3rd Tourism and Hospitality International Conference (THIC) 2015

3rd Tourism and Hospitality International Conference (THIC) 2015

Di Tahun 2015 ini Universitas Ciputra mendapat kehormatan untuk menjadi tuan rumah dan penyelenggara bagi acara Tourism and Hospitality International Conference (THIC). Tahun 2015 merupakan tahun ketiga diadakannya acara berskala Internasional ini. Acara THIC ini sendiri merupakan sebuah acara konferensi yang dikelola oleh School of Tourism, Hospitality and Enviromental Management yang merupakan hasil kerjasama antara Hildiktipari, Universiti Utara Malaysia, Universitas Ciputra serta Prince of Songkla University. Acara THIC 2015 diselenggarakan pada Hari Kamis sampai dengan Jum’at tanggal 19 – 20 November 2015 bertempat di Auditorium Universitas Ciputra.

IMG_5232Beberapa keynote speaker pada acara THIC 2015 ini diantaranya adalah Dr. Halimin Herjanto dari McKendree University Reviewer The Academy of Management Journal (AMJ), kemudian Prof. Roger Marshall sebagai Editor-in-Chief The Academy of Management Journal (AMJ) di Auckland University of Technology (AUJ), serta Asst. Prof. Supawadee Photiyarach sebagai Coordinator of Tourism and Hospitality Industry Research Program, Thailand Research Fund and Faculty of Economics Sriracha, Kasetsart University Thailand. Tema yang disampaikan dalam 3rd THIC 2015 ini adalah ”Dimensions of Entrepreneurship in The Planning, Development and Management of Tourism and Hospitality Industry”.

Salah satu hal yang disampaikan oleh  Asst. Prof. Supawadee Photiyarach adalah mengenai perkembangan pariwisata di Thailand serta dampaknya bagi perekonomian di Thailand. Prof. Supawadee menyampaikan bahwa di Thailand pariwisata merupakan industri yang sangat penting karena dapat memberikan dampak besar bagi perekonomian, lingkungan, serta sosial budaya masyarakat di Thailand. Melalui aspek pariwisata saja telah dapat menyumbang pendapatan negara yang cukup besar setiap tahunnya, bahkan hingga ratusan juta Baht setiap tahunnya. Tidak hanya itu, pariwisata juga berdampak pada peningkatan tingkat perekonomian masyarakat di Thailand. Hal ini akan terus mengalami peningkatan jika terus dilakukan perbaikan dan pemaksimalan aspek-aspek pariwisata di Thailand. Aspek pariwisata telah menjadi aspek yang berperan utama ketika negara dihadapkan pada suatu krisis ekonomi. Bahkan industri parisiwata lebih berperan besar dapat mengembalikan keadaan perekonomian atau setidaknya menyeimbangkan perekonomian negara jika dibandingkan sektor jasa maupun dengan industri lainnya.

IMG_5229Oleh karena itu Pemerintah Thailand sangat serius mengurus tentang manajemen pariwisata serta aspek pengembangannya sebagai sebuah prioritas untuk penguatan perekonomian negara. Hal ini terbukti pada Tahun 2015 National Research Council of Thailand (NRCT) serta Thailand Research Fund (TRF) yang sebelumnya melakukan riset dan pengembangan tentang beasiswa, saat ini telah melakukan riset dan strategi untuk National Tourism Thailand tahun 2012 hingga 2016. Kedua organisasi ini berkesimpulan bahwa sektor pariwisata di Thailand saat ini merupakan hal yang sangat penting agar segera dilakukan riset sebagai sebuah bagian dari pengembangan negara. Maka dari itu organisasi juga telah menyiapkan dana khusus untuk memajukan pembangunan industri pariwisata di Thailand dengan arah tujuan pembangunan negara. Tidak main-main dengan penelitian ini, pada tahun 2010 kedua organisasi NRCT dan TRF ini telah menjadi sponsor bagi pengembangan manajemen pariwisata di Thailand dengan memberikan dana hingga 400 miliar Baht untuk 150 rencana penelitian pariwisata di Thailand.