Kebermaknaan Yang Tidak Akan Pudar
Kilas Balik DR (HC).Ir.Ciputra

Rabu, 27 November 2019 pukul 01.05 waktu Singapura adalah saat terakhir DR (HC), Ir Ciputra menghembuskan nafas dikelilingi dan ditemani oleh orang-orang yang ia cintai yaitu anggota keluarganya. Sosok ayah, kakek, dan pemimpin yang menjadi suri teladan bagi keluarga dan keluarga besar dari Grup Ciputra telah kembali ke pangkuan penciptaNya. Di usia 88 tahun Bapak Ciputra berpulang dan meninggalkan seorang istri, 4 anak, 4 menantu, 10 cucu, 4 cucu menantu, dan 7 cicit. Perjalanan seorang Ciputra adalah perjalanan anak bangsa yang kaya dengan kebermaknaan walau berbagai badai kehidupan harus ia lalui sejak usia yang masih sangat muda. Bapak Ciputra lahir sebagai anak bungsu dari tujuh bersaudara, di Parigi Sulawesi Tengah di tanggal 24 Agustus 1931 dari sebuah keluarga sederhana namun keSka usianya baru 12 tahun ia “dipaksa” untuk mampu mandiri setelah ayahnya, penopang utama ekonomi keluarga ditangkap oleh tentara penjajah dan Sdak pernah kembali ke rumah. Namun demikian ia memutuskan untuk sama sekali Sdak menyerah pada serangan badai kehidupan dan dalam pergumulan melalui badai-badai kehidupan di usia muda itulah ia mengalami perjumpaan dengan TUHAN untuk pertama kali. Ia memutuskan untuk mengikut Kristus dan jadi seorang Kristen. Selanjutnya hunjaman kesulitan-kesulitan di usia remaja itu hanyalah melecut Ciputra muda untuk jadi sosok yang makin gagah perkasa, ia tumbuh menjadi sosok remaja desa dengan impian besar, seorang pekerja keras yang haus belajar. Tantangan dan kesulitan ternyata membuat jiwa dan semangat entrepreneurshipnya makin tertempa. Di dalam pusaran entrepreneurship itulah ia menemukan kebermaknaannya yang terus berlanjut hingga Tuhan Maha Pencipta menjemputnya pulang. Perjalanan hidupnya yang kaya dengan asam dan garam kehidupan telah menuntunnya untuk menemukan muSara-muSara kehidupan yang sangat berharga. Bapak Ciputra menyebut “muSara-muSara” tsb sebagai IPE atau “Integritas, Profesionalisme & Entrepreneurship”. Ia menetapkan dan mencanangkan kepada karyawan-karyawannya bahwa menjalankan bisnis haruslah berdasarkan Sga pilar filosofi itu yaitu Integritas, Profesionalisme dan Entrepreneurship. Bapak Ciputra sangat yakin bahwa dengan melakukan IPE secara konsisten maka IPE akan menghentar seSap organisasi dapat mempertahankan keunggulannya secara berkelanjutan. Ruh dan enersi dari “Integritas, Profesionalisme & Entrepreneurship” sesungguhnya sudah menyatu dan mengisi jiwa Bapak Ciputra sejak usia muda tanpa ia sadari sendiri bahwa itu dapat ia namakan sebagai IPE. Melalui spirit “IPE” yang tertanam dalam dirinya ia dapat membangun prestasi akademik selama ia di bangku sekolah dan kemudian menjadi mahasiswa ITB di Bandung dan lulus sebagai seorang arsitek di tahun 1960. Seusai ITB, Bapak Ciputra dengan cara yang cerdas dan kreaSf berhasil mengintegrasikan kecakapan arsitektur yang dimilikinya dengan naluri entrepreneurshipnya sehingga kemudian ia dapat dikenal sebagai seorang pelopor bidang usaha properS di Indonesia. Karya utama yang pertamanya adalah di tahun 1960-an keSka ia berhasil menggandeng Pemerintah DKI Jakarta untuk membentuk PT Pembangunan Jaya. Proyek pertamanya adalah membangun sebuah pusat belanja modern pertama di Indonesia di atas lahan seluas 15 hektar, yang kemudian dikenal sebagai Proyek Pasar Senen. Belum selesai membangun proyek Pasar Senen, Pak Ciputra mulai menggagas pembangunan proyek monumental lainnya di bagian utara kota Jakarta di atas lahan rawa