Persiapan Avosee, Stodia dan Bite & Bites dalam mengikuti World Food Fair Singapore 2015

Persiapan Avosee, Stodia dan Bite & Bites dalam mengikuti World Food Fair Singapore 2015

Disebut-sebut salah satu surganya pecinta wisata kuliner, tentu World Food Fair menjadi pasar potensial untuk mengenalkan berbagai produk makanan. Penghobi makan dan icip-icip tentu tak segan menjajal berbagai produk makanan. Gaungnya bakal lebih terasa karena bisa jadi mereka juga para food blogger yang datang dari mancanegara. Peluang kerjasama juga terbuka lebar, karena para pebisnis makanan tak ingin melewatkan acara akbar penggugah selera ini.

Produk makanan dari bisnis mahasiswa Universitas Ciputra tak mau ketinggalan event ‘pesta makanan’, 10-13 September mendatang. Ada dua kelompok bisnis yang berangkat ke Singapura dan siap meramaikan World Food Fair lewat produk makanan sehat Avosee, Stodia, dan Bite & Bites. Diantara makanan-makanan lezat berminyak, Avosee, Stodia dan Bite & Bites siap mencuri perhatian bagi orang yang ingin hidup sehat dan nyemil enak!

 

Avosee dan Stodia

20150828151015_IMG_0020

Apa manfaat biji buah alpukat? Biji alpukat yang alot dan sering dibuang itu bermanfaat sebagai anti-oksidan, rendah kolesterol, membantu penderita diabetes mellitus, maag dan juga gagal ginjal. Biji buah alpukat bisa diolah menjadi tepung yang bisa menjadi bahan baku berbagai panganan.  “Waktu membaca penelitian itu kami langsung tertarik. Ini peluang bisnis nih, sayang banget nggak dikembangkan,” kata Khanza. Dia dan Haryo Yustian, Alief Haqieqy, serta Michael Sugianto mantap memulai bisnis tepung biji alpukat sebagai tugas entrepreneurship yang ada di Universitas Ciputra. Mereka memilih Avosee sebagai brandnya.

Tak mudah mengawalinya, sebab produk ini tergolong baru di pasaran. Tantangan besarnya adalah mengedukasi pasar tentang manfaat biji alpukat. Mereka juga membuat sister brand berupa cookies yang terbuat dari tepung biji alpukat. “Supaya customer nggak bingung kita buat Stodia,” kata Haryo Yustian.  Cookies ini menargetkan konsumen yang peduli terhadap healthy food. Kalangan ini sekarang sedang berkembang dan semakin banyak jumlahnya.

 

Bite & Bites

20150902113305_IMG_0060

Diet tetap bisa nyemil cookies yang enak. Dulu mungkin hampir nggak terbayang tapi sekarang bisa-bisa saja. Caranya mengganti bahan-bahan cookies dengan produk yang sehat dan rendah lemak. Chesya Gunawan, Shinta Kartika, Ikrima Rosalina dan M. Yusri Ali melihatnya sebagai peluang.

“Kami coba membuat cookies dengan biji oatmeal,” kata Chesya Gunawan. Kandungan oatmeal mereka diklaim lebih banyak dibanding kompetitor. Mencapai 70% dari keseluruhan bahan. Bite & Bites juga tak mau kalah, mereka tidak serta merta menggunakan perasa oatmeal atau hanya kulit arinya saja sebagai tekstur. Namun semua bahan diambil yang asli dan terbaik.

Agar tetap renyah dan bersabahat di lidah, mereka melakukan percobaan adonan hingga lebih dari 30 kali. “Ternyata setiap langkah berpengaruh. Yang kami jual, sudah melalui proses panjang, kandungannya pun sudah diujikan,” jelas Yusri. Tak ada pemanis dan pengawet dalam produk Bite & Bites. Tentunya sangat sehat. Nyemil Bite & Bites yang rendah kalori ini tentunya baik bagi kesehatan karena tidak merusak pola makan sehat. (puz)

Line- World Food Fair copy