Berbagi Inspirasi dengan Sang Fashion Advisor

Berbagi Inspirasi dengan Sang Fashion Advisor

Auditorium Universitas Ciputra (UC) penuh sesak Senin (14/11) pagi sejak pukul 08.00. Mahasiswa kali ini berkumpul dengan pakaian necis sambil membawa buku-buku serupa novel
favorit. Ya, mereka tentunya menunggu kehadiran Amelia Masniari alias Miss Jinjing yang mengisi acara seminar bertajuk “Penetrating Indonesian High End Customer with Miss
Jinjing”. Acara ini diakari oleh jurusan International Business Management (IBM) dan diikuti mahasiswa dari semua jurusan.
Siapa yang tak kenal dengan Amelia Masniari? Jika Anda menjadikan namanya sebagai keywords pencarian situs Google, secara cepat Anda akan menemukan lebih dari 11.000 hasil
pencarian. Dengan sapaan akrabnya sebagai Miss Jinjing, fashion advisor ternama Indonesia ini sangat pandai membagi wawasan mengenai dunia bisnis fashion baik melalui tulisan maupun seminar. Saat ini total sudah terbit 7 (tujuh) karya tulisan favorit yang dihasilkan Miss Jinjing dengan judul Miss Jinjing Belanja Sampai Mati, Miss Jinjing Rumpi Sampai Pagi, Miss Jinjing Pantang Mati Gaya, Miss Jinjing Belanja Sampai Mati di China, Miss Jinjing Siapa Takut Cerai? Takut Banget!, Miss Jinjing belanja Sampai Mati di Tokyo, dan Miss Jinjing Girl’s Guide.

Dalam seminar, selain memberikan motivasi bagi mahasiswa UC perintis usaha kecil-kecilan di dunia fashion, Miss Jinjing sembari pula mempromosikan bukunya yang akan terbit

Januari 2012 ‘Miss Jinjing Belanja Sampai Mati di Dubai’. Mungkin banyak orang megira menjadi seorang high-end fashion advisor harus seperti Kim Kardashian, yang selalu belanja branded dan membuang uang jumlah besar hanya untuk berpenampilan modis. Tidak demikian dengan Miss Jinjing. Beliau juga adalah seorang sosialita pecinta produk dalam negeri. “Saya sudah setahun ini tidak membeli barang branded meskipun selalu up-to-date dengan perkembangannya. Saya lebih suka memakai produk desainer muda Indonesia yang inovatif dan memiliki kontribusi tinggi terhadap dunia fashion di Indonesia,” ungkap Miss Jinjing. Kemudian dirinya mencontohkan Niluh Djelantik, seorang anak pedagang sayur di pasar Bali yang kemudian mampu membuat label sepatu ternama kesukaan keluarga Mel Gibson dan Julia Robert. Bahkan tak segan Miss Jinjing memuji sekaligus miris dengan Indonesia yang memiliki sumber daya alam melimpah namun sumber daya manusia tidak mampu mengembangkannya. “Contoh saja jenis kulit ular phyton di Indonesia memiliki kualitas terbaik untuk produksi tas Bottega Veneta. Tega-teganya, tas seharga puluhan juta itu hanya perlu mengeluarkan seratus ribuan rupiah untuk tukang pengambil kulit ular di Indonesia,” ungkapnya.
Dengan potensi besar milik Indonesia, Universitas Ciputra memiliki misi yang sama dengan Miss Jinjing agar generasi muda mampu mengembangkan sumber daya alam Indonesia
dan menjadi pemain dalam high-end market menuju the next world class Entrepreneurs. “Benar-benar inspirasi yang heboh buat kita mahasiswa. Kita juga boleh tanya-jawab sehingga wawasan kita terbuka. Yang awalnya takut, sekarang mulai membangun fondasi,” ujar Lovina, salah satu peserta seminar dari jurusan IHTB. Hal ini sangat didukung oleh Miss Jinjing dengan pesan terakhir untuk menguatkan kualitas dan branding untuk meraih kesuksesan. Acara pun diakhiri dengan sesi tanda tangan buku karangan Miss Jinjing dan donasi penjualan buku Miss Jinjing untuk komunitas wanita 1001 Malam.