ABDIMAS: Sharing is Caring!

Ilustrasi: Universitas Ciputra gandeng Desa Wisata Peniwen di Malang Saat Kegiatan Pengabdian Masyarakat | Sumber: SURYAMALANG.com

[Ditulis oleh Ivana Marcelina Setiawan, FIKOM 2019]

Istilah pengabdian  masyarakat sudah tidak asing lagi bagi kalangan mahasiswa. Pengabdian masyarakat merupakan pelaksanaan pengamalan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni budaya langsung pada masyarakat secara kelembagaan melalui metodologi ilmiah sebagai penyebaran Tri Darma Perguruan Tinggi serta tanggung jawab yang luhur dalam usaha mengembangkan kemampuan masyarakat, sehingga dapat mempercepat laju pertumbuhan tercapainya tujuan pembangunan nasional. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini tentunya untuk membentuk pola pikir dan kepribadian stakeholder yang terlibat dalam kegiatan-kegiatannya.

Pengabdian masyarakat dapat meliputi pendidikan pada masyarakat, pelayanan pada masyarakat, kuliah kerja mahasiswa, pengembangan wilayah secara terpadu, dan pengembangan penelitian. Biasanya sasaran kegiatan ini adalah masyarakat luar kampus yang memerlukan bantuan dan petunjuk untuk meningkatkan kemampuan dalam pemecahan masalah untuk menunjang pembangunan. Hal yang diutamakan adalah mereka yang memiliki kedudukan strategis dalam lapiran masyarakat, yaitu antara lain unsur-unsur pimpinan, pemuda atau remaja yang mampu melipatgandakan dan menyebarluaskan hasil kegiatan pengabdian pada masyarakat, serta masyarakat pendidikan khusus.

Salah satu contoh pengembangan wilayah secara terpadu, mahasiswa Universitas Ciputra mengembangkan potensi wisata Desa Wisata Perwira di Malang dengan cara pembinaan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat LPPM Universitas Ciputra di Surabaya. Selain itu LPPM Universitas Ciputra memiliki program jangka panjang untuk mengembangkan potensi pariwisata di Kecamatan Kromengan. Pendampingan yang dilakukan kali ini merupakan bagian dari penerapan mata kuliah Advance Hospitality Innovation. Agar Desa Peniwen semakin dikenal, pihaknya juga menggandeng pengusaha travel yang ada di Kabupaten Malang. Di sisi lain, salah satu mahasiswa Universitas Ciputra beserta rekannya ikut mengembangkan pariwisata di Desa Peniwen dengan memanfaatkan social media. Membikin spot selfie dan melakukan survey tempat mana saja yang bisa dimanfaatkan serta memberikan bantuan sepeda untuk pengunjung menuju lokasi foto.

Terdapat kegiatan khas di Desa Peniwen yakni, Babad Peniwen. Kegiatan itu merupakan sajian rutin pasca Natal dan menjelang tahun baru. Semoga dengan bantuan PPM Universitas Ciputra Babad Peniwen bisa semakin dikenal dan menjadi agenda tahunan para wisatawan. Konsep yang akan dikembangkan ini berupa pengunjung bisa merasakan hidup layaknya warga desa setempat selama beberapa hari. Pengunjung akan merasakan sensasi bertani maupun membajak sawah. Menariknya ada juga aktivitas gepuk bantal yang mengundang decak tawa. Target gambaran dari acara ini seperti, suasana Babad Peniwen dipenuhi dengan canda tawa. Para pengunjung bisa bermain-main di sawah dan memainkan berbagai permainan tradisional, di antaranya gasing dan engklek. Babad Peniwen rencananya akan dijadikan kegiatan tahunan. Para tamu bisa tinggal di rumah-rumah penduduk yang pada saat Babad Peniwen jadi homestay dadakan. Harganya pun terjangkau mulai dari Rp 75.000. Para penyelenggara kegiatan pengabdian masyarakat berharap Babad Peniwen dapat dikenal lagi oleh masyarakat, sehingga jumlah kunjungan ke Peniwen semakin banyak.

Dari semua penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pengabdian masyarakat ini kegiatan yang wajib diselenggarakan. Tujuan yang hendak dicapai dari pelaksanan pengabdian masyarakat adalah:

  1. Bertambahnya kecepatan proses peningkatan kemampuan sumber daya manusia sesuai dengan laju pertumbuhan pembangunan.
  2. Bertambahnya kecepatan upaya pengembangan masyarakat ke arah terbinanya masyarakat yang harmonis serta dinamis yang siap menempuh perubahan-perubahan menuju perbaikan dan kemajuan sesuai dengan nilai-nilai sosial budaya dan norma-norma dalam kehidupan masyarakat berkembang dalam kehidupan masyarakat yang berlaku.
  3. Bertambahnya kecepatan usaha pembinaan institusi dan profesi masyarakat sesuai dengan laju pertumbuhan proses modernisasi dalam kehidupan masyarakat itu sendiri.
  4. Untuk memperoleh umpan balik dan masukan bagi fakultas dalam rangka meningkatkan relevansi pendidikan, diperlukan ahli-ahli yang memiliki kemampuan secara interdisipliner dan multidisipliner.

Kemudian untuk ruang lingkup pengabdian masyarakat adalah pengembangan ilmu pengetahuan teknologi dan seni menjadi produk yang secara langsung dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, penyebarluasan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni budaya menjadi produk yang perlu diketahui dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Usaha ini dapat dilakukan melalui berbagai cara seperti memberikan penyuluhan; menyediakan percontohan, memperagakan, dan menerbitkan media publikasi; penempatan ilmu pengetahuan dan teknologi secara benar dan tepat sesuai dengan situasi masyarakat dan tuntutan pembangunan; pemberian bantuan kepada masyarakat dalam mengidentifikasi masalah yang dihadapi serta mencari alternatif pemecahannya dengan mempergunakan pendekatan ilmiah; dan pemberian jasa pelayanan profesional kepada masyarakat dalam berbagai bidang permasalahan yang memerlukan penanganan secara cermat dengan menggunakan keahlian dan keterampilan yang belum dimiliki oleh masyarakat yang bersangkutan.

Oleh sebab itu, perwakilan pengabdian masyarakt dari pihak kampus harus yang benar-benar dapat diandalkan dan bertanggung jawab supaya kegiatan dan tujuan dapat terlaksana dengan baik dan maksimal. Seperti pada berita di atas, pengabdian masyarakat yang dilakukan Universitas Ciputra bertujuan untuk meningkatkan potensi wisata desa dan bukan merupakan kegiatan yang tidak berbobot. Maka dari itu pihak perwakilan kampus harus mampu membuat target pelaksanaan yang bisa dicapai bersama-sama.

Leave a Reply

Your email address will not be published.