blank

Bercerita tentang Flora-Fauna Indonesia Lewat Desain Masker. Jawa Pos. 30 Juni 2020. Hal.20. Erlita Tantri.MNA

Surabaya, Jawa Pos – Motif-motif yang beragam psda masker menjadi pilihan bahkan kebutuhan di masa pandemi yang belum juga selesai. Paulina Tjandrawibawa pun mengembangkan ide-idenya. Tidak sekedar dengan motif yang random, perempuan asal Surabaya itu membuat motifnya tetap bercerita. Mulai motif satwa dan tumbuhan yang hampir punah di Indonesia hingga satwa yang berada di lingkungannya.

Motif-motif tersebut dibuat dengan gaya kartun yang dipadukan dengan warna-warna yang beragam. “Dengan banyaknya warnat yang disatujan, desain terlihat lebih fresh. motif-motif yang menjadi fojus Paulina salah satunya berssal dari fauna asal Kalimantan yang hampir punah dan dilindungi. “Dari situ juga ikutan belajar ternyata banyak binatang yang lucu-lucu kayak bornean bay cat alias kucing merah. Tapi, populadinga sekarang tinggal 2.500,” terangnya saat dihubungi kemarin (29/6). Selain itu, dia membuat motif dari hewan yang ada di sekitar rumahnya. Yakni, kucing kampung. Perempuan alumnus public relations and advertising di University of New South Wales itu bercerita bahwa dulu ada kucing kurus yang tak terurus. “Tapi, karena sering mampur akhirnya sering kami kasih makan sampai akhirnya dipeluhara dan sudah beranak juga,” cerita pemilik Conseva itu.

Namun, dari situ dia memindahkan cerita kucing tersebu ke dalam masker buatannya. Tak disangka, peminat desain kucing itu juga banyak. “Kemarin itu sampai ada yang order dari Amerika,” tambahnya. Dari situ, Paulina sebenernya ingin menyampaikan pesan tersendiri lewat desain-desainnya. Yakni, untuk bisa menyayangi hewan maupun tumbuhan di sekitar.

Terlebih, perempuan kelahiran 27 Juni itu ingin orang-orang lebih mengenal binatang-binatang yang hampir punah dan unik-unik. “Karena akhirnya bisa bikin kita tahu ternyata kita punya loh binatang ini di Indonesia,” tambahnya.

Selain bisa bercerita dan mengedukasi lewat desain maskernya, dia membuat kegiatan sosial berupa donasi bersama teman-temannya di Universitas Ciputra lewat gerakan Hi Hope. “Gerakan ini gabungan antara dosen dan mahasiswa, Sebagian dari hasil penjualan masker ini bakal didonasiksn untuk orang-orang yang membutuhkan. Bisa berupa APD dan juga sembako,” tambahnya. (ama/c13/nor)

Sumber: Jawa Pos. 30 Juni 2020. Hal.20

Menu