Menulis Puisi, Ekspresi Hati dan Aspirasi

Menulis Puisi, Ekspresi Hati dan Aspirasi

Tiada hari tanpa puisi

Puisi selalu ada dalam setiap komunikasi

Tidak hanya sekadar ide tetapi juga ekspresi hati

Ada yang berbeda dari studium generale Bahasa Indonesia yang diadakan pada Sabtu, 10 Oktober 2020 oleh Fakultas Entrepreneurship dan Humaniora Universitas Ciputra Surabaya. Studium generale dengan topik menulis puisi, ekspresi hati dan aspirasi tidak hanya mengajarkan mahasiswa untuk menyajikan puisi dengan baik dan benar tetapi juga mengulas seputar poetrypreneur. Bersama Pak Eka Budianta seorang penyair dan kritikus sastra sebagai pembicara serta Pak Suryadi Kusniawan sebagai moderator. Para mahasiswa dibawa menuju pandangan yang baru mengenai puisi sebagai produk kebudayaan dan bahasa milik masyarakat.

Puisi sebuah karya sastra yang penuh dengan keindahan bahasa. Terdapat tiga proses agar puisi dapat bebas kita nikmati yaitu proses penciptaan, penulisan, dan pengolahan. Pada awal acara, terdapat tiga mahasiswa yang diminta untuk membacakan puisi karya Widji Tukul, Chairil Anwar, Sapardi Djoko Damono. Melalui pembacaan puisi tersebut kita semua menjadi tahu bahwa penciptaan puisi itu bebas tidak terbatas ruang dan waktu. Menciptakan atau menulis puisi tidak hanya sekedar untuk menyampaikan ide, perasaan, dan deotomatisasi kata saja tetapi juga mengajarkan kita untuk peka terhadap lingkungan sekitar. Peristiwa-peristiwa tersebut dapat kita tuangkan dalam puisi sederhana seperti haiku atau putiba.

Pada tahapan pembacaan puisi mahasiswa tidak hanya diminta untuk melihat video pembacaan puisi oleh W.S Rendra tetapi juga membacakan puisi berjudul “Kangen” karya W.S Rendra. Rangkaian kata dalam puisi dibawakan dengan vokal, gesture, dan gaya dapat membuat puisi tersebut memiliki roh magis yang dapat memikat banyak pendengar.

Dalam pengolahan puisi memiliki hakikat bahwa puisi menjadi produk kebudayaan yang dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat. Pada saat ini melalui puisi seseorang dapat membuka ladang usaha dan menciptakan profesi baru. Poetrypreneur istilah yang dikenalkan Pak Eka bahwa puisi dapat menjadi sumbangan bagi industri ekonomi kreatif. Salah satunya adalah publikasi karya puisi secara indie, publikasi puisi melalui berbagai macam platform media sosial, dan industri kerajinan.

Pada era globalisasi saat ini puisi tidak hanya menjadi karya sastra saja tetapi juga memberikan sumbangan untuk kemajuan industri ekonomi kreatif Indonesia. Puisi dibuat tidak hanya untuk menggambarkan ekspresi dan perasaan. Melalui puisi dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Selain itu, melalui puisi khasanah bahasa akan semakin kaya dan membuat kita menjadi bangga dengan bahasa kita. Oleh sebab itu, Sebagai generasi muda tentunya harus menciptakan suatu karya yang original sehingga melalui karya yang diciptakan mampu memperkaya pengetahuan masyarakat.

–Nurul Aisah–

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *