Agama dan Pancasila: “Saling Menjaga atau Menjagal?”

Agama dan Pancasila: “Saling Menjaga atau Menjagal?”

Tanpa Pancasila negara akan bubar – Gus Dur

Pada Sabtu, 31 Oktober 2020 Fakultas Entrepreneurship dan Humaniora melaksanakan studium generale mata kuliah Pancasila. Melalui studium generale kali ini, bersama dengan Gus Aan Anshori sebagai pembicara dan Bapak Adrian Perkasa sebagai moderator membahas topik mengenai agama dan pancasila. Melalui topik tersebut mahasiswa diajak untuk melihat hubungan antara agama dan pancasila dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Sila pertama dalam Pancasila merupakan representatif bahwa Bangsa Indonesia mengakui keberadaan Tuhan Yang Maha Esa. Setiap masyarakat Indonesia dapat bebas memeluk serta menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. Akan tetapi perjalanan agama dan Pancasila tidak seindah yang kita bayangkan. Agama dan Pancasila memiliki sejarah yang panjang salah satunya adalah perubahan sila pertama Pancasila pada Piagam Jakarta.

Sebelum disahkan sila pertama dalam Pancasila berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa dengan kewajiban  menjalankan syariat islam bagi pemeluknya” menuai berbagai protes dari berbagai golongan. Sila tersebut dianggap tidak mencerminkan keberagaman umat beragama di Indonesia dan seakan-akan hanya mengakui satu agama saja yaitu islam. Setelah berdiskusi dengan berbagai tokoh lintas agama sila pertama Pancasila diubah menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa.” Perubahan tersebut menunjukkan adanya pengakuan negara terhadap berbagai agama yang dipeluk oleh masyarakat Indonesia dan sebagai bentuk toleransi antar umat beragama bahwa seluruh masyarakat Indonesia bebas memeluk agama ataupun kepercayaan dan menjalankan ibadahnya masing-masing.

Lantas mengapa agama dan pancasila harus saling menjagal?

Saat ini sangat disayangkan jika terdapat kelompok-kelompok agama yang ingin mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi agama. Makna Agama dan Pancasila seakan lebur dengan doktrin bahwa ideologi agama yang paling benar dan dapat menggantikan Pancasila. Akan tetapi sejatinya agama dan Pancasila saling berkaitan tidak hanya dalam kehidupan beragama saja tetapi juga seluruh aspek kehidupan. Agama menjadi landasan dasar setiap manusia untuk menjalani kehidupan sesuai dengan ajaran masing-masing yang kemudian dituangkan secara universal dalam Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara masyarakat Indonesia. Dengan demikian agama dan Pancasila bukanlah saling menjagal namun saling menjaga dengan cara saling menghargai dan bertoleransi terhadap seluruh aspek kehidupan dalam masyarakat tak terkecuali agama.

-Nurul Aisah-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *