Dalam rangka menambah wawasan dan ilmu para mahasiswa Culinary Business 2014, para dosen Healthy Food and Beverage Innovation kembali memanggil seorang narasumber sebagai dosen tamu. Kali ini Pak Rudy Hendrata, pemilik dari Madame Chang, hadir untuk membahas mengenai kunci kesuksesan di dunia bisnis kuliner.

Madame Chang sendiri merupakan sebuah restoran yang berdiri sejak 2012 dan menyajikan makanan serta minuman yang segar, alami dan sehat tanpa bahan pengawet dan tambahan MSG. Di Madame Chang ini konsumen dapat menemui masakan-masakan Indonesia, Vietnam, Korea, dan Singapura. Konsep restoran ini sebenarnya merupakan gaya hidup Pak Rudy sendiri di rumah. Dulu teman-teman Pak Rudy sering mengatakan bahwa makanan Pak Rudy sehat dan enak bagaimana kalau dijual. Berangkat dari opini teman-teman Pak Rudy lahirlah Madame Chang ini.

madame-chang-2

Pak Rudy menekankan bahwa konsep yang jelas sangatlah penting sehingga pada saat menjalankan bisnis kita bisa tetap setia dan berintegritas terhadap konsep yang telah kita pikirkan matang-matang sebelumnya. Pak Rudy sendiri pernah mendapat kritik karena menjual minuman dalam kemasan plastik namun ia tetap tegar karena beliau memiliki konsep yang matang yaitu ia ingin agar minuman tersebut bisa dibawa pulang oleh konsumen yang datang dan juga lebih bersih daripada menggunakan gelas yang dicuci berulang kali dan sudah bergantian dari mulut ke mulut. Pada akhirnya masyarakat dapat menerima konsep tersebut. Minuman-minuman yang di jual Pak Rudy pun adalah minuman-minuman yang sudah umum dan simple tujuannya ialah supaya tidak enek walau minum sampai sepuluh gelas sekalipun.

Informasi yang ditekankan oleh Pak Rudy selanjutnya ialah bahwa dalam menjalankan bisnis kuliner diperlukan tenaga yang memiliki skill dalam bidang memasak, orang yang memiliki kemampuan marketing yang baik, dan tenaga yang ahli dalam manajemen back office. Tidak mungkin sebuah restoran berjalan hanya dengan mengandalkan diri sendiri, diperlukan kerja sama antara orang-orang yang memiliki skill di ketiga bidang tersebut, sehingga masing-masing bidang bisa fokus ke tanggung jawabnya masing-masing. Beliau sendiri cukup beruntung memiliki istri yang handal dalam memasak, memiliki skill yang sangat baik dalam bidang marketing, dan juga dapat menemukan orang yang bisa menghandle back office. Beliau mengatakan bahwa ada restoran yang makin ramai tetapi makin bangkrut karena adanya kebocoran dalam manajemen sehingga terjadi korupsi yang cukup besar.

Selanjutnya Beliau masuk ke dalam materi Healthy Business in Culinary Business. Dalam materi ini Beliau mengajarkan bahwa bisnis adalah tentang menghasilkan uang. Jangan sampai kita terjebak ingin membuat dapur yang bagus sampai mengeluarkan duit sebanyak-banyaknya padahal ujung-ujungnya konsumen juga tidak peduli. Saat mendirikan sebuah bisnis, seseorang harus memikirkan matang-matang berapa banyak uang dan waktu yang ia mau invest dalam bisnis tersebut. Untuk bisnis start-up seseorang sebaiknya meluangkan 1000% energi dan waktu untuk menjalankannya. Harus ada sense of belonging supaya bisnis tersebut ada jiwanya. Untuk amannya lebih baik start small and go along as the business grow. Pak Rudy sendiri awalnya mulai dari hanya 18 kursi di restorannya, karena pada saat seseorang membuka bisnis ada 50:50 kemungkinan bisnis tersebut jalan atau mati. Saat bisnis tersebut jalan pun kita tidak boleh sombong dan harus selalu positive thinking. Selain itu kita harus berpikir bagaimana caranya dengan modal sedikit-dikitnya meraih untung sebanyak-banyaknya.

madame-chang

Di Indonesia ini terutama di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya banyak anak-anak konglomerat yang menjadikan bisnis sebagai lifestyle. Mereka sering kali membuka bisnis restoran hanya untuk gaya-gayaan dan rela mengeluarkan uang sebesar-besarnya hanya karena tidak mau kalah dengan temannya. Lalu karena tidak diatur dengan baik bisnisnya bangkrut sehingga mereka terpaksa menjual peralatan-peralatan yang tadinya sangat mahal dengan harga murah. Membangun sebuah bisnis itu mudah, membuat bisnis itu bisa running dan survive lah yang sulit. Oleh karena itu kita perlu benar-benar memikirkan konsep bisnis kuliner kita dengan matang. Apakah konsepnya simple atau sophisticated apakah untuk breakfast, lunch, dinner, atau supper. Menentukan product, place (segment), price, dan promotion juga dengan matang dan mencari tenaga yang ahli dalam bidang marketing karena konsep yang baik tanpa marketing yang baik tidak akan bisa berjalan.

Sesi dosen tamu hari itu ditutup dengan konsultasi ide bisnis tiap kelompok kecil dengan Pak Rudy. Beliau memberikan saran dan masukan yang sangat berguna bagi ide bisnis setiap kelompok. Salah satu ide yang menurutnya baik adalah susu jagung dan sushi yang terbuat dari nasi merah. Beliau juga memberi saran bahwa sebaiknya kita jangan membatasi market segment kita, kita juga jangan merepotkan konsumen, dan kalau kita menawarkan healthy product kita harus melakukan research dengan benar sehingga kita tidak merugikan konsumen kita. Terakhir Beliau memaparkan lima hal yang selalu ia pegang dalam menjalankan bisnisnya yaitu KADUT (Komitmen, Antusias, Disiplin, Ulet, dan Tekun).

Menu