Family Business @Canton Fair 2018

Family Business @Canton Fair 2018

Sudah menjadi agenda rutin tahunan guild Family Business Universitas Ciputra untuk pergi ke China melakukan brainstorming ke Canton Fair. Bukan hanya mahasiswa yang tertarik mengikuti agenda rutin ini, bahkan ada 5 orang tua mahasiswa yang ikut. Tahun ini total peserta yang berangkat 48 orang. terdiri dari 3 dosen pembimbing, 34 mahasiswa S1, 6 mahasiswa S2, serta 5 orang tua mahasiswa S1. Kesempatan yang langka, kali ini rombongan didampingi oleh Bapak Kucoro Wibowo, beliau adalah pendiri PT Kawan Lama / Ace Hardware Indonesia. Beliau sangat memberikan wawasan pada peserta selama berada di Canton Fair.

Agenda selanjutnya, Bapak Teddy Saputra selaku Koordinator Family Business Universitas Ciputra membuat sebuah acara petualangan di negeri China dan sekaligus untuk melatih GPS berjalan para peserta. Acara tersebut dapat dinamakan “Lost in China”, awalnya peserta dibagi menjadi berkelompok dengan anggota kelompok masing-masing 2 orang. Kemudian diberikan tantangan kepada masing-masing kelompok untuk pergi ke suatu desa dengan menggunakan perlatan seadanya untuk mencapai tujuan dan kemudian kembali ke tempat asal pada jam yang sudah ditentukan. Semakin mereka tersesat maka GPS berjalan akan dengan mudah membentuk pola jalan yang telah dilalui. GPS berjalan yang dimaksudkan adalah GPS yang ada di otak kita. Beragam cara yang dilakukan para peserta untuk mengingat kembali jalan pulang. Supaya tidak tersesat beberapa peserta memotret area yang dilalui, ada juga yang naik kendaraan umum bahkan kereta, tidak lupa menggunakan cara yang umum yaitu bertanya ke penduduk sekitar. Bertanya ke penduduk sekitar merupakan sebuah tantangan tersendiri karena sebagian besar penduduk di China tidak fasih dalam berbahasa Inggris.

Agenda selanjutnya, berkunjung ke Lingnan University. Pihak Lingnan menerima kunjungan kami dengan baik, kami dapat bertukar ilmu antar mahasiswa dan kami juga mendapatkan kelas khusus untuk belajar bahasa mandarin selama satu hari penuh. Kelas mandarin ini sangat berguna bagi kami dan langsung dapat praktek ke penduduk sekitar.

Agenda terakhir kami mengunjungi pabrik mebel serta belajar budaya business China. Pabrik mebel ini sangatlah menarik karena dengan jumlah pegawai yang sedikit (dibawah 10 orang), pabrik ini mampu melakukan eksport ke negara lain dalam jumlah yang besar. Dan yang lebih mencengangkan lagi gaji pegawainya 2 kali lipat bahkan lebih dari UMR Surabaya saat ini. Disana mahasiswa dapat belajar banyak terutama dalam hal bisnis serta , dan pada kesempatan ini kami mendapatkan pendamping yang luar biasa yaitu Bapak Aruwan Soenardi, beliau adalah pendiri dari PT. Gading Murni.

Dan acara yang paling terakhir adalah refleksi. Refleksi ini salah satu kegiatan yang penting, karena kita memerlukan waktu untuk mengevaluasi dengan apa yang telah kita lakukan. Dari hasil evaluasi itu kita dapat memilah-milah mana yang perlu diperbaiki, mana yang sudah baik dan dapat ditingkatkan, serta hal baru apa yang dapat kita serap dan aplikasikan tidak menutup kemungkinan untuk dimodifikasi sebelum diaplikasikan. Inilah perjalanan seru dari Family Business @China. Sampai jumpa di petualangan ke China berikutnya dan tentunya dengan mahasiswa yang berbeda atau generasi berikutnya.

 

More Photos @Google Photos