By: Nurul Aisah

Sabtu, 3 Oktober 2020, Fakultas Entrepreneurship dan Humaniora Universitas Ciputra Surabaya menggelar studium generale Becoming Indonesia melalui Zoom dan live streaming Youtube. Pada studium generale kali ini, Pak Dede Oetomo seorang sosiolog dan Aktivis HAM di Indonesia sebagai pembicara dan Gus Aan Anshori sebagai moderator membawakan topik refleksi kritis manusia Indonesia. Para mahasiswa dan dosen yang hadir diajak berdiskusi mengenai berpikir kritis dalam menjadi Indonesia. Lantas Bagaimana cara kita menjadi Indonesia?

Keberagaman yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia menyebabkan masyarakat memiliki banyak sudut pandang untuk menjadi Indonesia. Masyarakat Indonesia masih memandang orang lain berdasarkan latar belakang identitas yang dimiliki orang tersebut seperti suku, ras, agama, adat istiadat. Hal tersebut menyebabkan adanya konsep pribumi, pendatang, kaum minoritas, dan kaum mayoritas yang seringkali menimbulkan konflik dalam masyarakat. Masyarakat Indonesia melupakan bahwa pandangan dan tujuan menjadi Indonesia adalah memperjuangkan keberagaman untuk menjadi satu kesatuan Bangsa Indonesia sehingga keberagaman bukan lagi sebagai permasalahan melainkan kesatuan.

Tidak ada kualifikasi yang ideal dalam menjadi Indonesia baik kelompok minoritas dan mayoritas dapat menjadi bagian Indonesia, Menurut Pak Dede NKRI Harga Mati merupakan slogan yang memiliki pisau bermata dua. Slogan tersebut merupakan nasionalisme menjadi Indonesia yang diwujudkan dalam diri setiap masyarakat Indonesia. Akan tetapi bila diekspresikan secara berlebihan dapat menjadi bahan untuk menyerang kelompok lain. Menjadi Indonesia tidak hanya memandang dari sisi positif saja tetapi juga sisi negatif. Belajar berpikir kritis dari berbagai fenomena dan permasalahan yang ada dalam negeri ini membantu kita untuk lebih sadar dan peduli terhadap tantangan yang dihadapi oleh negara Indonesia.

Setiap zaman memiliki ceritanya tersendiri untuk menjadi Indonesia kini tiba saatnya para generasi muda Bangsa Indonesia untuk bangkit membangun Bangsa Indonesia melalui toleransi dalam keberagaman. Menjadi Indonesia merupakan simbol persatuan dari keberagaman yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia. Belajar dari konflik, permasalahan, dan tantangan mengenai perbedaan sebagai penguat persatuan Bangsa Indonesia bukan menjadi sebuah permasalahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu
Social Share Buttons and Icons powered by Ultimatelysocial