Promosi ala Ciputra
(Antonius Tanan)

Tulisan ini adalah sebuah percakapan imajiner dengan Pak Ciputra, seakan roda waktu yang bisa diputar balik ke 10 tahun yang lalu. Saya bertanya kepada beliau: “Setiap karyawan yang saat ini berada di posisi memimpin memiliki kesempatan untuk mengajukan usulan promosi untuk mereka yang dipimpinnya. Apa yang jadi pemikiran bapak tentang siapa-siapa saja yang pantas dipromosi untuk memperoleh tanggung jawab yang lebih besar?”. Saya membayangkan Pak Ciputra hanya tersenyum, ia memang suka melakukan promosi karena promosi membuka peluang pertumbuhan perusahaan yang lebih cepat dan pada saat yang sama membuka kesempatan untuk setiap talenta unggul dapat berprestasi lebih baik. Ia kemudian mengingatkan saya tentang tiga pertanyaan yang pernah ia sampaikan di dalam seminar atau langsung kepada saya di dalam pertemuan-pertemuan dengan beliau. Saya menyimak sebentar akhirnya saya temukan tiga kalimat Pak Ciputra yang dapat kita gunakan untuk mengevaluasi diri apakah pantas untuk memperoleh kesempatan promosi. Pertanyaan 1: “Kalau kamu hanya mengerjakan seperti yang saya minta maka nilai kamu baru 70” Kalimat ini Pak Ciputra pernah katakan di dalam sebuah pertemuan dengan para dosen. Pesannya sangat sederhana, hanya dua saja. Pertama kewajiban kita untuk melakukan apa yang ditugaskan secara tuntas, itu untuk mendapatkan nilai 70nya. Mendapatkan sisa 30 untuk mencapai nilai 100, dengan cara apakah? Inilah pesan yang kedua yaitu kita harus memikirkan dan memberikan “nilai tambah” terhadap capaian yang pertama itu. Ada berbagai cara untuk memberikan “nilai tambah” tsb. Apakah itu menyelesaikannya dengan waktu yang lebih cepat, kualitas yang lebih baik atau biaya yang lebih murah. “Nilai-nilai tambah” tsb memang harus ada namun itu hanya untuk menjawab pertanyaan yang pertama, masih ada dua pertanyaan lagi. Pertanyaan 2: “Kamu boleh tidak melakukan apa saya minta asalkan lebih baik” Kalimat Pak Ciputra kali ini ia katakan kepada saya di masa ia gencar-gencarnya mengembangkan berbagai inisiatif dan aktivitas untuk menyebar luaskan semangat dan kecakapan entrepreneurship. Ada banyak ide dan aktivitas baru yang diinisiatifkan Pak Ciputra, kerap belum ada contoh sebelumnya. Melalui kalimat diatas Pak Ciputra sesungguhnya memberikan tantangan kepada para profesional untuk bekerja sambil berpikir keras dan bukan sekedar bekerja keras. Ia bahkan memberikan peluang kepada kita untuk “tidak taat” asalkan cara baru yang kita usulkan ternyata berfungsi lebih baik didalam mencapai tujuan yang sama. Ini juga menunjukkan sebuah standar yang Pak Ciputra ingin tanamkan kepada kita semua yaitu untuk bisa berinovasi sedemikian rupa hingga menghasilkan sebuah kebaruan yang tidak diduga oleh pemberi instruksi. Pertanyaan 3: “Apakah kamu tahu siapa yang akan menggantikan kamu?”. Kalimat diatas disampaikan oleh Pak Ciputra sekitar 20 tahun lalu ketika saya masih mengelola mall dan hotel Ciputra. Saat itu Pak Ciputra sedang menghadiri sebuah acara di Hotel Ciputra dan seusai acara ia berjalan ke dalam mall dan datang ke kantor pengelola dimana saya berkantor. Saya tidak menduga ia akan mampir, namun tiba-tiba Pak Ciputra sudah di depan ruangan. Ia menyapa setiap mereka yang sedang bekerja dan ketika saya tepat berdiri di depannya ia bertanya pertanyaan diatas. Saya menjawab dengan segera bahwa saya tahu siapa yang akan dapat menggantikan saya. Pak Ciputra kemudian berkata:”Kalau kamu tidak tahu siapa yang akan menggantikan kamu maka kamu seumur hidup akan duduk di kursi itu saja”. Apa yang dapat disimpulkan? Inilah pesan untuk mereka yang ingin dipromosikan. Pertama kerjakan tugas dan selesaikan target dengan hasil yang lebih baik, kedua hasilkan gagasan-gagasan baru untuk masa depan perusahaan dan terakhir siapkan pengganti anda. Inilah tanda bahwa kita siap untuk dipromosi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu
Social Share Buttons and Icons powered by Ultimatelysocial