Kenali Fungsi dan Jenis Pajak yang Berlaku

Pajak atau pungutan wajib menjadi sumber pendapatan bagi negara untuk membiayai pengeluaran yang dibutuhkan, khususnya dalam pembangunan negara. Membayar pajak sudah menjadi kewajiban bagi warga negara untuk ikut berkontribusi membangun negara. Lantas, apa sebenarnya fungsi pajak itu ?

Fungsi Anggaran

Seperti yang sudah disampaikan, pajak adalah sumber pemasukan keuangan bagi negara dengan cara mengumpulkan dana wajib ke kas negara. Tujuannya untuk membiayai pembangunan sekaligus pengeluaran negara. Dengan demikian, pajak berfungsi sebagai sumber pendapatan negara yang bertujuan untuk menyeimbangkan pengeluaran dan pendapatn negara.

Fungsi Regulasi

Pajak termasuk alat untuk melaksanakan atau mengatur kebijakan negara. Beberapa fungsi di dalamnya, yaitu digunakan untuk menghambat inflasi, sebagai alat untuk mendorong kegiatan ekspor, memberikan proteksi atau perlindungan terhadap barang produksi dalam negeri, mengatur sekaligus menarik investasi modal yang membantu perekonomian negara.

Fungsi Pemerataan atau Distribusi

Semua pungutan wajib yang dibayar oleh rakyat akan dialokasikan ke pembangunan negara secara merata. Adanya fungsi ini bertujuan untuk menyeimbangkan pembagian pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Sebagai contoh, pendapatan negara akan digunakan untuk membangun fasilitas umum yang memudahkan masyarakat dan menjangkau aktivitasnya. Selain itu, dapat digunakan untuk membangun lapangan pekerjaan yang memudahkan orang-orang daerah untuk mendapatkan sumber penghasilan sehingga meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Fungsi Stabilisasi

Kewajiban membayar pajak juga diperuntukkan agar menstabilkan kondisi perekonomian, seperti mengatasi inflasi, penetapan nominal pemungutan, kebijakan uang beredar, dan masih banyak lagi. Jika negara sedang mengalami inflasi, maka negara akan menetapkan nominal yang tinggi. Sebaliknya, bila mengalami deflasi akan menurunkan nominal pungutan, sehingga dapat teratasi.

Apa Saja Jenis Pajak yang Dipungut Pemerintah?

Setelah mengetahui fungsi pajak, ada baiknya Anda juga memahami jenis-jenis yang berlaku di masyarakat. Ada beberapa jenis pajak yang dipungut pemerintah dan terbagi atas golongan yang berbeda-beda. Berikut jenis-jenisnya.

Jenis Pajak Berdasarkan Sifat

Jenis pajak berdasarkan sifatnya dibagi lagi menjadi dua, yakni pajak tidak langsung dan pajak langsung. Untuk pajak tidak langsung adalah pajak yang hanya diberikan apabila melakukan peristiwa atau perbuatan tertentu, sehingga tidak dipungut secara berkala. Pemungutannya hanya terjadi pada peristiwa atau perbuatan tertentu, salah satunya saat menjual barang mewah. Dengan demikian, pajak akan berlaku suatu penjualan barang mewah saja.

Pajak langsung artinya pungutan wajib yang dibayar secara berkala sesuai ketetapan yang berlaku. Biasanya dalam surat ketetapan sudah terdapat nominal pajak yang harus dibayarkan. Pajak ini harus ditanggung dan tidak dapat dialihkan ke pihak lain.

Jenis Pajak Berdasarkan Instansi Pemungut

Jenis pajak ini terbagi menjadi dua, di antaranya pajak daerah dan pajak negara. Untuk pajak daerah dipungut pemerintah daerah dan hanya pada rakyat di daerah itu sendiri. Misalnya, pajak hotel, restoran, pajak kendaraan, hiburan, dan masih banyak lagi. Sementara pajak negara dipungut pemerintah pusat melalui instansi terkait, misalnya Dirjen Pajak (DJP).

Jenis Berdasarkan Objek dan Subjek Pajak

Selanjutnya, jenis pajak di Indonesia berdasarkan objek dan subjeknya. Untuk pajak objektif pengambilannya berdasarkan objek, seperti pajak kendaraan bermotor, bea materai, pajak impor, dan masih banyak lagi. Kemudian, pajak subjektif adalah pungutan wajib yang pengembaliannya berdasarkan subjek, seperti pajak kekayaan dan penghasilan. Itulah fungsi pajak dan jenis-jenisnya yang wajib diketahui. Sebagai warga negara Indonesia yang baik sudah sepatutnya membayar pajak guna berpartisipasi memajukan kesejahteraan Indonesia. Sementara pemerintah sebagai pengelola yang harus memanfaatkan pajak semaksimal mungkin. Yuk, bayar pajak sekarang juga!

Artikel lain