yang Sdak produkSf seluas 550 hektar, yaitu Taman Impian Jaya Ancol. Dengan konsep dan gagasan beliau, Ancol berubah menjadi kawasan pariwisata terpadu bertema pantai, yang dilengkapi conven&on center, perhotelan, pasar seni, wisata belanja, water park, taman rekreasi keluarga dan wisata pantai. Selanjutnya melalui Grup Jaya juga, Pak Ciputra berkontribusi mengembangkan Kota Satelit Bintaro Jaya yang dimulai pada tahap awal di areal seluas 100 hektar. Kini, Bintaro Jaya telah berubah menjadi kota satelit dengan areal seluas 2.321 hektar yang didalamnya berisi hunian, mal, hotel, pusat kuliner, dan pertokoan. Bapak Ciputra menemukan kebermaknaan keSka “mengubah sampah dan rongsokan menjadi emas”, sesuatu yang diangap Sdak bernilai berhasil diubah jadi sangat bernilai. Itulah yang ia katakan bahwa ber”entrepreneur” bukan sekedar berdagang. Kebermaknaan berikutnya dari Bapak Ciputra ia temukan keSka ia dapat membangun sebuah kerja sama Sm yaitu keSka ia membangun persahabatan sekaligus membangun usaha bisnis bersama-sama. Sepuluh tahun setelah ia merinSs Grup Jaya di tahun 1970-an, Pak Ciputra bersama teman-teman koleganya mendirikan Grup Metropolitan. Kerja sama para sahabat ini berhasil mengembangkan sederet karya monumental di bawah kendali Grup Metropolitan. Bekerjasama dengan Grup Salim, dikembangkanlah kawasan Pondok Indah yang merupakan hunian presSsius elit seluas lebih 500 hektar di Selatan Kota Jakarta yang terdiri dari perumahan, mal, hotel, perkantoran, lapangan golf, apartemen, dan rumah sakit. Kini Rumah Sakit Pondok Indah dan Mal Pondok Indah 1&2 merupakan beberapa fasilitas pendukung yang turut dibangun dalam kawasan Pondok Indah ini. Setelah itu, Grup Metropolitan mengembangkan kompleks perkantoran modern World Trade Center (WTC) di pusat bisnis Kota Jakarta yang terdiri dari 5 tower dari rencana pengembangan 7 tower. Selain itu, Bapak Ciputra juga terlibat mengembangkan kawasan hunian presSsius lainnya di bagian Barat Jakarta, yaitu Puri Indah lengkap dengan RSPI Puri Indah dan Mal Puri Indah Jakarta. Di bawah Grup Metropolitan ini pula, Bapak Ciputra memiliki visi untuk melakukan diversifikasi bisnis dan masuk di bidang teknologi dengan mendirikan Metrodata, yakni sebuah perusahaan yang bergerak bidang bisnis teknologi informasi. Di usia senjanya bila ia berkumpul dengan mereka yang menjadi mitra kerja samanya maka terdapat lebih dari 100 pengusaha yang menjadi mitra kerja sama dalam pengembangan proyek bisnis di berbagai pelosok Indonesia. Bapak Ciputra menemukan kebermaknaan keSka ia dapat membangun keberhasilan secara bersama-sama. Ia pernah mengatakan “KeSka saya bekerja sama dengan orang lain maka saya akan menjadi mitra yang bekerja paling keras” Oleh karena prinsip seperS inilah Bapak Ciputra dapat memperoleh kepercayaan untuk mensinergikan kekuatan Grup Metropolitan, Grup Jaya, Grup Salim, dan Grup Sinarmas keSka untuk pertama kali ia menggagas pembangunan kota mandiri di Indonesia, yakni Bumi Serpong Damai. Bumi Serpong Damai merupakan sebuah kawasan hunian terpadu di Tangerang Selatan dengan luas sekitar 6.000 hektar terdiri dari hunian, mal, hotel, universitas, perkantoran, kompleks pertokoan, dan lapangan golf. Kebermaknaan adalah sesuatu yang teramat penSng dan Bapak Ciputra oleh karena itu di usia 50 tahunan kembali menorehkan kebermaknaan yang baru, ia memutuskan untuk menciptakan kebermaknaan bagi keluarganya sendiri. Ia bersama anggota keluarganya mendirikan Grup Ciputra sebagai perusahaan keluarga dan perusahaan keluarga ini berbeda