4 Peran Penting Psikologi dalam Marketing Online UKM

Banyak UKM memandang marketing hanya sebagai alat promosi semata. Mereka tidak menggunakan strategy dan pengetahuan tambahan dalam menggunakan teknik bisnis tersebut. Padahal jika menggunakan psikologi dalam marketing, hasil yang didapat akan lebih bagus.

Jika penasaran melihat fungsi psikologi dalam dunia bisnis dan marketing, berikut adalah beberapa peran yang mudah dirasakan efeknya:

Membangun Image Brand

Psikologi memiliki peran penting dalam marketing yang berhubungan dengan brand image. Mempengaruhi seseorang untuk melihat brand Anda dengan tampilan tertentu pastinya masih ilmu psikologi.

Psikologi untuk marketing brand ini dapat dilihat dari image motor Henry Davidson. Motor ini ditampilkan untuk pria tangguh dengan badan besar dan berpenampilan sangar. Padahal, jika dibandingkan motor besar brand lainnya, spec mesin mereka tidak jauh berbeda. Henry Davidson hanya main tampilan motor dan image brand dari material iklan yang mereka gunakan.

Memuncurlan Emosi Kuat Pada Pelanggan

Marketing harus mampu memunculkan emosi. Mulai dari emosi penasaran, emosi senang, emosi relaks dan berbagai aspek emosi lain yang sesuai dengan tujuan marketing Anda. Contoh saja membuat video iklan di YouTube seputar kerusakan alam. Pada video tersebut Anda coba stimulasi rasa sedih dan kasihan dari penonton agar tertarik menggunakan produk Anda yang lebih ramah lingkungan.

Dari gambaran peran psikologi di marketing tersebut, Anda memanipulasi feeling untuk bisnis. Tentu saja efek emosi ini akan berkurang jika iklan diulang – ulang terus menerus pada penontonnya. Walaupun begitu, selama ada emosi yang muncul dari bahan marketing, Anda sudah sukses menggunakannya dalam dunia bisnis.

Membangkitkan Insting Oportunistik dan Tidak Mau Ketinggalan

UKM tentu sudah tahu bahwa promo seperti diskon dengan durasi waktu tertentu dan promo undian berhadiah efektif menarik para pembeli baru. Penggunaan bonus – bonus ini adalah contoh psikologi dalam marketing.

Tujuan promosi dan diskon pada durasi waktu tertentu adalah menciptakan status darurat bagi pembeli. Teknik marketing ini membuat seolah jika mereka ketinggalan tidak beli sekarang, orang lain pasti beli dan stock bisa habis. Di sisi lain, mereka juga berfikir jika tidak beli produk sekarang, kedepannya diskon tidak akan bisa dinikmati lagi.

Hal seperti ini sudah banyak terbukti di dunia bisnis online. Post social media seputar promo mendadak ataupun event potongan harga selalu efektif membuat orang beli. Para pembelipun belum tentu terlalu butuh untuk beli produk Anda. Hanya saja karena ada harga rendah yang jarang diminati, mereka memutuskan untuk beli.

Membentuk Koneksi dan Komunitas Pelanggan Secara Tidak Langsung

Dari program marketing produk, Anda dapat membuat koneksi dan komunitas tersendiri. Contoh saja komunitas pengguna smartphone Apple. Para pelanggan ini merupakan fans yang selalu memasarkan produk Apple ke pihak lain sebagai rekomendasi.

Hubungan antara produk Apple dengan pelanggannya tentu bisa jadi contoh unik. Karena menggunakan produk ini, pembeli membuat Apple sebagai bagian dari identitas mereka. Kasus ini memang tidak terlalu jelas di produk lain, tapi tetap bisa dilakukan. Anda sebagai UKM dapat memanfaatkan aspek psikologis membuat koneksi ini agar pelanggan merekomendasikan produk Anda dengan sendirinya..

Dari bahasan di atas, Anda sekarang mengerti mengapa UKM dengan bisnis online tetap membutuhkan sedikit pengetahuan psikologi. Memanfaatkan psikologi dalam marketing dapat merubah daya tarik produk Anda di mata banyak orang. Jika dimanfaatkan baik, Anda dengan mudah menarik lebih banyak pelanggan daripada sekedar promosi secara sederhana.

Mudah – mudahan bahasan ini sudah jelas dan dapat membantu Anda menyusun strategy marketing yang lebih baik. Terima kasih sudah baca artikelnya!

Artikel lain