Desa Budaya Trowulan

Trowulan adalah salah satu wilayah yang berada di Mojokerto yang masih memiliki paham akan  kebudayaan Indonesia khususnya kebudayaan kerajaan majapahit dan kebudayaan budha, sebab diwilayah Trowulan ialah salah satu wilayah yang digunakan oleh Kerajaan Majapahit sebagai ibukota Nusantara (mencakup wilayah madagaskar hingga Papua Nugini), maka dari itu tidak heran jika wilayah Trowulan sendiri digunakan sebagai wilayah pengrajin patung yang sangat kreatif dan memiliki keunikan yang berbeda-beda dari setiap pengrajinnya, dan di wilayah tersebut  usaha yang mendominasi adalah sebagai pengrajin patung.

Patung yang di produksi oleh trowulan sendiri dibuat dari bahan-bahan yang berbeda-beda yakni yang paling mendominasi ialah batu, serta ada juga yang berasal dari kuningan dan jika mereka kekurangan bahan utamanya hal yang akan mereka lakukan adalah mencampurkan bahan subtitusi dengan semen atau yang terbaru dari batu bata. Yang membuat peluang bisnis ini kuat ialah di Trowulan sendiri mereka masih sangat menghormati kebudayaan leluhurnya khususnya dari Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Sriwijaya, dan karena mereka sudah memilki kemampuan seniman  dari kecil yang membuat mereka akan bisa menghasilkan patung yang unik dan kreatif, serta mereka mampu melakukan pembuatan patung sesuai dengan minat customer, dan mereka pun memiliki tanggung jawab penuh dari pembuatan patung tersebut hingga pengiriman patung kepada customer, dan mereka bisa mengolah limbah atau bahan sisa dari pembuatan patung itu sendiri yang dapat dijadikan patung lagi. Karena mereka masih menjujung tinggi nilai kebudayaan dan keunikan dari patung-patung tersebut maka dari itu patung-patung yang mereka buat bisa menembus pasar go internasional, sebab mayoritas turis-turis asing sangat tertarik dengan barang-barang yang mengingatkan tentang kebudayaan suatu tempat,maka dari itu patung-patung yang mereka buat pun sering dipesan oleh tempat-tempat keagamaan maupun digunakan untuk hiasan dirumah, dan mereka juga bisa membuatkan patung untuk perumahan atau patung monumen.

Pembuatan patung sendiri pun juga mengalami perkembangan yang dahulunya menggunakan metode tradisional yang membutuhkan ketelitian dan keseriusan dalam produksi untuk membuat sebuah patung untuk menghasilkan barang yang bagus tetapi membutuhkan waktu hingga berbulan-bulan dalam proses pengerjakannya, maka dari itu mereka melakukan pengembangan baru dalam pembuatan patungnya yaitu dengan menggunakan media percetakan untuk mempercepat proses pembuatan, tetapi metode terbaru tersebut membuat pengrajin tradisional mengalami pengurangan customer.

Pengrajin yang berada di Trowulan saat penjualan patung yang mereka buat, akan membutuhkan pihak perantara yang berada di Bali untuk menjualkan dengan customer di luar Trowulan , tetapi lama – kelamaan dari pihak perantara  (Bali) melakukan branding dan mengakui bahwa patung yang mereka jual merupakan produk buatan sendiri yang membuat Trowulan kehilangan value yang mereka miliki serta mereka melakukan penjualan  dengan harga 3 kali lipat lebih tinggi dari yang dijual oleh pengrajin trowulan. Awalnya pengrajin trowulan tidak mengetahui kecurangan yang dilakukan di Bali tersebut dan juga mereka tidak menguasai penghitungan cost (HPP) dalam pembuatan  produknya, mereka dalam melakukan penjualan patungnya hanya menggunakan harga yang akan dibayarkan oleh perantara  dan ini sangat merugikan bagi para pengrajin karena dengan harga yang ditentukan oleh perantara yang sangat rendah. mereka tidak mengetahui harga dimarket place, tidak adanya yang melakukan sosialisasi dalam menjadi pengusaha yang baik dan perhitungan yang benar saat produksi.

Salah satu pengrajin patung yang ada di sana merasa kasihan dengan pengrajin lain yang sudah susah-susah dalam membuat patung tersebut. Produk yang mereka hasilkan penjualannya sudah sampai ke luar negeri ( Singapore) tetapi oleh pihak Singapore dilakukan branding ulang  dengan harga yang cukup tinggi dari harga jual yang mereka berikan, yang seharusnya pengrajin dapat untung yang banyak tetapi merugi . pemuda Trowulan sudah banyak yang melupakan tentang budaya perpatungan di desanya tetapi mahasiswa Universitas Ciputra orang lokal Trowulan dengan cintanya akan budaya dalam desanya ingin membuat aplikasi , dimana pengrajin akan melakukan penjualan patung melewati aplikasi yang akan menjadi perantara dalam hubungan pengrajin dan costumer. Aplikasi ini bernama Andalin dibawah naungan Alibaba , menggunakan aplikasi ini akan membuat pengrajin mengetahui bagaimana kondisi pasar dan harga yang ada di pasaran tetapi menguntungkan untuk mereka. Bila aplikasi ini digunakan dengan baik oleh mereka pasti desa Trowulan akan diakui dan anak muda ingin meneruskan budaya ini.

Dalam masalah badan hukum dan koprasi desa Trowulan masih kekurangan , sudah ada wacana akan di adakan badan hukum di desa Trowulan oleh Pemerintahan setempat tetapi masih belum terlaksanakan wacana. Pengakuan yang kurang oleh pemerintahan membuat mereka semakin terlupakan di Indonesia tidak ada yang ingin melanjutkan budaya ini.pengrajin di Trowulan masih kurang dalam pengetahuan akan proses pembuatan badan hukum dan izin apa yang harus mereka ambil karena dengan banyak bahan baku alami yang mereka gunakan , mereka harus memiliki izin pertambangan , Tetapi tidak bisa melakukan izin karena tidak tahu caranya . Maka dari itu mereka membutuhkan bantuan dari pihak mahasiswa yang  mengetahui tentang cara dan syarat untuk melakukan pembuatan badan hukum atau koperasi.

Pengrajin yang ada di Trowulan ini tidak memiliki komitmen kerja atau aturan kerja sebab mereka tidak membutuhkan aturan dalam pembuatan patung, dalam pembuatan patung itu mereka memiliki keunikan dan kreatif masing-masing sehingga finishingnya tiap pengrajin beda-beda, tetapi mereka sedang proses untuk melakukan pembuatan aturan kerja yang benar , serta pengrajin harus melakukan banyak sosialisasikan kepada anak – anak muda agar adanya warisan yang diberikan. Pemerintahan harus melakukan sosialisasikan untuk badan hukum dan komitmen kerja agar mereka dapat melakukan proses pembuatan badan hukum dan komitmen.