainstream yang diberi sedikit perpaduan unsur retro, klasik, atau unsur lainnya yang membuat musik atau fashion terlihat sedikit berbeda. Tren-tren seperti ini menjadikan banyak industri fashion maupun musik yang sudah besar membuat produk seperti ini, sehingga menjadikan seolah indie adalah genre. Seperti adanya perpaduan unsur-unsur vaporwave dan grunge dalam produk yang mereka buat. 

Jadi, jangan salah kaprah menjadikan indie sebagai suatu genre, style, bahkan suatu kegiatan. Kita tentu boleh saja tertarik dengan musik dari musisi indie, buku terbitan indie, atau game dari indie game developer, tapi ingat itu bukanlah sebuah genre dan tidak perlu merasa spesial karena menjadi bagian dari penggemar produksi indie. 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu