Entrepreneurship Rabu : BELLEVIA

Entrepreneurship Rabu : BELLEVIA

Photo 11-18-15, 12 23 07

“BELLEVIA ini sengaja menggunakan huruf capital semua agar terkesan lebih elegan”, kata Reihard Renov mengawali ketika ditanya soal produk bisnisnya ini. Reinhard sebagai CEO dari BELLEVIA dalam menjalankan bisnis ini tidak sendiri, melainkan memiliki tim yang solid yaitu Angelina Budiman di bagian marketing, serta William Wijaya di bidang produksi dan desain. Ketiga mahasiswa ini merupakan mahasiswa semester 3 jurusan Accounting di Universitas Ciputra. BELLEVIA ini sendiri adalah produk fashion, yaitu kaos yang dipadu dengan kulit asli. Sebenarnya BELLEVIA menggunakan segala jenis kulit, namun saat ini tengah banyak menggunakan produk kulit domba.

BELLEVIA adalah salah satu bisnis yang telah cukup berkembang. Hal ini terbukti pada saat mengikuti perkuliahan di semester 2, mereka bertiga telah memiliki produk ini. Mereka telah memiliki konsep produk ini cukup lama. Namun ketika mengikuti perkuliahan E3 Reboan yang berbasis entrepreneurship di Universitas Ciputra, mereka banyak mendapat masukan bagi produk mereka. Salah satunya adalah penggunaan BMC dalam penerapan bisnis. Mereka mengaku bahwa sebelum mengikuti pembelajaran entrepreneurship di Universitas Ciputra, mereka belum mengetahui tentang BMC dan bagaimana cara menerapkannya pada bisnis mereka. BMC adalah singkatan dari Business Model Canvas yang mirip seperti business plan untuk memulai suatu bisnis. Di dalam BMC ini terdapat 9 blok atau tahapan yang harus dilakukan secara urut ketika akan membuat bisnis.

Melalui mata kuliah entrepreneurship di Universitas Ciputra ini, semakin memantapkan tim BELLEVIA terhadap produknya. Banyak prestasi yang telah diperoleh oleh BELLEVIA, salah satunya adalah pernah interview dan masuk dalam majalah Time bulan April 2015. Hal ini terjadi setelah mereka mengikuti INACRAFT di Jakarta, jadi selain membuka peluang, mereka juga menyadari betapa pentingnya untuk memiliki channel dan menjalin networking.

Bekerja secara tim, diakui Reinhard memang cukup menantang. Selain karena seringnya beradu argumen atau perbedaan pendapat, namun terdapat pula manfaat postif bekerja sebagai tim. Salah satu manfaat positif adalah dapat saling mengerti dan tidak egois atau mementingkan kepentingan pribadi. Mereka selalu memprioritaskan kesepakatan kelompok misalnya selalu meluangkan waktu setiap Hari Senin untuk rapat kelompok demi kemajuan dan perbaikan bagi BELLEVIA. Kelompok Reinhard sangat menjunjung tinggi kejujuran antar individu atau dengan kata lain keterbukaan. “Jangan sampai ada anggota yang ngomongin anggota tim lainnya dalam kelompok. Jangan sampai kita membicarakan dibelakang, jadi harus disampaikan secara langsung sama pihak yang bersangkutan didepan”, jelas Reinhard.

Kemajuan bagi BELLEVIA sendiri diperoleh dari Universitas Ciputra khususnya dari dosen dan mata kuliah entrepreneurship, kemudian networking, serta selalu aktif mencari info dari sumber manapun. Customer segment BELLEVIA adalah golongan menengah keatas, produknya dihargai antara 150rb sampai 180rb. Inovasi yang dilakukan oleh BELLEVIA adalah membuat produk khusus untuk perempuan. Selama ini produk yang dihasilkan adalah produk universal yang biasanya dipakai untuk laki-laki, sehingga saat ini BELLEVIA membuat inovasi produk kaos untuk perempuan. Salah satu kendala dalam memproduksi produk BELLEVIA adalah kesulitan menjahit kulit asli ke kain. Namun dalam produksinya, Reinhard dan timnya tidak bekerja sendiri, melainkan tetap menjalin networking dengan beberapa vendor diantaranya adalah dengan vendor pemasok dan pengrajin kulit.

Hal paling menarik dan berkesan setelah mengikuti kuliah entrepreneurship di Universitas Ciputra adalah berkesempatan untuk memenangkan award. Hal ini merupakan kebanggaan dari BELLEVIA, karena produknya semakin diakui oleh masyarakat luas. Saat ini BELLEVIA telah memiliki tiga reseller yaitu di Makassar, Papua, dan di Thailand.

Instagram : @BELLEVIAOFFICIAL