4 Jenis Komunikasi Bisnis dan Contohnya yang Ada di Semua Perusahaan

Jenis komunikasi bisnis ada banyak. Setiap bisnis perlu mentransfer informasi dari satu orang ke orang lain, dari satu departemen ke departemen lain, dari atasan ke bawahan dan sebaliknya, maupun dari dalam internal perusahaan ke pihak eksternal. Inilah yang disebut sebagai komunikasi bisnis.

Dari ulasan singkat di atas, Anda bisa simpulkan bahwa secara garis besar ada 4 jenis komunikasi bisnis. Kalau begitu, apa saja ya keempatnya? Simak penjelasannya berikut ini.

Komunikasi Bisnis Internal ke Atas

Jenis komunikasi internal dalam bisnis yang satu ini mengacu pada aliran informasi dari bawah ke atas. Jadi, informasi disampaikan dari seseorang kepada orang lain yang jabatannya berada di atasnya.

Sebagai contoh, karyawan dari Divisi SDM sedang mempersiapkan laporan yang akan disampaikan kepada Manajer SDM, misalnya laporan atrisi. Di dalam laporan tersebut, terdapat informasi mengenai perputaran (turnover) karyawan tahunan atau bulanan beserta alasan atau faktor penyebabnya. Dengan begitu, Manajer SDM bisa memahami apa penyebab atrisi dan melakukan tindakan perbaikan untuk mengurangi turnover karyawan.

Secara garis besar, karakteristik jenis komunikasi bisnis internal ke atas adalah sebagai berikut:

  • Pendekatan dari bawah ke atas, sehingga aliran informasi terjadi dari level bawah ke level atas.
  • Bersifat partisipatif.
  • Bertujuan utama untuk menyediakan feedback, saran, permintaan, atau penyampaian masalah di divisi kepada atasan.

Komunikasi Bisnis Internal ke Bawah

Sedangkan jenis yang satu ini adalah kebalikan dari komunikasi bisnis internal ke atas, di mana informasi mengalir dari atas ke bawah. Penyampaian informasinya bisa secara tertulis, tatap muka, telepon, meeting, dan sebagainya.

Karena aliran informasi dari atas, biasanya komunikasi bisnis internal ke bawah dilakukan oleh individu dengan jabatan lebih tinggi untuk mengomunikasikan tujuan, prosedur dan kebijakan, keputusan, instruksi, panduan, dan sebagainya kepada bawahan.

Contohnya instruksi dari manajemen level atas kepada masing-masing kepala divisi mengenai aturan dan regulasi perusahaan yang baru. Media penyampaiannya bisa lewat broadcast pesan, email, atau memo tertulis.

Karakteristik komunikasi bisnis internal ini meliputi:

  • Pendekatan dari atas ke bawah, sehingga aliran informasi terjadi dari level atas ke level bawah.
  • Bersifat mengarahkan.
  • Bertujuan utama untuk mengomunikasikan tujuan organisasi, instruksi, rencana dan prosedur, dan informasi lainnya kepada bawahan.

Komunikasi Bisnis Lateral (Horizontal)

Jenis yang satu ini mengacu pada komunikasi di antara para karyawan dengan jabatan yang setara baik di dalam divisi masing-masing maupun antar divisi. Penyampaian informasi bisa dilakukan secara tertulis maupun lisan.

Sebagai contoh, Manajer Pemasaran berkoordinasi dengan Manajer Produk mengenai tren pasar, kebutuhan dan ekspektasi konsumen, skenario permintaan produk, maupun informasi lain yang relevan untuk proses desain produk yang sesuai.

Contoh lainnya adalah Manajer SDM yang berkoordinasi dengan para manajer dari divisi lain untuk kebutuhan rekrutmen, training karyawan, penilaian kinerja, dan sebagainya.

Komunikasi Bisnis Eksternal

Yang berikutnya adalah komunikasi bisnis eksternal, yang dilakukan untuk menyampaikan informasi kepada pihak-pihak eksternal yang ada di luar perusahaan. Contohnya supplier, pelanggan, pemegang saham, partner bisnis, aparat pemerintah, dan sebagainya.

Contohnya Manajer Purchasing berkomunikasi dengan vendor untuk bernegosiasi soal harga bahan baku. Atau saat staf Divisi Penjualan berkomunikasi pelanggan dalam kegiatan penjualan barang atau jasa.

Jenis komunikasi bisnis yang satu ini dilakukan untuk mendorong peningkatan volume penjualan, aktivitas bisnis yang efektif, peningkatan profit perusahaan, dan sebagainya. Dan pada akhirnya, citra dan performa perusahaan meningkat.

Artikel lain
Menu