Peringati Hari Batik, UC Surabaya Jaga Citra Batik Artisan Tuban dengan Konsep Sustainable Fashion. www.timesindonesia.co.id. 1 Oktober 2021. VCD

https://www.timesindonesia.co.id/read/news/373488/peringati-hari-batik-uc-surabaya-jaga-citra-batik-artisan-tuban-dengan-konsep-sustainable-fashion

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Jurusan Visual Communication Design, Universitas Ciputra atau UC Surabaya menggelar acara Design Week. Kegiatan ini untuk memperingati Hari Batik yang jatuh pada 2 Oktober.

Semenjak tahun 2009, UNESCO menetapkan batik sebagai warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi. Oleh sebab itu, tanggal 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional setiap tahunnya oleh masyarakat Indonesia.

Acara ini menghadirkan pembicara alumni yaitu Muhammad Ainur Ridho sebagai salah satu kreator batik Semandtik.

Secara etimologi, kata “batik” berasal dari bahasa Jawa “amba” yang bermakna membuat titik (membuat gambar). Batik merupakan warisan budaya Indonesia yang sangat berarti dan sarat akan makna.

Saat ini batik semakin dihargai, namun sayangnya hal ini tidak berjalan sejalan dengan penghargaan pada artisan batik tulis. Hal tersebut yang melatarbelakangi Semandtik sebagai salah satu pemerhati batik yang tidak hanya berfokus pada pelestarian budaya Batik Tulis, tetapi juga pemberdayaan komunitas artisan Batik Tulis yang ada di daerah Tuban.

Batik Artisan Tuban 2

Dengan misi mengangkat citra batik khususnya di daerah Tuban untuk menjadi lebih modern dengan konsep serta pendekatan yang lebih baik dan adil. Secara konsep, Semandtik ingin menciptakan sebuah tren, dimana batik dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari dengan membawa sebuah cerita dan makna menarik dari setiap motif yang tertera.

Umumnya, batik Tuban memiliki ciri khas motif yang rumit dengan perpaduan warna-warna gelap. Lain halnya dengan motif batik dari Semandtik, dirancang lebih kontemporer dan sederhana, sehingga cocok digunakan untuk kegiatan sehari-hari maupun acara-acara formal.

Selain mencari profit, Semandtik juga memiliki harapan untuk memberikan social impact kepada artisan batik di daerah Tuban. Sering kali banyak artisan batik yang tidak dihargai sesuai dengan kerja kerasnya dalam memproduksi batik. Padahal, membuat selembar kain batik memerlukan ketelatenan tinggi dan waktu yang panjang.

Menanggapi hal tersebut, Semandtik melengkapi setiap produknya dengan tanda tangan dari artisan batik sebagai bentuk orisinalitas, autentik, serta menghargai hasil handmade dari sang artisan dan dapat menjadi kebanggaan tersendiri bagi artisan serta menambah pride value.

Batik Artisan Tuban dalam Fashion

Tentu cara ini membuat produk batik dari Semandtik menjadi lebih unik dan berbeda dari batik-batik lainnya. Sudah sepantasnya pula, para artisan batik mendapat apresiasi yang lebih untuk hasil karyanya yang luar biasa.

Tak hanya itu saja, selain memerhatikan hak dari para artisan batik,  Semandtik juga menerapkan konsep sustainable fashion pada proses pengolahan produknya. Walaupun dalam penerapannya tidak mudah, Semandtik tetap berusaha mengarahkan para artisan yang sudah lanjut usia untuk beralih ke teknik ramah lingkungan.

Mulai dari kain hingga proses pewarnaan batik sangat diperhatikan supaya tidak berdampak buruk bagi lingkungan. Produk batik dari Semandtik diutamakan untuk anak muda, karena sebagian besar generasi muda Indonesia menilai bahwa batik terkesan jadul dan terlihat tua. Agar dapat menarik perhatian dari anak muda, Semandtik selalu mengusung tema kekinian yang diluncurkan pada setiap seri motifnya, contohnya seperti tema kehidupan.

Tulisan yang disusun oleh Tania Lia Chandra ini menyatakan bahwa bisnis batik di Indonesia akan terus berkembang pesat seiring dengan berkembangnya zaman. Dengan konsep serta impact yang dimiliki oleh Semandtik dapat dipastikan bisnis ini bisa menjadi inspirasi untuk generasi muda dalam menjaga kelestarian warisan budaya nusantara.

Dalam acara seminar Design Week, pada sesi alumni talks bersama Ainur Ridho, alumni VCD dan motor dari Semandtik akan berbagi kiat-kiat menjalankan usaha yang membawa keindahan batik sekaligus menceritakan perjalanan pembuatnya.  (*)

 

Publisher: Rochmat Shobirin

Artikel lain
Menu