dengan kebanyakan perusahaan keluarga yang lain. Biasanya usaha bisnis perusahaan keluarga dibangun oleh generasi 1 dan selanjutnya dilanjutkan oleh generasi 2. Bapak Ciputra bukan mewariskan bisnis kepada anak dan menantu namun mengajak mereka memulai bersama dari nol, ia menjadi mentor dan generasi lebih muda menjadi mentee. Melalui cara ini segala visi, jiwa, karakter dan ketrampilan entrepreneurship yang dimilikinya diwariskan kepada anggota keluarga yang lebih muda melalui interaksi-interaksi langsung keSka mereka bersama mewujudkan proyek-proyek entrepreneurial untuk Grup Ciputra. Inilah peran ayah yang sangat penSng yang telah dilakukan oleh Bapak Ciputra, ia mewariskan “ilmu”nya kepada anak-anak dan para menantunya dengan cara mengerjakan proyek-proyek bisnis secara bersama-sama. Proyek perdana Grup Ciputra berada di kawasan barat Jakarta yang dikenal dengan nama CitraGarden City dan dalam waktu 38 tahun Grup Ciputra merambah ke seluruh Indonesia dan hadir di 3 negara Asia. Secara keseluruhan layanan Grup Ciputra kepada masyarakat melipuS pengembang perumahan, perkantoran, pusat perbelanjaan, hotel, apartemen, fasilitas rekreasi, kesehatan, agrikultur, telekomunikasi, pendidikan, pusat kesenian, perkebunan, media, telekomunikasi dan teknologi informasi. Melalui kolaborasi ayah dengan anak dan menantu ini, Bapak Ciputra telah mengajarkan dan memperlihatkan sendiri kepada para penerusnya rahasia penSng dalam bisnis properS yaitu “membangun kota adalah membangun kehidupan” yang didasarkan pada 3 nilai utama yaitu Integritas, Profesionalisme dan Entrepreneurship. Apa yang telah dilakukannya di Grup Ciputra bersama dengan keluarganya kini berbuah lebat, saat ini Grup Ciputra juga telah mengembangkan lebih dari 130 proyek yang tersebar di 44 kota di Indonesia. Beberapa proyek monumental dan ikonik yang telah dibangun Grup Ciputra di Indonesia antara lain CitraGarden City Jakarta, CitraLand Surabaya, CitraRaya City Tangerang, CitraIndah Jonggol, CitraGran Cibubur, Ciputra World Jakarta, Ciputra World Surabaya, CitraLand City Losari Makassar, Hotel dan Mal Ciputra Jakarta, Hotel dan Mal Ciputra Semarang. Grup Ciputra juga sudah melebarkan sayap bisnisnya ke beberapa negara di Asia yakni Shenyang (China), Jiaxing (China), Hanoi (Vietnam), Kolkata (India) dan Phnom Penh (Kamboja). Berentrepreneur dalam bidang properS memang sudah merupakan “darah dan daging” seorang Ciputra, kemampuannya teruji dengan sukses merinSs dan membesarkan Sga grup korporasi yakni Grup Jaya, Grup Metropolitan, dan Grup Ciputra. Secara keseluruhan Bapak Ciputra adalah bagian yang tak terpisahkan dari berdirinya 81 proyek residensial skala besar, 30 tower apartemen, 16 sekolah, 4 universitas, 14 hotel, 13 mal, 12 perkantoran, 7 rumah sakit, 3 theme park, 3 vila, 2 pasar modern, dan 5 pergudangan. Kebermaknaan berikutnya bagi seorang Ciputra adalah kebermaknaan keSka melakukan kebaruan yang berdampak nyata bagi masyarakat. Di masa usia senjanya ia masih terus menyemangaS para penerusnya untuk mewujudkan impian demi impian untuk mencapai yang lebih baik lagi. Dalam seSap kesempatan, beliau selalu menyebarkan semangatnya dan memberikan teladan tentang inovasi yang tak boleh berhenS dan dalam kalimatnya sendiri ia pernah mengatakan “my best project is my next project”. Namun demikian terciptanya proyek-proyek baru yang inovaSf bukanlah puncak dari kebermaknaannya karena pada akhirnya sesama manusialah yang harus merasakan dampak posiSfnya. Bapak Ciputra menemukan kebahagiaan dan kebermaknaan