Cara Memaksimalkan Produktivitas Dengan Micro-Productivity

[Ditulis oleh Hadjar Chanissa Nur Malika, FIKOM 2020] 

Ilustrasi: Cara Meningkatkan Produktivitas | Sumber: Cottonbro/Pexels

“Oh masih jam 12.56, nanti aja sekalian jam 1.” 

Scroll Twitter bentar ah…” 

“Satu episode lagi aja deh, nanggung banget…” 

Mungkin kebanyakan dari kita akan sangat familiar dengan kata-kata di atas, nahkan mungkin itulah yang sering kita ucapkan ketika ingin melakukan suatu kegiatan. Banyak dari kita yang merasa nanggung untuk melakukan sesuatu di jam yang kurang tepat. Akibatnya, pekerjaan yang akan kita lakukan menjadi tertunda bahkan sampai bermenit-menit. Kebiasaan nanggung dan berakibat menunda ini justru malah membuang waktu dan tenaga kita. Apalagi, kadang kita menghabiskan waktu kita untuk  hal yang tidak menghasilkan progress apapun dalam pekerjaan kita. Menonton serial, berselancar di internet, atau sekadar membalas pesan yang tidak penting. 

Untuk lebih memaksimalkan produktivitas, kita bisa menggunakan metode micro-productivityApa itu micro-productivity? Mikro produktivitas adalah salah satu metode yang bisa kita gunakan untuk mengerjakan sesuatu dalam waktu yang singkat. Jika biasanya kita butuh waktu berjam-jam untuk melakukan suatu progress, misalnya belajar atau membuat tugas, maka kita hanya memerlukan waktu singkat untuk melakukan suatu progress dengan singkat. Mudahnya, kita bisa mengisi waktu nanggung kita dengan kegiatan yang mengisi progress kita. 

Misalnya, untuk membuat tugas esai, kita perlu waktu 2 jam. Untuk membangun niat dan mood untuk mengerjakan tugas, maka umumnya seseorang akan mengambil waktu sejenak untuk membangun mood mengerjakan tugas. Biasanya, yang akan dilakukan adalah mengambil waktu ini untuk hiburan singkat seperti bermain sosial media atau yang lainnya. Alhasil, waktu berprogress terbuang sia-sia dan tugas esai masih belum tersentuh. Apalagi waktu hiburan ini terkadang lebih dari niat di awal, misalnya 15 menit lebih hingga 1 jam. Lalu, bagaimana cara agar kita bisa melakukan micro-productivity

1) Tentukan Tujuan

Pertama kali yang harus kita lakukan adalah tentukan tujuan kita melakukan progress. Misalnya, hari ini harus mengerjakan tugas poster dengan tujuan lulus di mata kuliah A dengan nilai sempurna. Pastikan semua tujuan yang kita lakukan semuanya detail dan terperinci. Semakin detail, maka pekerjaan kita tidak akan terasa berat dan mudah untuk mencicil progresnya. Tujuan yang kita lakukan semuanya harus benar-benar kita pikirkan secara matang. Maka dari itu, jika ada waktu senggang sebisa mungkin gunakan untuk membuat sesi menentukan tujuan. Tujuan yang kita tulis bisa dipecah menggunakan metode SMART. Dengan begini, kita akan lebih mudah untuk melakukan sesuatu.

2) Mulai dengan Hal Kecil 

Setelah kita punya tujuan, maka yang kita harus lakukan adalah mengidentifikasi kegiatan apa yang membuat kita berprogress untuk mendapatkan tujuan kita. Misalnya, kita mempunyai tujuan lulus di mata kuliah A dengan nilai sempuran. Maka, bisa kita tulis tujuan kita seperti di bawah ini.

Tujuan: Lulus di Mata Kuliah A dengan nilai A+

  1. Tugas Analisa Kasus (sudah dikerjakan dan terkumpul) 
  2. Tugas Resume Jurnal (sudah dikerjakan dan terkumpul)
  3. Tugas Desain Poster (belum dikerjakan, dikumpulkan Selasa Minggu Depan) 

Dari tujuan tersebut, kita bisa pecah tugas kita menjadi hal yang lebih kecil. Hal ini bertujuan agar tugas yang ada tidak terlihat seperti beban. Kita bisa memulainya dengan tugas yang lebih kecil dan mudah dilakukan. Maka kita bisa menuliskannya, seperti contoh di bawah ini: 

 Tugas Desain Poster: 

  1. Cari referensi desain
  2. Buat moodboard
  3. Gambar background poster

Dengan memulai hal yang lebih kecil maka kita akan merasa lebih ringan dan mudah mengerjakannya. Di tiap progressnya, kita bisa menyertakan waktu agar tidak membuang waktu terlalu banyak. Setiap kali ingin mengerjakan mini progress-nya, jangan lupa untuk tidak menunda untuk kegiatan lain.

3) Mulai Membangun Kebiasaan 

Ketika kita sudah bisa mengatur tujuan kita, menentukan tugas atau kegiatan apa untuk mencapai tujuan kita, maka yang selanjutnya yang harus kita lakukan adalah membangun kebiasaan. Jika kita hanya melakukan micro productivity hanya sekali dalam satu tugas, maka sama saja kita akan kembali seperti di awal. Maka dari itu, mulai bangun kebiasaan produktivitas mikro di awal setiap kita ingin melakukan tugas. Dalam membangun kebiasaan ini, kita bisa menggunakan konsep 5 menit. 

Apa itu konsep 5 menit? Mudahnya, konsep 5 menit berjalan seperti ini: Tentukan apa yang ingin kalian lakukan di 5 menit awal. Misalnya ingin membuat desain. Maka, hitunglah 5 menit awal untuk menentukan apakah kalian akan segera melakukan tugas itu atau tidak. Jika lebih dari 5 menit ternyata kita tidak jadi mengerjakan tugas desain, maka segera cari kegiatan lainnya yang bisa membangun mood kita untuk mengerjakan tugas desain, mencari range warna poster misalnya. Setelah kegiatan mencari range warna sudah selesai, jika kita masih ada niat untuk mengerjakan tugas desain, maka segera lakukan tugasnya sekarang. Jika masih malas untuk mengerjakan tugasnya, maka bisa istirahat terlebih dahulu atau mengerjakan pekerjaan lainnya. Namun, selalu ingat, setiap pekerjaan yang kita putuskan selalu ada konsekuensi atau akibatnya. 

Itu tadi adalah tiga cara yang bisa kita lakukan untuk memaksimalkan setiap kegiatan produktivitas kita. Intinya, maksimalkan sedikit waktu yang kita miliki untuk mengerjakan setiap progres yang kita punya; 10 menit, 15 menit, bahkan 1 jam sekalipun, jika kita tidak melakukan kegiatan yang berdampak pada progress kita, maka sama saja kita membuang waktu dengan sia-sia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.