IlustrasI: Semangkuk Mie Ayam | Sumber: tokopedia.com

 

Siapa sangka, makanan yang kerap disantap oleh warga Indonesia kala hujan rupanya salah satu bentuk akulturasi budaya dari Indonesia dan Tionghoa. Mie ayam menjadi salah satu sajian favorit masyarakat Indonesia dari semua kalangan. Rasanya yang lezat dan gurih, harganya juga terjangkau dan pas di kantong semua orang. Dibanderol mulai dari harga Rp5.000 hingga Rp20.000.

Mie ayam berbahan utama mie kuning yang dicampur dengan saus yang terdiri dari minyak wijen, kecap asin, dan minyak ayam yang menghasilkan rasa gurih yang pas. Di beberapa tempat, mie ayam juga terdapat campuran pangsit sebagai pelengkap. Mie ayam yang menjadi salah satu makanan favorit masyarakat Indonesia sebenarnya merupakan makanan khas Tiongkok Selatan, terutama dari wilayah pelabuhan Fujian dan Guandong. Di sana, makanan ini sering disebut dengan istilah bakmi. Saat di bawa ke Indonesia, mie ayam masih menggunakan daging babi sebagai topping. Sesuai dengan namanya yakni “Bakmi” yang berarti mie babi. Namun, karena dahulu mayoritas kerajaan di Indonesia merupakan Kerajan Islam, maka topping tersebut akhirnya diganti menjadi daging ayam agar menyesuaikan dengan aturan agama dan budaya ketimuran. “Dalam perkembangannya daging babi diganti dengan daging ayam yang disemur kecap karena mayoritas kerajaan kuno Nusantara merupakan kerajaan Islam,” ujar Chef Edwin Lauw saat dihubungi CNNIndonesia.com, pada Kamis (5/5).

Mi Ayam merupakan makanan yang juga merupakan akulturasi antara budaya Tionghoa dan Indonesia (Nusantara). Pada tahun 1870, banyak orang Tionghoa dan Arab yang singgah dan akhirnya menetap di Jawa. Mi Ayam juga dikenal dengan nama bakmi. Memiliki persamaan yang berbahan dasar tepung terigu, namun pada saat penyajian memiliki perbedaan. Masyarakat Cina melengkapi mi yang disajikan dengan potongan daging babi dan pelengkap dengan bumbu dari minyak babi, sedangkan masyarakat Indonesia menggunakan potongan ayam yang disemur dengan kecap serta memakai minyak ayam.

Ilustrasi: Semangkuk Mie Ayam | Sumber: food.detik.com

 

Di Indonesia sendiri, varian mie ayam semakin kaya dan beragam. Ada mie yamin yang memiliki cita rasa khas manis menggunakan kecap. Bahkan dari cara makannya pun menjadi beragam, ada yang disajikan dengan kuah dipisah atau kuah dicampur dan dimakan langsung bersama mie. Pedagang Bakmi Hok Kian khas China, Giman Widjaja, yang ditemui oleh tim CNN di pergelaran festival kuliner Kampoeng Tempo Doeloe di Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF) 2016 di La Piazza, Kelapa Gading. “Biasanya kalau sebut bakmi, berarti mi yang mengandung minyak babi. Sekarang orang sudah rancu, makan bakmi ayam,” jelas Giman. Dia menambahkan, dulu bakmi menjadi “kata kunci” bagi pedagang untuk menambahkan bumbu dan minyak babi. “Itu cara tradisional. Tapi sekarang sudah berubah,” kata dia.

Uniknya, meskipun turunan dari Tionghoa, namun varian mie ayam di Indonesia memiliki bumbu khas yang tidak bisa ditemukan di negara Cina. Mie ayam di Indonesia telah mempunyai jati dirinya dan menjadi kuliner khas Indonesia. Hal ini dikarenakan di Cina, terutama di daerah Fujian dan Guandong, memang ada menu mi ayam, namun punya wujud dan citarasa berbeda. Di Indonesia sendiri, jika berbicara soal mi ayam, banyak varian dari kawasan daerah. Seperti misalnya Mie Ayam Wonogiri yang berada di Jawa Tengah, Mie Ayam Jakarta, Mie Ayam Bangka, atau mie ayam yang berada di daerah lainnya. Di daerah tersebut, mi ayam banyak dijajakan dalam bentuk gerobak seperti juga di kota-kota besar lain di Indonesia. Dalam mi ayam khas Wonogiri terdiri dari semangkuk mi yang di atasnya diberi potongan ayam semur, sawi rebus, daun bawang, bakso dan pangsit. Mi ini bisa disajikan dengan kuah atau kering. Hal yang membuat berbeda Mie Ayam Wonogiri dengan daerah lain adalah memiliki bumbu yang khas. Rahasia bumbu ini terletak pada racikan minyak ayam yang dibuat menggunakan minyak sayur, jahe, lada, ketumbar, kulit ayam, serta bawang putih.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu