Perihal Cerpen

“Mesin sudah bisa berpikir seperti manusia, tapi satu hal yang mesin tidak bisa lakukan yaitu merasa.”

Jumat (30 Oktober 2020) Studium Generale Bahasa Indonesia mengundang Prof. Budi Darma Ph.D untuk berbincang-bincang perihal cerpen, dengan moderator Ma’am Shierly Novalita Yappy. Prof. Budi Darma adalah seorang penulis cerpen, akademisi dan sastrawan. Beliau terkenal dengan karyanya, baik dalam ranah akademis (Solilokui) maupun pernovelan (Olenka) yang telah mendapatkan banyak perhatian dan penghargaan.

Perihal cerpen, bagaimana asal mula cerpen? Prof. Budi Darma menjelaskan bahwa pada awalnya sebuah cerita muncul dikarenakan manusia dapat mengartikulasikan apa yang ingin disampaikan. Permulaan cerpen di Indonesia dipelopori oleh Soeman Hs yang terkenal dengan cerita-cerita yang singkat dan jenaka. Salah satu karya beliau adalah “Air yang Berlaga” yang bercerita tentang seorang anak yang gemar membual. Karya-karya Soeman Hs mengikuti konsep cerpen yang umum pada tahun 20-an yaitu sebagai hiburan singkat yang dapat dibaca dimana-mana. Adapun tokoh yang mempelopori cerpen di Eropa adalah Edgar Allan Poe. Berbanding terbalik dengan karya Soeman Hs, cerita-cerita Poe mengangkat tema suram. Seringkali karakter utama dalam cerita Poe memiliki penyakit jiwa. Salah satu cerpen Poe adalah Tell Tale Heart yang bercerita tentang pembunuhan.

Dengan melihat dan memahami karya-karya penulis tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa cerita pendek tentunya singkat, dapat dengan cepat menarik minat pembaca, tidak bertele-tele dan plot beserta akhiran yang menarik. Lantas, bagaimana cara menulis cerpen? Ternyata tidak memerlukan talenta khusus untuk menulis cerpen, modal yang dibutuhkan hanyalah intelektualisme yaitu sering membaca dan mengikuti perkembangan zaman. Inspirasi hanyalah 1% dari proses penulisan cerpen, sisanya adalah kerja keras dan benar-benar menulis. Menulis cerpen adalah hal yang mudah tetapi pada saat yang sama juga sulit, tetapi dengan ketekunan dan kerja keras, menulis cerpen bukanlah hal yang mustahil.

-Jennifer Esther-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *