Pinjam Lewat Katalog Online, Buku Dikirim Via Ojol

Pinjam Lewat Katalog Online, Buku Dikirim Via Ojol. Jawa Pos. 1 Mei 2020. Hal.15. Library

Pinjam lewat Katalog Online, Buku Dikirim via Ojol

SURABAYA, Jawa Pos – Pandemi Covid-19 dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) membuat kampus ditutup sementara. Perkuliahan berlangsung seara daring. Kebutuhan literatur dan bahan bacaan untuk tugas juga beriringan dan bahan bacaan untuk tugas juga beriringan. Hal itu membuat Perpustakaan Universitas Ciputra (UC) membuka layanan peminjaman yang dikirim ke rumah. “Sebagian literatur yang diperlukan untuk tugas belum ada bentuk digitalnya. Apalagi tugas akhir kan tetap jalan,” ucap Yehuda Abiel, pejabat sementara.

Sivitas akademika UC bisa melakukan pemesanan buku yang diperlukan. Mereka bisa cek katalog online yang sudah diluncurkan Perpustakaan UC. Kemudian, mahasiswa narahubung perpustakaan dan melampirkan screenshot judul buku yang diinginkan.

Daftar buku-buku tersebut kemudia direkap pustakawan setiap minggunya. “Karena baru kami sounding dan mempertimbangkan pergerakan selama PSBB, sementara ini seminggu sekali pengiriman,” ucap pria yang akrab disapa Abi tersebut. Mereka juga melihat animo sivitas akademika. Jika sangat tinggi, dipertimbangkan untuk melakukan pengiriman lebih dari sekali tiap minggunya.

Setelah direkap, buku-buku tersebut dibungkus plastik tebal agar keamanannya terjaga. Kemudia dikirimkan melalui ojol. “Kami juga ingin membantu ojol tetap jalan,” ucapnya. Bekerja sama dengan student union mahasiswa fashion product design & business, perpustakaan UC juga memberikan donasi paket berupa masker dan sembako seharga Rp. 25 ribu kepada ojol yang mengantar pesanan buku ke pemustaka.

Setiap mahasiswa diperbolehkan meminjam hingga 3 koleksi. Sementara itu, mahasiswa tingkat akhir dan dosen bisa meminjam hingga 5 koleksi buku. Masa peminjaman bagi mahasiswa seminggu dan untuk dosen sebulan. Saat pengembalian, peminjam juga diminta menempatkan buku dalam plastik tebal agar tetap aman. “Biaya pengiriman ditanggung peminjam buku,” jelasnya.

Abi mengatakan, timnya juga tetap berusaha mengingatkan sivitas akademika untuk memanfaatkan katalog e-Resource. “Sebagai alternatif. Meski ya itu tadi, tidak semua yang dicari itu ada digitalnya,” jawabnya. (dya/c25/nor)

Sumber : Jawa Pos, 1 Mei | Hal 15

Artikel lain