keSka proyek-proyek bisnisnya berhasil menyediakan lapangan kerja dan kehidupan bagi keluarga-keluarga para pekerjanya. Ia bahagia sebagai seorang entrepreneur keSka berhasil menciptakan lapangan kerja bagi sesamanya, ia pernah mengatakan “saya bukan sekedar pembangun perumahan saya ingin membangun kehidupan”. Namun proyek-proyek itu dengan segala lapangan pekerjaan yang tercipta ternyata bukanlah akhir dari perjalanan baSn seorang Ciputra menuju puncak kebermaknaan yang selalu ia cari. Ia pernah mengatakan bahwa “seorang entrepreneur sejaS adalah sentrepreneur yang dapat menghasilkan entrepreneur-entrepreneur baru”. Kalimat ini menjadi awal dari sebuah aksi baru di dalam hidupnya yaitu membawa “obor” entrepreneurship melintas Indonesia. Bapak Ciputra memiliki keyakinan penuh bahwa Indonesia yang lebih sejahtera adalah Indonesia yang memiliki lebih banyak anak bangsa dengan semangat dan ketrampilan entrepreneurship. Entrepreneurship adalah harta sejaS seorang Ciputra yang telah terbukS dapat mengubah kehidupannya secara kreaSf dan dramaSs dan ia percaya bahwa lompatan katak atau “quantum leap” untuk Indonesia dapat tercapai bila Indonesia bisa jadi “negara Entrepreneur”. Di tahun 2006 ia memulai kampanye pribadi menyalakan inspirasi, semangat dan keterampilan entrepreneurship ke seluruh nusantara kepada berbagai ragam latar belakang masyarakat mulai dari siswa, mahasiswa hingga alumni perguruan Snggi, para pekerja migran dan juga para pengusaha nasional, pejabat pemerintah dan juga akSvis LSM. Ia sengaja mencari dan mendatangi mereka yang dirasanya dapat jadi inisiator atau katalisator entrepeneurship untuk bangsa atau juga yang membutuhkan entrepreneurship bagi masa depannya. Sebuah kisah yang Sdak boleh dilupakan adalah keSka seorang Ciputra meneteskan air mata melihat perjuangan pekerja migran di luar negeri dan kemudian setelah itu ia menginisiasi pembelajaran entrepreneurship untuk ribuan pekerja migran Indonesia di berbagai negara agar mereka dapat mengecap pembelajaran “entrepreneurship Ciputra Way”. Kisah lain yang dramaSs adalah keSka ia menitahkan salah seorang direkturnya untuk memberikan ketrampilan entrepreneurship kepada mereka yang kerap dianggap “hina” oleh masyarakat yaitu mantan pekerja seks yang telah berusia. Titah ini diSndak lanjuS dengan hadirnya program pemberdayaan entrepreneurship untuk warga terdampak penutupan lokalisasi di Dupakbangunsari Surabaya di tahun 2014. Jiwa filantropis Bapak Ciputra Sdak terbatas hanya di dalam karya entrepreneurship di bidang bisnis. Ia menjelajah dan merambah melompaS tembok-tembok pembatas dunia bisnis. Ia juga akSf berkegiatan di bidang sosial kemasyarakatan seperS pengembangan olahraga, seni budaya dan penyelenggaraan pendidikan. Ia adalah pendiri Klub Bulu Tangkis Jaya Raya yang sukses mengantar Susi SusanS menjadi peraih medali emas pertama untuk Indonesia di pesta olah raga Olympiade. Bapak Ciputra juga sangat mencintai dunia seni, terutama seni lukis dan seni patung. Berangkat dari kecintaan tersebut, dia mendirikan Ciputra Artpreneur, sebuah pusat seni yang terdiri dari Theater, Gallery, dan Museum. Theater Ciputra Artpreneur merupakan venue pertunjukan berskala internasional berkapasitas 1.157 tempat duduk, dilengkapi dengan sound system yang lengkap. Ciputra Artpreneur juga memiliki gallery dan exhibiSon center seluas 1.500 meter persegi dan museum. Ciputra Artpreneur ini dibangun di sebuah kompleks CBD mixed-used Ciputra World 1 Jakarta yang terintegrasi dengan mal, perkantoran, hotel, dan