4 Fungsi Manajemen Bisnis, Rahasia Mencapai Target Secara Efektif Efisien

Fungsi Manajemen Bisnis

Manajemen bisnis adalah suatu seni menyelesaikan pekerjaan untuk mencapai tujuan melalui orang lain. Saat usaha yang Anda rintis dari nol mulai berkembang pesat dan memberi omzet besar, maka saat itu pula bisnis Anda membutuhkan manajemen bisnis.

Anda sudah harus memulai untuk mendelegasikan sejumlah pekerjaan kepada orang lain. Di titik ini pula manajemen Anda diuji. Semula bisnis harus diemban sendiri kemudian mulai melibatkan banyak orang atau pekerja. Ujian nyata terlihat pada akankan usaha Anda tetap berjalan dengan baik, menjadi semakin baik, atau sebaliknya.

Selanjutnya dalam manajemen bisnis terdapat fungsi-fungsi yang menjadi pegangan. Setidaknya ada 4 fungsi manajemen bisnis menurut Ricky W. Griffin seperti yang tertulis dalam bukunya berjudul Principle of Management. Keempat fungsi tersebut diantaranya:

1. Planning (Perencanaan)

Dalam memulai bisnis, benar jika aksi menjadi langkah nyata suatu bisnis mulai berjalan. Rencana tanpa aksi tidak ada artinya. Tapi aksi yang dilandasi dengan perencanaan matang jelas lebih berpotensi mengantarkan bisnis ke gerbang kesuksesan.

Seperti halnya orang berkendara mempersiapkan kondisi kendaraannya sebaik mungkin. Mulai dari mengisi bensin, memastikan mesin bekerja baik, dan semua persiapan termasuk perkiraan hambatan untuk sampai ke tujuan. Kurang lebih seperti itu pula penyusunan perencanaan dalam bisnis.

Perencanaan yang dimaksud tidak sebatas perencanaan di awal. Melainkan berupa perencanaan berulang seperti siklus dalam manajemen bisnis. Untuk skala perencanaan sendiri bisa makro ataupun mikro sesuai dengan kepentingan bisnis secara umum.

2. Organizing (Pengorganisasian)

Fungsi manajemen bisnis kedua adalah organizing atau pengorganisasian. Setelah perencanaan tersusun baik, tiba saatnya Anda melibatkan orang-orang pilihan untuk menjalankan rencana. Orang-orang yang dipilih sudah seharusnya kompeten dan berkarakter sesuai tugas tanggung jawabnya.

Tentukan pula alur koordinasi. Misalnya dengan menetapkan orang yang bertanggung jawab di setiap sub tugas tertentu, menentukan kemana laporan harus diberikan, dan siapa pengambil keputusan untuk skala tertentu dalam bisnis.

Dengan adanya pengorganisasian yang rapi, Anda selaku pimpinan tertinggi bisa lebih fokus dengan hal-hal yang bersifat strategis. Anda bisa memikirkan strategi lain agar menjaga bisnis tetap berjalan baik dan berkembang lebih baik lagi. Sedangkan pekerjaan teknis harian sudah dimandatkan kepada setiap orang yang sudah ditunjuk.

3. Directing (Pengkoordinasian)

Pengarahan termasuk tindakan mendorong semua bagian bekerja optimal untuk bekerja sesuai tugas masing-masing dan mencapai target. Tentunya hal ini harus sesuai dengan perencanaan dan pengorganisasian.

Meski setiap orang sudah memahami job desk masing-masing, fungsi manajemen bisnis dorongan tetap dibutuhkan. Sehingga kerja setiap orang tetap terarah dan tetap semangat. Dalam tahap ini juga dibutuhkan adanya sosok pemimpin yang memiliki jiwa kepemimpinan agar dapat melakukan pengarahan secara baik kepada setiap pekerja.

4. Controlling (Pengendalian)

Pengendalian secara berkala dibutuhkan agar Anda bisa mengetahui apakah bisnis berjalan sesuai rencana manajemen bisnis atau tidak. Hal ini juga dapat digunakan untuk mengetahui apakah langkah yang selama ini diambil bisa membantu mencapai target atau tidak.

Fungsi manajemen bisnis pengendalian dapat dilakukan dengan menentukan standar kinerja, mengukur kinerja capaian, dan melakukan perbandingan kinerja dengan standar kinerja. Jika memang didapati adanya kinerja yang perlu diperbaiki, maka perbaikan disesuaikan kembali dengan standar kinerja yang sudah ditetapkan.

Jika keempat fungsi dari manajemen bisnis di atas bisa terlaksana, maka tujuan yang menjadi sasaran bisnis bisa dicapai lebih efektif dan efisien.

Artikel lain