Dahlan Iskan, “Langkah besar dimulai dari langkah kecil”

Dahlan Iskan, “Langkah besar dimulai dari langkah kecil”

(Surabaya-13/11/2016) Bekerjasama dengan Rumah Bangkit Belajar (RBB) yang berlokasi dikawasan Kampung Simo Jawar- Surabaya, sejumlah 100 mahasiswa dari mata kuliah E1 kelas C dan D selama enam bulan ini berhasil menggairahkan minat belajar dari anak-anak usia sekolah didaerah tersebut.  RBB didirikan oleh Bunda Awang, beranggotakan para sukarelawan, merupakan wadah untuk berbagi ilmu pengetahuan dengan adik-adik seputar kampung.

Membentuk karakter seorang entrepreneur dengan jiwa sosial adalah tujuan dari mata kuliah Entrepreneur 1 (E1). Sehingga mahasiswa Universitas Ciputra nantinya tidak hanya dapat menjadi pebisnis handal, namun juga terus memiliki kepedulian sosial dan membawa perubahan bagi lingkungan  disekitarnya,” tutur Dewi Imanuel, S.E., M.M., salah satu  Fasilitator Entrepreneurshi 1 Universitas Ciputra. Seluruh mahasiswa semester 1 dari seluruh program studi ini wajib mengikuti kelas E1. Total kelas E1 pada tahun ini adalah 20 kelas dan seluruhnya diwajibkan mengadakan kegiatan sosial.

Minggu pagi ini sebanyak 200 orang warga dari lima Rukun Tetangga (RT) Kampung Simojawar sudah rapi dan bersiap mengikuti jalan santai yang diadakan oleh Universitas Ciputra yang berkolaborasi dengan Rumah Bangkit Belajar. Keriuhan suasana terasa semakin memuncak saat Bapak Dahlan Iskan hadir dan mengikuti kegiatan ini. “Langkah besar dimulai dari langkah kecil, mimpi besar dimulai dari kerja nyata, Rumah Bangkit adalah langkah nyata, nyata senyata-nyatanya untuk menuju cita-cita besar bangsa”, terang Dahlan Iskan dalam pesannya.

Anak-anak anggota RBB tampak berbaur penuh keceriahan. “Seru, senang dengan acara ini, gembira bangga menjadi bagian dari acara ini, bisa belajar banyak, kakak-kakak  UC baik semuanya”, ujar Linda siswi kelas 3 yang juga adalah siswi di RBB.

“Untuk kedepannya kerjasaama dgn UC ini kami berharap bisa terus berlanjut demi membangun karakter anak-anak generasi penerus, banyak sharing ilmu dari kakak-kakak mahasiswa UC yang bisa diterima anak-anak sekitar, dan ini membuat anak-anak antusias ikut belajar di rumah bangkit”, tutur Bunda Awang.

“Pola pikir mayoritas penduduk kampung bahwa pendidikan bukanlah hal yang utama menjadi  salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh mahasiswa dalam kegiatan di RBB. Dukungan orang tua tidak tampak dalam hal ini,” terang Dewi. “Namun keinginan kuat untuk membawa perubahan melalui pendidikan membuat mahasiswa tidak patah arang, namun justru semakin bersemangat dalam memberikan pemahaman pentingan sekolah kepada masayarakat di kampung itu,” imbuhnya.

WhatsApp Image 2016-11-14 at 09.25.29 WhatsApp Image 2016-11-13 at 09.35.46

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *