Kuliah Umum ISBD “Silang Budaya Tionghoa Indonesia”

Kuliah Umum ISBD “Silang Budaya Tionghoa Indonesia”

Bhinneka Tunggal Ika “ semboyan Bangsa Indonesia yang tertulis pada lambang negara Indonesia, Garuda Pancasila. Semboyan ini mempunyai makna meskipun beranekaragam tetapi pada hakekatnya bangsa Indonesia tetap adalah satu kesatuan. Semboyan ini digunakan untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri atas beraneka ragam budaya, bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama dan kepercayaan.

Kuliah Umum ISBD kali ini menyoroti tentang Silang Budaya Tionghoa-Indonesia. Pembicaranya adalah  Laksmana Muda (Purn.) TNI Untung Suropati, pengajar di Lemhanas (Lembaga Pertahanan Nasional) dan Bp. Didi Kwartanada, pernah menjabat sebagai direktur Yayasan NABIL (Nation Building) yang juga seorang sejarawan.

Pak Untung menyoroti tentang bagaimana proses pembentukan bangsa dan negara Indonesia, dimulai dari sejak zaman Majapahit sampai kini, bagaimana bangsa ini dibangun oleh keragaman, oleh berbagai suku dan etnis, termasuk keturunan Tionghoa. Beliau juga memaparkan bahwa  di Angkatan Laut tempatnya mengabdi ada seorang Pahlawan Nasional dari keturunan Tionghoa yaitu Laksmana John Lie, yang namanya kini diabadikan di salah satu kapal perang RI, KRI John Lie.

Pak Didi lebih mengelaborasi tentang peran keturunan Tionghoa dalam politik khususnya, bagaimana kecintaan pada Indonesia telah mendorong banyak keturunan Tionghoa berperan aktif dalam kemerdekaan Indonesia. Beberapa keturunan Tionghoa di Surabaya mendirikan Partai Tionghoa Indonesia yang mengucapkan janji setia pada negara Indonesia. Pak Didi juga mengkritisi pemerintah yang menghilangkan peranan keturunan Tionghoa ini dari buku besar sejarah nasional Indonesia.

 

More Photos @Google Photos