Beberapa Cara Terbaik Mengatasi Burn Out Saat Kuliah

[Ditulis oleh Hadjar Channisa Nur Malika, FIKOM 2020]

Kata burn out seringkali digunakan untuk orang yang sudah bekerja. Namun, sah-sah saja jika orang yang masih berkuliah merasakan burn out. Burn out bisa dirasakan siapapun mulai dari anak SMA hingga orang yang sudah bekerja sekalipun. Dalam kuliah, terkadang banyak sekali tuntutan yang harus dikerjakan sehingga membuat sebagian akan merasa burn out, terlebih jika berada di dalam jurusan yang bukan minatnya. Istilah burn out sendiri biasanya digunakan untuk menggambarkan orang yang terlampau stress akibat pekerjaan yang mempengaruhi kondisi kesehatan fisik dan mental. Burn out yang terlalu lama akan mengakibatkan stress berkepanjangan dan membuat pekerjaan malah tidak terselesaikan. Beberapa ciri ketika burn out  saat berkuliah adalah: 

  • Mudah Lelah dan Malas

Ketika merasa penat, saat mengerjakan tugas kuliah badan dan pikiran akan terasa mudah lelah. Selain itu, ketika ingin mengerjakan sesuatu maka akan merasa malas karena pikiran sudah kalut dan terasa banyak beban.

  • Merasa Salah Jurusan 

Banyak mahasiswa yang merasa salah jurusan ketika sudah mulai berada di pertengahan kuliah, seperti di semester III atau V. Saat mulai stress menghadapi tugas yang mulai menumpuk, mahasiswa akan sering merasa bahwa ia salah jurusan dan menyesali pilihannya untuk berkuliah di jurusan tersebut. 

  • Tidak Maksimal 

Selain menjadi merasa mudah lelah dan malas, burn out pada mahasiswa juga mengakibatkan performa dalam mengerjakan tugas atau projeknya menjadi asal-asalan dan tidak maksimal. Hal ini dikarenakan lelah mental dan fisik yang sangat tinggi sehingga tidak mudah fokus dan berkonsentrasi dalam tugasnya. 

  • Mudah Sensitif 

Mahasiswa menjadi mudah sensitif ketika merasakan burn out. Terlebih jika memiliki masalah pribadi dengan teman atau keluarganya, maka akan mudah sensitif jika disinggung mengenai progress tugasnya. Hal ini umum ditemui pada mahasiswa tingkat akhir yang mulai galau memikirkan tugas akhirnya. 

Jika mulai merasakan gejala burn out, maka segera atasi burn out dengan hal-hal berikut, agar tidak menjadi semakin parah. Cara terbaik mengatasi burn out untuk mahasiswa: 

  • Membuat Skala Prioritas

Mahasiswa memiliki tugas yang beragam, mulai dari paper hingga projek skala besar. Belum lagi, jika mahasiswa sedang aktif di organisasi, ikut kepanitiaan atau volunteer, bahkan bekerja lepas atau mempunyai usaha, maka tugas mahasiswa akan menjadi semakin banyak. Membuat skala prioritas salah satu cara agar terhindar dari burn out. Ketika dirasa pekerjaan sudah mulai menumpuk, maka mencoba menyortir dan membuat perencanaan tugas adalah cara yang efektif untuk menentukan tugas mana yang akan dikerjakan terlebih dahulu. Tidak hanya itu, pekerjaan yang sifatnya tidak memiliki urgensi tinggi bisa dikerjakan belakangan atau didelegasikan. Mengingat mahasiswa yang memiliki tugas berkelompok, tidak ada salahnya untuk meminta bantuan dan mendelegasikan tugasnya kepada teman kerjanya. 

  • Kerjakan Sebisanya 

Salah satu masalah yang membuat mahasiswa burn out adalah ketika ia memiliki perasaan ingin menjadi perfeksionis pada setiap pekerjaan dan tugasnya. Terkadang dari masalah ini membuat mahasiswa menjadi lambat dalam mengerjakan progress tugasnya dan berujung pada tugas yang menumpuk. Dari tugas yang menumpuk ini akan membuat mahasiswa menjadi lelah pikiran dan akhirnya burn out.  Cara untuk mengatasi hal ini adalah, mencoba untuk menjadi realisitis dan mengerjakan tugas sebisanya. Bukan berarti, kita tidak memberikan hasil yang terbaik, namun lebih kepada kerjakan apa yang ada. Tugas lebih baik dikerjakan dan selesai, daripada menunggu ingin sempurna dan berujung tidak kunjung selesai dan menjadi beban baru.

  • Melepas Emosi 

Emosi yang menumpuk di kepala juga menjadi salah satu penyebab burn out. Setiap orang punya cara yang berbeda dalam melepaskan emosinya. Ada yang bercerita kepada orang terpercaya, menyanyi lagu dengan keras, hingga menulis buku harian. Apapun caranya, untuk melepas burn out sebaiknya mencoba untuk melepas emosi dengan cara masing-masing. Dengan melepas emosi, pikiran akan menjadi lebih segar dan rileks untuk mengerjakan hal baru. 

  • Mengubah Gaya Hidup 

Mahasiswa bisa mencoba hal baru dalam hidupnya untuk mengatasi burn out. Jika biasanya seharian hanya berpacu pada tugas, maka mahasiswa bisa mencoba kegiatan yang belum pernah ia lakukan sebelumnya, seperti berolahraga, menulis jurnal, atau melukis. Kegiatan ini bisa dilakukan secara rutin setiap hari agar menjadi jeda mahasiswa dalam mengerjakan tugas. 

  • Piknik Kecil 

Jika masa perkuliahan masih berlangsung dan belum ada waktu libur. Mahasiswa bisa melakukan piknik atau rekreasi kecil-kecilan. Rekreasi ini tidak perlu dilakukan ke luar kota dan dilakukan berhari-hari. Cukup piknik di teras rumah atau berjalan-jalan ke taman kota cukup untuk meredakan lelah pikiran akibat tugas yang menumpuk. 

  • Ambil Cuti 

Jika dirasa burn out sudah sangat akut dan tidak bisa dihindari, maka mengambil cuti adalah jalan terakhir. Sebelum mengambil cuti, pastikan sudah berkonsultasi terlebih dahulu dengan dosen dan orang tua. Saat cuti kuliah, mahasiswa bisa berlibur dan rehat sejenak dari tugas yang ada. Selain itu, ketika mengambil cuti kuliah, mahasiswa bisa mengatur ulang pola dan gaya hidup agar bisa lebih seimbang ketika sudah masuk kuliah kembali. 

Itulah beberapa cara terbaik untuk mengatasi burn out saat kuliah. Burn out  memang menjadi hal yang umum ditemui di lingkup perkuliahan, maka dari itu bukanlah menjadi suatu aib bagi seseorang jika merasa burn out. Jika merasa tanda-tanda burn out, maka bisa dilakukan pencegahan burn out  sedini mungkin.

Leave a Reply

Your email address will not be published.