Entrepreneurship Rabu : Vania Erlita

Entrepreneurship Rabu : Vania Erlita

Sejak dulu Vania telah mengetahui passionnya yaitu di bidang mainan edukasi. Vania sejak kecil telah mengetahui apa saja hal yang disukainya maupun hal-hal yang tidak menarik perhatiannya. Dengan berbekal passionnya itu, Vania tahu hal apa yang harus dia lakukan. Maka dari itu, Vania memutuskan untuk masuk ke Universitas Ciputra khususnya ke jurusan Psikologi. Karena dengan berbekal passionnya itu, Vania dapat menggabungkan ide sekaligus hobinya.

Vania mengaku saat menempuh Sekolah Menengah Atas, dia adalah sosok yang pendiam dan susah untuk berkomunikasi dengan orang lain. Sejak masuk ke Universitas Ciputra, dan mengikuti kuliah entrepreneurship atau biasa disebut Reboan Vania mulai sedikit demi sedikit mengalami perubahan dalam dirinya. Hal ini bermula ketika Vania harus mengikuti E1 dan harus memiliki project bisnis berupa kopi. Kesulitan yang dihadapinya adalah ketika harus berjualan secara langsung kepada calon pembeli. Dengan berjualan kopi itu Vania mendapat pelajaran berharga bagaimana melatih cara berkomunikasi yang baik, mengetahui perhitungan laba penjualan, serta strategi penjualan produknya

Photo 11-18-15, 12 18 32Hingga akhirnya di semester 3 ini Vania ingin serius menekuni bisnis yang dimulai berdasarkan passionnya yaitu mainan edukasi. Dari value tersebut terealisasikan ide untuk membuat produk mainan untuk bayi. Ide dari nama Verilita ini sendiri diakui Vania adalah karena statusnya sebagai mahasiswa di Universitas Ciputra. “Di UC aku punya email student, dan dari nama alamat email student itu aku pengen nama itu juga yang jadi nama bisnisku. Karena bisnisku ini lahir di UC dan ada karena UC juga”, tutur Vania. Sedangkan inspirasi dan referensi produk-produk baby toys ini banyak didapatkan oleh Vania melalui internet, sehingga akan terus up to date. Untuk bisnisnya ini Vania tidak memiliki tim partner dari mahasiswa Universitas Ciputra maupun universitas yang lainnya. Vania menjalani bisnisnya ini sendiri, namun dibantu dengan networking atau menjalin kerjasama yang baik dengan berbagai vendor. Yaitu seperti vendor jahit, vendor delivery atau kurir, serta packaging.

Untuk strategi marketing diakui Vania bahwa dia menggunakan media sosial Instagram, cara door to door, channel, serta mengikuti bazaar-bazaar walaupun belum terlalu banyak. Hal ini dilakukannya untuk media marketing bagi produknya serta untuk penguatan brand. Untuk menemukan produk yang pas dan disukai pmeblei, Vania mengaku telah melakukan banyak survey produk terlebih dahulu, kemudian ditambah dengan channel dari kedua orang tuanya.

Untuk customer segment sendiri Vania menargetkan golongan menengah kebawah, karena dia ingin produknya lebih universal dan dikenal masyarakat luas. Harapan Vania untuk bisnisnya kedepan adalah dapat membuka booth kemudian membuka baby shop sendiri. Menurut Vania, networking atau kerjasama sangat penting yaitu untuk memperkuat brand. Hal positif yang didapatkannya selama mengikuti mata kuliah E3 Reboan di Universitas Ciputra adalah di bidang marketing, yaitu pengalaman berharganya untuk diajari secara langsung dan praktek bagaimana cara yang baik dalam menjual produknya.

Website : verlita.tumblr.com

Instagram : @verlita.shop

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *