Pada tanggal 9 Maret 2013 , acara Underground Secret Dining (USD) untuk kedua kalinya oleh Lentera Budaya yang diadakan di Pulau Madura,tepatnya di Kabupaten Bangkalan. Lisa Virgiano selaku co-founder dari Azanaya (Appreciating Food Culture) beserta 8 peserta lainnya khusus datang dari Jakarta untuk mengikuti acara USD ini. Para peserta berangkat pukul 08.30 dari Artotel menuju destinasi pertama yang dipandu oleh salah satu panitia yaitu Angelia Catherine Padlan. Sedangkan para panitia lainnya telah menuju Madura sejak pukul 07.30 dan berpencar sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Destinasi pertama adalah Kebun Salak , Ibu Saniah sebagai Ketua Kelompok Tani Kabupaten Bangkalan menyambut peserta dengan keramahtamahan dan menemani kami berkeliling kebun serta menunjukkan proses produksi olahan salak. Beliau juga telah bersedia menyiapkan kursi dan kipas angin yang harus dipinjamnya dari tetangga demi kenyamanan para peserta. Mereka menikmati berbagai jenis salak yang dipetik langsung dari pohonnya sayangnya tidak semua dari 13 jenis salak dapat dinikmati karena sudah lewat musim panen yaitu pada bulan Desember – Februari. Para peserta dapat membedakan setiap jenis salak yang ada baik dari segi rasa maupun dari segi bentuk. Para peserta juga banyak memberikan informasi dan saran sebagai feedback untuk kemajuan Kebun Salak agar dapat menjadi tujuan pariwisata yang lebih berstandar internasional.

Destinasi berikutnya adalah Museum Cakraningrat, disana peserta disuguhi 3 jenis  makanan khas Bangkalan Madura, yaitu : Topa Ladeh, Rawon dan Nasi Campur. Pak Didik, selaku penanggung jawab Museum Cakraningrat menjelaskan asal usul dan tradisi makanan-makanan tersebut kepada peserta, di bantu oleh Ibu Su, selaku salah satu masyarakat Bangkalan yang masih menjual Topa Ladeh di rumahnya, dengan notabene Topa Ladeh sudah jarang ditemukan di Bangkalan. Setelah makan siang, peserta berkeliling dan menikmati isi museum, di temani oleh Pak Didik dan panitia.

Perjalanan di lanjutkan ke Tresna Art, peserta menikmati keindahan rumah adat Bangkalan. Tresna Art di lengkapi dengan koleksi batik Gentongan yang merupakan batik “kalangan atas” bagi masyarakat Madura sendiri, dimana proses pembuatannya bisa memakan waktu tahunan. Peserta juga bisa berbelanja berbagai macam makanan oleh-oleh khas Madura sampai bahan atau obat-obatan pembuat batik. Lalu, peserta berisirahat di gazebo yang rindang di tengah kebun salak sambil menikmati Soto Jagung dan Es Pokak. Soto Jagung juga merupakan salah satu menu khas Bangkalan yang sudah hampir punah. Sedangkan Es Pokak, adalah minuman khas Madura yang terbuat dari berbagai macam rempah-rempah.

USD Bangkalan kali ini adalah Peri Kecil, di sana peserta melihat secara langsung pembuatan batik tulis. Peserta juga bisa belajar membatik di dampingi oleh pengajarnya yang ramah. Peri Kecil juga menjual berbagai macam batik tulis dengan harga yang terjangkau namun kualitas yang baik. Secara keseluruhan acara berlangsung dengan baik dan tepat waktu yang didukung oleh cuaca yang cerah.