Mengenal Ahmadiyah – Perjuangan Kebangsaan yang Dilupakan

Mengenal Ahmadiyah – Perjuangan Kebangsaan yang Dilupakan

Salah satu kelompok Agama Islam yang tersingkir dan terlupakan karena ajarannya dianggap sesat berdasarkan Fatwa MUI 1980 dan 2005 adalah Ahmadiyah. Melalui studium generale yang diadakan oleh Fakultas Entrepreneurship dan Humaniora Universitas Ciputra Surabaya pada Sabtu, 24 Oktober 2020 mengundang Bapak Ekky Mubarik sebagai narasumber dari Jama’ah Ahmadiyah Indonesia dan Bapak Aan Anshori sebagai moderator membahas topik mengenai mengenal Ahmadiyah. Pada studium generale kali ini, mahasiswa diajak untuk mengenal muslim Ahmadiyah dan kontribusinya terhadap perjuangan kebangsaan Indonesia yang terlupakan.

Jama’ah Ahmadiyah seringkali tidak dianggap sebagai seorang muslim karena dinilai sesat dan melenceng dari ajaran Agama Islam yang sebenarnya. Lantas apa itu Kelompok Ahmadiyah? Kelompok Ahmadiyah merupakan salah satu golongan dalam Agama Islam yang mempercayai bahwa Imam Mahdi telah datang ke dunia. Kelompok ini pertama kali didirikan di Hindustan atau India pada akhir tahun 1800-an oleh Mirza Ghulam Ahmad. Jama’ah Ahmadiyah mempercayai bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah pendiri sekaligus Imam Mahdi yang datang ke dunia untuk membela islam pada pertempuran agama yang terjadi di daerah Hindustan atau India saat itu. Setelah Mirza Ghulam Ahmad meninggal pemimpin Ahmadiyah bukan disebut Imam Mahdi tetapi sebagai Khalifah rohani atau pemimpin agama yang sama dengan Sri Paus dalam ajaran Khatolik.

Di Indonesia Ahmadiyah mulai dikenal karena tiga mahasiswa Indonesia di Hindustan yaitu M. Ahmad Nuruddun, M, Abu Bakar Ayyub, dan M. Zaini Dahlan mengundang Ahmadiyah dalam suatu acara. Kemudian melalui mubaligh Ahmadiyah yaitu Maulvi Rahmat Ali ajaran kelompok Ahmadiyah disebarkan pertama kali ke Indonesia tepatnya di daerah Malaka dan Banda Aceh. terdapat fakta-fakta menarik terhadap kontribusi kelompok Ahmadiyah pada Bangsa Indonesia dimulai pada zaman pergerakan nasional hingga saat ini yang dilupakan oleh masyarakat Indonesia.

Pengaruh Ahmadiyah pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia adalah melalui buku-buku yang ditulis oleh Mirza Ghulam Ahmad yang mempengaruhi pemikiran Bapak Bangsa Indonesia seperti H.O.S Tjokroaminoto, Agus Salim, dan Soekarno. Mereka berpendapat bahwa tulisan-tulisan dalam buku Mirza Ghulam Ahmad bersifat rasional, wawasan luas, modern, dan logis sehingga tidak serta merta doktrin yang memaksa untuk diikuti. Salah satu pahlawan perjuangan kemerdekaan yang menganut ajaran Ahmadiyah di akhir masa hidupnya adalah W.R Supratman. Selain itu, Khalifah kedua Ahmadiyah yaitu Mirza Bashirudin Mahmud Ahmad, RA memiliki pengaruh yang besar terhadap kemerdekaan Indonesia. Pada saat itu beliaubersama dua juta jama’ah Ahmadiyah dari seluruh dunia turut mendoakan warga Indonesia, menyerukan negara Timur Tengah sampai Amerika untuk mengakui kemerdekaan Indonesia dan menuliskan di koran mengenai perjuangan rakyat Indonesia melawan Belanda.

Di Indonesia seorang Mubaligh Ahmadiyah yaitu Sayyid Syah Muhammad membantu rakyat Indonesia berjuang melawan Belanda dengan cara mendirikan posko bantuan makanan, pakaian, dan uang untuk biaya perang. Tidak hanya itu saja ia juga mendirikan kelompok legiun tentara dari warga Pakistan untuk membantu perjuangan rakyat Indonesia serta menyebarkan berita perjuangan Indonesia dan pengakuan kedaulatan Indonesia melalui RRI siaran Internasional. Kontribusi Ahmadiyah tidak hanya itu saja tetapi juga di masa setelah kemerdekaan. Masyarakat dari kelompok Ahmadiyah terus memberikan kontribusi dan prestasinya kepada Indonesia melalui berbagai bidang seperti olahraga, ilmu pengetahuan, perekonomian, pertambangan, dan sosial. Kontribusi Ahmadiyah terhadap Bangsa Indonesia merupakan wujud nyata ketulusan hati para jama’ah Ahmadiyah untuk berbuat baik kepada sesama sesuai dengan perintah agama dan Allah SWT. Melalui hal tersebut kita dapat melihat dan memahami kelompok Ahmadiyah dari sisi yang lain serta belajar untuk mengapresiasi perbedaan dan persamaan yang ada di negeri ini. Terlepas dari kelompok Ahmadiyah yang dikucilkan dan disingkirkan bahwa kita sebagai warga negara Indonesia memiliki hak yang sama untuk bebas menganut keyakinan atau agama dan beribadah sesuai dengan keyakinan masing-masing tidak terkecuali kelompok Ahmadiyah.

-Nurul Aisah-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *