Arsip Keluarga dan Sejarah Sosial

Arsip Keluarga dan Sejarah Sosial

Narasi sejarah tidak hanya dimiliki oleh sang pemenang ataupun sang penguasa. Setiap orang dapat menuliskan narasi sejarahnya sendiri sehingga sejarah dapat menjadi milik bersama bukan hanya kelompok tertentu.

Pada Sabtu, 14 November 2020 studium generale Becoming Indonesia yang diadakan oleh Fakultas Entrepreneurship dan Humaniora Universitas Ciputra mengundang Bapak Ayos Purwoaji seorang kurator muda sebagai pembicara dan Bapak Ahmad Ryan Pratama sebagai moderator. Melalui studium generale Becoming Indonesia dengan topik arsip keluarga dan sejarah sosial, mahasiswa dapat mengenal dan menuliskan narasi sejarah dari lingkup terkecil yaitu keluarga menggunakan arsip-arsip keluarga.

Sebuah arsip seringkali dilupakan, dianggap tidak bermanfaat, dan hanya dinikmati oleh diri sendiri. Tanpa disadari sebenarnya arsip memiliki banyak kegunaan untuk menjelaskan atau menuliskan peristiwa-peristiwa dalam hidup manusia. Arsip memiliki arti sebagai suatu hal yang terbuka dan memiliki berbagai sudut pandang untuk diinterpretasikan. Jika selama ini kita beranggapan bahwa arsip merupakan bukti fisik atau dokumen-dokumen lama ternyata arsip memiliki berbagai macam jenis. Faktanya arsip dapat berupa foto, video, koleksi, bangunan, pusaka, surat, postcard, pengetahuan, ingatan, mitos, dan sebagainya.

Lantas apa hubungan antara arsip dengan menuliskan sejarah keluarga? Setiap keluarga pasti memiliki arsip secara fisik, tulisan, verbal, ataupun ingatan yang dapat dimanfaatkan untuk menuliskan sejarah keluarga. Perkembangan zaman yang semakin lama semakin maju menyebabkan penulisan narasi sejarah menggunakan arsip keluarga berkembang secara signifikan dan sering disebut sebagai citizen archivists. Setiap individu dapat menuliskan sejarah keluarganya dimulai dengan arsip sederhana seperti foto ataupun cerita dari orangtua. Melalui penulisan narasi sejarah keluarga, kita dapat melihat berbagai fakta unik, peristiwa, dan menelusuri identitas mengenai keluarga kita.

Kemajuan zaman menyebabkan setiap orang dapat mengabadikan setiap momen yang dialami oleh dirinya sendiri ataupun keluarganya menggunakan kamera. Berkat kemajuan zaman setiap individu dapat menampilkan narasi sejarah keluarganya tidak hanya berbentuk tulisan, pameran, ataupun berupa museum tetapi juga dapat ditampilkan melalui media sosial. Melalui penulisan narasi sejarah keluarga setiap individu dapat mengenang dan mengingat sejarah keluarganya melalui sebuah tulisan sehingga sejarah dalam suatu keluarga tidak terlupakan.

-Nurul Aisah-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *