David Wayne Ika : When Entrepreneur Meets Technology

David Wayne Ika : When Entrepreneur Meets Technology

Pada beberapa kesempatan yang lalu, tepatnya pada tanggal 9 November 2015 Universitas Ciputra mendapat kehormatan dengan  kedatangan untuk kedua kalinya seorang pembicara yang telah sukses dengan bisnisnya yaitu David Wayne Ika. David adalah Founder dan CEO dari Kurio. Kurio itu sendiri adalah sebuah smart app tentang news yang based technology. Sebelumnya David telah diundang Universitas Ciputra sebagai salah satu keynote speaker di ICIES 2012. Acara yang bertema “When Entrepreneur Meets Technology” ini diselenggarakan oleh jurusan International Business Management (IBM) Universitas Ciputra yang merupakan bagian dari eHangout Vol.1

Pada acara tersebut David menyampaikan ada tiga hal penting yang harus dilakukan ketika akan memulai sebuah bisnis. Yang pertama adalah ‘why’ atau ‘mengapa’. Hal ini menyangkut tentang apakah Anda telah memiliki visi yang kuat untuk bisnis Anda. Yang kedua adalah sebuah bisnis itu harus selalu bermula dari diri Anda sendiri. Dan yang ketiga David mengemukakan tentang perbedaan starting a company dan running a company.

Hal yang pertama harus dilakukan ketika akan memulai suatu bisnis adalah mengapa Anda ingin membangun bisnis atau perusahaan tersebut, visi apa yang Anda miliki, dan capaian apa yang Anda inginkan. Anda tidak disarankan untuk hanya sekedar membangun sebuah bisnis berdasarkan ‘what-how-why’. Namun sebaliknya, David mengemukakan bahwa Anda harus menerapkan ‘why-how-what’ dalam start up bisnis Anda. Prinsip ‘what-how-why’ hanya berfikir seputar produk apa yang harus dihasilkan atau diproduksi, kemudian bagaimana cara memproduksi produk tersebut, serta mengapa barang atau produk Anda ini laku atau tidak laku bagi konsumen. Hal yang ketiga berlaku sebagai evaluasi. Langkah ini adalah cara yang salah, atau lebih tepatnya kurang tepat untuk memulai bisnis Anda. Saran dari David adalah Anda harus menerapkan langkah ‘why-how-what’, yaitu mengapa Anda harus membuat sebuah produk tersebut. Hal ini diperlukan survey dan evaluasi terlebih dahulu, tujuan sebuah produk dibuat adalah untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapai oleh calon pembeli. Sehingga apabila Anda muncul dengan produk yang dapat menyelesaikan permasalahan calon pembeli tersebut, tentu calon pembeli tidak akan bisa mengatakan tidak untuk produk yang Anda tawarkan. Tahapan kedua adalah bagaimana cara Anda untuk memproduksi produk yang telah Anda putuskan tersebut. Produk yang didapatkan berdasarkan survey tersebut pasti memerlukan proses dan operasional dalam memproduksinya. Dari sinilah Anda mulai untuk memikirkan bagaimana proses tersebut dapat berlangsung. Mulai dari bahan baku, karyawan, alat-alat atau mesin, cara memasarkannya, dan bagaimana cara hingga sampai ke tangan konsumen dengan baik. Hal terakhir adalah Anda memikirkan tentang apa inovasi produk yang bisa Anda lakukan. Selain itu Anda harus mengambil apa masukan atau evaluasi dari para pembeli Anda, sehingga Anda dapat melakukan perbaikan bagi produk Anda dengan lebih baik lagi.

IMG_4416Dalam membangun sebuah perusahaan, awalnya selalu berpusat pada diri Anda sendiri. Setiap orang pasti memiliki potensi dan tujuan dalam dirinya. MAsing-masing individu dengan dibantu dengan faktor lingkungan yang tepat serta teman yang mendukung pasti dapat mengeluarkan dan memaksimalkan potensi dalam dirinya yang sesuai dengan tujuan hidupnya. Maka dari itu, Anda harus dapat menggali potensi dalam diri sendiri serta mengetahui tujuan dalam diri Anda. Jika tujuannya adalah sukses, maka hal apa saja yang bisa Anda lakukan dengan potensi yang Anda miliki tersebut. Jadi semua ini terjadi karena ‘it starts with you’, semua terjadi karena berawal dari diri Anda sendiri.

Hal terakhir yang disampaikan adalah perbedaan dari starting a company dengan running a company. Tentunya terdapat perbedaan besar dan mendasar atas kedua hal ini. Memulai membangun perusahaan dan menjalankan sebuah perusahaan atau bisnis adalah kedua hal yang berbeda dan tentu membutuhkan skill atau keahlian yang berbeda. Memulai sebuah perusahaan dimulai dari visi yang kuat serta menyelesaikan semua permasalahan yang telah ditemukan. Pada tahap ini Anda tidak disarankan untuk tetap mempertahankan ide Anda ketika pada kenyataannya ide tersebut tidak dapat menyelesaikan permasalahan calon pembeli. Anda harus mempertimbangkan tentang ketekunan, dan hal ini berbeda dengan khayalan atas ide Anda sendiri tersebut. Hal kedua yang harus dilakukan dalam membangun sebuah perusahaan adalah menemukan tim yang memiliki satu visi yang kuat dan sama dengan visi Anda sendiri. Tim yang solid adalah tim yang memiliki visi kuat dan sama. Keterampilan inti yang harus Anda miliki adalah bagaimana membangun tim yang baik, bagaimana cara mempekerjakan karyawan, serta menemukan bakat masing-masing individu. Memulai sebuah perusahaan juga memerlukan bantuan dan masukan dari seorang mentor. Pilih dan temukan mentor Anda sedini mungkin. Yang terakhir adalah perubahan itu sesuatu yang mungkin dan normal, Anda harus lebih fleksibel dalam menerima perubahan serta cepat bergerak mengambil tindakan yang tepat terhadap perubahan tersebut.

IMG_4422Running a company berarti bagaimana Anda membuat data atau metric perusahaan yang tepat. Hal ini bermanfaat bahwa berfokus pada data, akan mengurangi sikap subjektifitas serta memberikan kesempatan pada tim untuk membuat keputusan sendiri berdasarkan kesepakatan bersama. Hal yang kedua adalah Anda harus mencoba untuk membangun tim Anda, bisa dengan mengikuti training-training, maupun menggali potensi diri masing-masing individu untuk kemudian di scale up. Hal postif yang dapat Anda peroleh dari sikap ini adalah Anda dapat menyimpan waktu Anda untuk tidak merekrut karyawan baru dalam waktu singkat, karena merekrut karyawan baru membutuhkan waktu untuk mengajarkan dari awal. Sehingga akan lebih baik apabila Anda mendevelop karyawan-karyawan Anda sebelumnya menjadi lebih baik. Cara yang ketiga adalah modal yang efisien, maka dari itu Anda perlu mengetahui dan menghitung secara tepat mengenai inti, batas, serta rencana pertumbuhan perusahaan Anda. Dan hal yang terakhir adalah jangan sampai kompetitor Anda menjadi pihak yang akan mendikte bisnis atau perusahaan Anda. Anda harus terus berpegang kepada visi Anda serta tujuan dari perusahaan. Mengikuti kompetitor hanya akan berdampak negatif pada perusahaan dan bisnis Anda.