apartemen. Di dalam bidang pendidikan Bapak Ciputra berkontribusi nyata dengan mendirikan, ikut mendirikan atau terlibat di sejumlah yayasan pendidikan dan sosial antara lain Yayasan Don Bosco, Yayasan Ciputra Pendidikan, Yayasan Tarumanegara, Yayasan Citra Kristus, Yayasan Jaya Raya, Yayasan Citra Berkat dan lainnya. Tercatat sekurangnya ada 4 universitas dan 16 sekolah yang ikut didirikan dan/atau dikelolanya melalui yayasan-yayasan tersebut, seperS Universitas Ciputra, Universitas PraseSya Mulya, Universitas Tarumanagara, Sekolah Ciputra Surabaya, Sekolah Citra Berkat, Sekolah Citra Kasih, Metland School dan Sekolah Don Bosco. Sampai sekarang, lembaga pendidikan ini telah mendidik dan meluluskan lebih dari 100 ribu orang. Kiprah nyata untuk masyarakat ini tentu saja terlihat dan dirasakan langsung oleh masyarakat maupun pemerintah. Tidaklah mengherankan bila Bapak Ciputra selama hidupnya telah mendapatkan penghargaan dari Presiden Republik Indonesia antara lain Tanda Kehormatan Satyalencana dalam bidang Pembangunan, Tanda Kehormatan Satyalencana KebakSan Sosial, dan Tanda Kehormatan Satyalencana Pembangunan dalam Pengembangan KUD & Pengusaha Kecil. Secara keseluruhan selama hidupnya Bapak Ciputra telah menerima lebih dari 80 penghargaan dari berbagai insStusi nasional dan internasional lainnya. Sosok DR(HC) Ir. Ciputra sudah meninggalkan keluarganya, perusahaannya dan tanah air yang dicintainya namun ia telah meninggalkan kebermaknaan yang Sdak akan pudar. Ia telah “mewariskan” lapangan pekerjaan, kota-kota baru, fasilitas berbisnis, fasilitas olah raga dan rekreasi, sarana pendidikan dan yang paling mahal ia telah memberikan dirinya dan ilmunya sendiri untuk masa depan masyarakat yang lebih baik dengan menyalakan api entrepreneurship untuk Indonesia yang ia cintai. Ia juga meninggalkan sebuah kesimpulan sederhana namun utama yang diungkapkannya di usia 87 tahun keSka ia sudah berada di puncak-puncak keberhasilannya seperS tertulis di buku biografi Ciputra, The Entrepreneur halaman 396 yaitu “Sampai hari ini saya masih sering takjub pada keajaiban yang sulit dipercaya itu. Saya tak menemukan hikmah lain selain bahwa…….. semua itu merupakan kuasa Tuhan. Tiada lain” Ini adalah pengakuan iman yang patut menginspirasi kita semua yaitu kita memang bisa berusaha namun Sang Maha Kuasa yang jadi penentu. Perjuangan menuju kebermaknaan utama ternyata membawa Bapak Ciputra membangun impian yang harus melampaui batasan usia manusia. Di tahun 2008 di sebuah pertemuan membahas entrepreneurship di kota Medan ia menyampaikan impian haSnya dengan kalimat-kalimat yang puiSs yaitu: I Have A Dream Saya memimpikan 25 tahun lagi akan lahir 4 juta entrepreneur baru di Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke, dari pesisir sampai pegunungan, dari desa sampai kota-kota besar. Anak petani, anak nelayan, anak guru, anak buruh, anak pegawai negeri, anak polisi, anak tentara menjadi entrepreneur. (DR.Ir.Ciputra) Sebuah puisi sederhana dari haS seorang Ciputra yang memperlihatkan kepada kita semua bahwa kebermaknaan yang utama adalah terletak pada kebermaknaan bagi sesama. Kita menjadi bermakna keSka berhasil membuat sesama jadi bermakna atau makin bermakna. Itulah makna utama dari “kebermaknaan yang Sdak pernah pudar” dan itulah yang telah dilakukan DR(HC).Ir Ciputra. Selamat jalan pak Ciputra, tokoh bisnis properS, entrepreneurship dan pendidikan entrepreneurship dari Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Social Share Buttons and Icons powered by Ultimatelysocial