Kali ini, mata Kuliah Basic FBI (Basic Food & Beverage Innovation) menelusuri seni kuliner yang ada dibalik Pulau Sulawesi Utara, lebih tepatnya daerah Manado. Agar para mahasiswa Culinary Business dapat lebih mendalaminya, para pakar kuliner dari Manado langsung didatangkan ke Universitas Ciputra Surabaya. Beliau adalah Ibu Elsye Walla dan Ibu Meike Berilah. Beliau memberi demo masak bertempat di Live Action Laboratory yang nantinya akan diduplikasi oleh para mahasiswa.

Mau tau gimana serunya berseni kuliner dari daerah Manado? Check it out….!!

12 Oktober 2012 (Kue Kerawang & Ikan Woku)

Kue Kerawang

Jenis kuliner ini masuk dalam kategori kue kering. Nama “Kerawang” diambil dari nama bunga khas daerah Manado. Awalnya, bunga Kerawang diduplikasi di baju oleh komunitas ibu rumah tangga. Namun seiring perkembangannya, bunga Kerawang mulai diduplikasi di permukaan kue kering sebagai hiasan dengan cara melukis menggunakan piping bag yang berisi cairan gula halus berwarna-warni. Kebayang kan gimana sensasinya melukis bunga Kerawang di permukaan kue kering? Yuupp, super duper ‘detail’ dan sangat melatih kesabaran.

Tapi, untuk kesempatan kali ini, para mahasiswa Culinary Business tidak menduplikasi bunga Kerawang di permukaan kue kering, melainkan motif batik. That’s the challenge! Sebelumnya, para mahasiswa mencari dan memilih motif batik yang akan dijadikan hiasan di permukaan kue kering dan mulai beradu karya menuangkan kreativitas masing-masing. Hasilnya..Wow..! Motif batik pun move on cookies. Tampilan kue kering yang dihias dengan motif batik pun tidak kalah cantik dan menarik.

Ikan Woku

Merupakan ikan nila yang dimasak dengan dibungkus menggunakan daun pepaya. Sesuai dengan ciri khas masakan Manado yang pedas, maka masakan Ikan Woku pun memiliki ciri rasa yang pedas dengan menggunakan 25 buah cabai kecil. Keunikan kuliner yang satu ini adalah pada proses memasaknya. Para mahasiswa menerapkan seni cara memasak yang dilakukan dengan membakar ikan di atas api menggunakan cobek. Dan hasilnya pun.. Yummy! Aroma khas yang dikeluarkan benar-benar aroma khas tradisional. Para mahasiswa Culinary Business pun dapat merasakan cara memasak tradisional dari daerah Manado.

 

 

19 Oktober 2012 (Panada & Ayam Masak Buluh)

Panada

Seni kuliner yang satu ini, terletak pada proses membuat hiasan pinggirannya. Beberapa mahasiswa Culinary Business sempat menginterpretasikan bahwa Panada sejenis bahkan sama dengan Pastel. Memang dalam seni membuat pinggirannya, Panada dan Pastel memiliki kesamaan. Namun, dari segi isi dan tekstur kulitnya sangat berbeda. Awalnya, para mahasiswa membuat isi Panada dengan ikan tongkol dan beberapa bumbu. Mereka dengan antusias membuat dan mempelajari seni membuat hiasan pinggiran Panada.

 

Ayam Masak Buluh

Tak kalah uniknya, kuliner Ayam Masak Buluh membuat para mahasiswa Culinary Business tertantang untuk menduplikasi dengan mempraktekkan traditional method of cooking. Mereka dengan enjoy namun tetap fokus memasak ayam yang dimasukkan dalam potongan bambu berukuran besar yang kemudian dimasak menggunakan tungku. Cara memasak tradisional ini memberi pengalaman yang unik kepada para mahasiswa Culinary Business.

Banyak pelajaran dan insiprasi yang dapat diambil dari tema mata kuliah Basic FBI “Manado Culinary Art” bahwa setiap daerah memiliki keunikan dan ciri khas kuliner masing-masing. Adalah tugas para mahasiswa Culinary Business Universitas Ciputra Surabaya untuk mulai mengkombinasikan Traditional Culinary Art dengan Culinary Business disertai dengan cara kreatif agar kuliner tradisional dapat eksis di kancah lokal maupun internasional.

Many thanks for Mrs. Meike Berilah & Mrs. Elsye Walla..it’s inspired us..

 

[Keep creative, guys !]

written by: Art & Publication Team of Culinary Business’ Student Union