Novel, Ning Akuntansi

Novel, Ning Akuntansi

30 April 2018, Universitas Ciputra mengadakan lomba tingkat Universitas yaitu, “Cak Ning Universitas Ciputra 2018“. Lomba ini merupakan acara tahunan yang diadakan dalam rangka menyambut hari Kartini. Pada lomba tersebut, masing-masing jurusan diminta untuk mengirimkan perwakilan “Cak” dan “Ning”  mereka. Prodi Akuntansi turut serta mengirimkan salah satu perwakilan Ning yaitu Luckily Novelia atau yang akrab disapa Novel.

Dok. by: Auriga Aristo

Dengan menjadi perwakilan prodi Akuntansi, Novel yang berasal dari angkatan 2017 ini menyatakan bahwa dia mendapatkan banyak pengalaman dan teman baru dari jurusan-jurusan lain. Selain itu ia juga beranggapan bahwa mengikuti lomba ini membantunya untuk meningkatkan kemampuan public speaking karena dalam acara ini, ia dituntut untuk berpresentasi di depan para juri dan hadirin yang datang. Selain itu ia juga  mengatakan dengan mengikuti acara ini, ia dapat belajar bekerja dibawah tekanan. Hal itu ia katakan karena hari untuk briefing peserta lomba dengan hari-H terlalu dekat sehingga waktu yang ia miliki untuk mempersiapkan semuanya sangatlah singkat.

Dalam kontes Public speaking-nya, Novel mendapatkan tema “Program Kerja Hoax”. Ia membuat festival budaya untuk memperkenalkan masyarakat Indonesia yang memiliki kebudayaan yang beragam kepada satu sama lain dengan tujuan untuk menimbulkan rasa toleransi dan dapat memahami karakter yang dapat berdampak dalam meminimalisir perpecahan yang disebebkan oleh berita hoax. Usaha lainnya adalah dengan membuat forum literasi anti hoax yang bertujuan untuk mengedukasi para mahasiswa UC untuk dapat mengidentifikasi dan melaporkan berita hoax. Aksi ini berdampak kehidupan sehari-hari Novel pula, yaitu ia jadi sadar jika ia menemukan berita hoax, maka ia tidak akan serta-merta menyebarkan berita itu namun justru mengklarifikasi kebenaran berita tersebut terlebih dahulu. Novel juga beranggapan bahwa berita hoax dimulai dari yang kecil  yaitu dari teman. Contohnya saat bergosip dan menyatakan hal-hal yang tidak sesuai dengan faktanya. Media sosial pun juga banyak menyebarkan berita hoax, terutama berita mengenai politik dan agama di Indonesia.

Novel mengatakan bahwa lomba ini seru dan menarik. Ia juga mengatakan bahwa dengan adanya acara ini, mahasiswa dapat menambah wawasan mereka karena topik para peserta pun berbeda-beda. (JQ/FQ)