Kebangsaan Indonesia

Kebangsaan Indonesia

Kebangsaan Indonesia adalah cara pandang mengenai diri dan tanah airnya dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat. Kebangsaan atau nasionalisme mengandung arti sebagai sifat atau keadaan tertentu yang menyatukan sejumlah masyarakat dalam hal suku, bahasa, budaya, adat istiadat, pengalaman sejarah, persamaan nasib, dan cita-cita. Hal ini bertujuan agar terciptanya sebuah kehidupan yang rukun, damai, tenteram, dan tolong menolong. Dalam sejarah, konsep kebangsaan lahir sebagai reaksi atas sistem kehidupan yang tidak menghargai hak-hak asasi kemanusiaan.
Sabtu, tanggal 29 Februari 2020 diadakan kuliah umum Pancasila yang diisi oleh dua pembicara. Pembicara pertama adalah Didi Kwartanada yang membahas “Liem Koen Hian dan Kebangsaan Indonesia”. Beliau menjelaskan bahwa Liem seorang wartawan yang terjun ke politik. Ketika pemerintah Jepang membentuk BPUPKI yang dipimpin Soekarno dan Hatta, Liem dipilih menjadi salah seorang anggotanya. Perjalanan hidup Liem mengalami kegentiran setelah Indonesia merdeka. Liem ditangkap dan ditahan oleh pemerintah selama beberapa waktu atas tuduhan menjadi simpatisan kiri. Liem lalu meminta bantuan kepada kawan dekatnya, Menteri Luar Negeri Ahmad Soebarjo. Tetapi, bantuan itu tak kunjung turun. Kejadian ini sangat mengecewakan, ditambah dengan pengaruh perkembangan dan perubahan di Tiongkok, akhirnya Liem memutuskan untuk menanggalkan kewarganegaraan Indonesianya dan meninggal pada 1952 di Medan sebagai orang asing.
Selanjutnya, pembicara kedua oleh Joko Susanto membahas “Islam dan Kebangsaan Indonesia” menjelaskan bahwa Islam dan kebangsaan ibarat mata uang yang memiliki sisi berbeda, namun keduanya tidak dapat dipisahkan. Indonesia telah ditakdirkan menjadi bangsa yang dikenal oleh dunia sebagai bangsa religius. Agama memberikan kebebasan, namun ada pembatasan dalam hak dan kewajiban. Kebebasan dalam hal ini tetap mempertimbangkan empat hal, yaitu: moral, keamanan, ketertiban umum dan agama.
Masyarakat Indonesia diwarnai oleh berbagai macam perbedaan, ini merupakan keberagaman Indonesia yang dapat dirangkai dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Menggambarkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang menciptakan kesatuan bangsa bukan perpecahan. Orang yang bijak akan menerima segala bentuk perbedaan pandangan sebagai kekayaan, karena keseragaman pikiran sungguh-sungguh memiskinkan kemanusiaan.

Gallery:

more photos: @Google Photos