Program Studi Teknologi Pangan dan Penerapannya dalam Kehidupan

Teknologi Pangan merupakan cabang ilmu sains yang fokus pada pengembangan dan inovasi makanan. Tidak sekedar menghasilkan olahan makanan baru, tapi juga harus mempertimbangan kandungan nutrisi di dalamnya. Saat ini penerapan studi ini sangat penting terutama di industri makanan.

Pernah melihat makanan seperti keju, yogurt, minuman probiotik? Itu adalah beberapa jenis hasil dari pengembangan pangan. Banyak industri membutuhkan lulusan ini agar mendorong lahirnya produk baru. Inovasi dalam bidang pangan meliputi proses, kemas, simpan, pengawetan, dan lainnya.

Lalu, apa sebenarnya yang dipelajari dalam perkuliahan Teknologi Pangan dan penerapannya dalam kehidupan? Berikut ini penjelasan lengkap mengenai studi satu ini. 

Program Studi Teknologi Pangan

Program studi Teknologi Pangan merupakan cabang ilm pengetahuan eksakta yang terkait dengan pengelolaan bahan pokok. Mulai dari proses panen hingga pengemasan mengutamakan pengolahan secara saintis. Tidak sekedar menghasilkan makanan yang unik dan berbeda, tapi juga harus memiliki kandungan gizi.

Keberadaan lulusan ini di masa depan sangat penting. Pasalnya manusia lebih banyak membutuhkan makanan yang praktis namun tetap sehat. Dalam hal ini, para pekerja pangan harus cermat memilih metode pemrosesan, pengolahan, pengawetan hingga pengemasan.

Tidak jarang juga para pekerja di bidang ini menghasilkan produk rekayasa pangan. Misalnya membuat produk layaknya daging namun bahan utamanya bukan hewan. Pengolahan pangan seperti ini tentunya membutuhkan ilmu dasar sains yang baik.

Penerapan Teknologi Pangan dalam Kehidupan

Tidak sulit untuk mencari penerapan Teknologi Pangan dalam kehidupan. Bahkan jika masuk ke supermarket maka akan banyak produk yang merupakan hasil pengolahan pangan. Namun, secara umum berikut ini penerapannya dalam kehidupan.

  • Meningkatkan Kualitas Makanan

Ilmu pengolahan pangan sangat membantu untuk meningkatkan kualitas makanan. Misalnya saja seperti susu murni yang notabanenya sudah memiliki nilai gizi. Namun, daya tahan susu murni tersebut nyatanya tidak lama sehingga harus mencari cara agar dapat awet tanpa mengurangi gizinya.

Meningkatkan kualitas makanan juga berkaitan dengan cara pengelolaan yang tepat. Mulai dari kebersihan saat proses pengolahan hingga pengemasan dengan bahan yang aman. Biasanya pada akhir proses produksi akan dilakukan pemeriksaan bahan kimia dan zat berbahaya.

  • Menghasilkan Produk Pangan yang Tahan Lama

Di negara dengan empat musim harus berhadapan dengan sulitnya bahan makanan di musim dingin. Maka solusi yang paling tepat adalah mengawetkan makanan. Dahulu caranya adalah dengan metode manual yang tentunya tidak praktis. Tapi, adanya ilmu ini membuat makanan mampu bertahan hingga berbulan-bulan bahkan tahunan.

  • Memproduksi Makanan Tanpa Mikroba

Makanan dari alam memang sehat, tapi rentan dengan adanya kontaminasi mikroba. Dalam hal ini Teknologi Pangan akan membantu untuk membersihkan mikroba tersebut sehingga kualitas makanan tetap terjaga. Proses membersihkan mikroba menggunakan metoda saintis yang kompleks.

  • Inovasi Menghasilkan Makanan Instan

Mampu menghasilkan makanan instan yang praktis namun tetap bergizi. Keberadaan makanan instan yang sehat belakangan ini sangat penting. Terlebih di tengah tingginya mobilitas masyarakat sehingga waktu untuk makan menjadi berkurang. Oleh karena itu, peran pengolahan pangan sangat penting untuk dapat memenuhi kebutuhan pokok.

Nah, ternyata penerapan Teknologi Pangan berperan penting untuk kemajuan industri. Terutama untuk industri Food and Beverage yang menuntut inovasi produk sehat dengan berbagai cara pengolahan. Tidak heran juga jika lulusan dari jurusan ini menjadi wirausaha atau pebisnis.

Pasalnya para lulusan memiliki modal yang mumpuni untuk menghasilkan produk unik untuk dijual. Terlebih dengan adanya modal pembelajaran kewirausahaan di masa perkuliahan akan semakin membuat proses bisnis semakin matang.

Artikel lain